Sabtu, 31 Maret 2012

Tata Cara Penulisan Makalah / Tugas Akhir Semester

FORMAT
§  Jumlah kata (word count) : 4.000 – 5.000 ; atau 10 – 12 halaman
§  Ukuran kertas A4
§  Tidak perlu dijilid dan tidak perlu diberi mika. Cukup dijepret di sebelah kiri.
Sampul mencantumkan: judul Tugas Akhir Semester Akuntansi Sektor Publik, Nama dan NIM (jika kelompok, urutan NIM dicantumkan ascending).
§  Pilihan font: Times New Roman (12), Palatino Linotype (11), Arial (11)
§  Mencantumkan nomor halaman di bagian bawah , center
§  Margin kanan, kiri, atas dan bawah menggunakan ukuran default atau standar
§  Spasi: 1,5, plihan alignment: kiri, atau justified
§  Paragraf menjorok ke dalam, dengan jarak spasi 1,5 dengan paragraf sebelumnya
§  Surat pernyataan bahwa makalah yang dibuat adalah bukan plagiat dan hasil karya sendiri (ditandatangani dan diberi nama lengkap dan NIM)

SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematika penulisan makalah adalah sebagai berikut:

Pendahuluan
Pada bagian ini dikemukakan latar belakang (mengapa topik tersebut perlu ditulis), rumusan masalah, tujuan dan manfaat tulisan Anda bagi pembaca.

Pembahasan /  Analisis
Bahasan dan analisis adalah murni bahasa dari Anda.
Segala bentuk sumber / referensi wajib dicantumkan di 2 (dua) bagian makalah, yaitu: bagian yang dikutip di bab Pembahasan, dan bab Daftar Referensi

Simpulan dan Saran
Bagian ini mencakup simpulan, serta saran, dan mengungkapkan secara jelas kepada siapa saran tersebut ditujukan

Daftar Referensi
Bagian ini memuat sumber referensi untuk penulisan makalah, baik dari buku, majalah, artikel ilmiah, dan website.
Tata cara penulisan daftar referensi:
a.        Dari Buku oleh Satu Pengarang
Bambang Riyanto.1984. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi Kedua. Yogyakarta: Yayasan Badan Penerbit Gajah Mada.

b.    Dari Buku oleh Dua Pengarang
Cohen, Morris R, dan Ernest Nagel. 1939. An Introduction to Logic and Scientific Method. New York: Harcourt, Brace & Co.

c.    Dari Buku oleh Tiga Pengarang atau Lebih
Sukanto, R., et al. 1980. Business Forecasting, Yogyakarta: Bagian Penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.


d.         Dari Buku oleh Pengarang yang Sama
Van Horne, James C. 1986. Financial Management and Policy, Ninth Edition,  New Jersey: Prentice-Hall International Editions.

_______, 1990. Fundamentals of Financial Management, Sixth Edition, New Jersey: Prentice-Hall Inc.

e.    Dari Buku tanpa pengarang
Author’s Guide. 1975. Englewood Cliffs:  Prentice-Hall.

Undang-Undang RI No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan, Penerbit Handayani, 1992.

f.     Buku oleh Lembaga, Pemerintah dan Organisasi Lain
R.I., Majelis Musyawarah Rakyat Sementara. 1966.  Hasil-hasil Sidang Umum ke IV Tahun 1966, Jakarta: Departemen Penerangan R.I.

g.    Surat Kabar
Artikel tanpa nama penulis
Kompas  (Jakarta), 28 Pebruari 1995

Artikel dengan judul dan nama penulis
Allen, Maury. “A Grwowing  Union,” New York Post.  March 20, 1998. P. 4.

Artikel dengan judul tetapi tanpa penulis
“Terpuruknya Dunia Bisnis Perbankan”,  Jawa Pos, 30 September 1998.  hal. 3.


h.    Jurnal, Buletin, Majalah dan Penerbitan Berkala
Irlan Soejono dan A.T. Birowo. 1976. “Distribusi Pendapatan di Pedesaan Padi Sawah di Jawa Tengah”, Prisma, 1, hal. 26-32

Snitzler, James R. 1958.  “How Wholesalers Can Cut Delivery Costs”, Journal of Marketing, 23: pp. 21-28


i.     Hasil Penelitian
Faisal Kasryno et al. 1981. Perkembangan Institusi dan Pengaruhnya terhadap Distribusi Pendapatan dan Penyerapan Tenaga Kerja: Studi kasus di Empat Desa di Jawa Barat, Bogor: Studi Dinamika Pedesaan.

j.     Kertas Kerja Diskusi Panel, Seminar dan Lokakarya
M. Damiri. 1993. “Perbankan di Indonesia, Suatu Tinjauan Era Deregulasi”, Makalah disampaikan pada Ceramah Deregulasi Perbankan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas Surabaya, Surabaya.

Tim Dosen STIE Perbanas Surabaya. 1994. “Upaya Pemerataan Pembangunan Melalui Sektor Moneter”, Makalah Pelengkap Seminar Perbankan, Surabaya.

k.    Bahan Tidak Diterbitkan (Mimeographed)
“Perkembangan Sektor Pertanian 1971/1972”. 1972. Jakarta: Departemen Pertanian. (Mimeographed)

l.     Skripsi, Tesis dan Disertasi
Ida Triwahyuni. 1994. “Pentingnya Analisis Umur Piutang dalam Hubungannya dengan Pengendalian Outstanding Freight di Divisi Feeder PT. Samudera Indonesia Surabaya”,  Skripsi Sarjana tak diterbitkan, STIE Perbanas Surabaya.

m.   Artikel dalam Ensiklopedia
Banta, Richard E., “New Harmony”, Encyclopedia Britanica (1968 ed.), Vol, 16, p. 305

n.    Wawancara
Burrows, Dr. Lewis. Personal Interview on Puerto Rican Workers in a New York City Hospital, Mt. Sinai Hospital, New York, N.Y., 3 Juni 1998.

o.        Terjemahan dari Pengarang Lain
Klinchin, A.I. 1957. Mathematical Foundations of Information Theory, diterjemahkan oleh Silverman, R.A. dan Friedman, M.D. New York: Dover.

p.        Internet

Rujukan dari Internet berupa Karya Individual
Donald, P., Harby, L. & Gary , W. 1998. A Study on Agricultural Area Online Journals, 193-1997: The Poverty among  the Rich, (Online), (http://journal.ccs.soton. ac.uk/ study.html, diakses 12 Juni 1998).

Rujukan dari Internet berupa Artikel dari Jurnal
Hartono. 1999. Peningkatan Kenerrja Buruh Perusahaan melalui Reward System. Jurnal Manajemen , (Online), Jilid 7, No. 3, (http://www.malang.ac.id, diakses 10 Mei 2000).


Segala kutipan atau salinan harus disebutkan nama penulisnya atau sumbernya.

Poin penilaian makalah adalah pada :
§  orisinalitas ide
§  kejujuran dan sportifitas penulisan (tidak banyak kutipan, dan mencantumkan referensi)
§  sistematika penulisan (kejelasan alur berpikir) antara judul, permasalahan, tujuan, pembahasan, simpulan dan saran.
§  kejelasan pengungkapan permasalahan
§  ketajaman analisis
§  kemanfaatan penulisan

Sabtu, 17 Maret 2012

Resume Kuliah Umum 15-03-2012

Entrepreneurship Pustakawan Sebuah Passion Mewujudkan Prestasi
Kuliah Umum yang bertempat di Teatrikal Pusat Bahasa UIN Sunan Kalijaga
15 Maret 2012

Pustakawan adalah orang yang bekerja di perpustakaan dan membantu orang menemukan buku, majalah dan informasi lainnya.
(1) Pustakawan adalah seseorang yang melaksanakan kegiatan perpustakaan dengan jalan memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan tugas lembaga induknya berdasarkan ilmu perpustakaan, dokumentasi, informasi yang dimilikinya melalui pendidikan.
(2) Perpustakaan tidak sekedar  ruang dan gedung, tidak sekedar berisi buku, tidak sekedar memberikan informasi tapi juga hiburan, tidak sekedar layanan tapi juga memberikan “candu” bagi penggunanya. Perpustakaan harus diminati, perpustakaan harus dikunjungi, perpustakaan harus dikaji, perpustakaan harus membawa perubahan, perpustakaan harus bisa merubah perilaku. 
Setujukah dengan pernyataan tersebut ?  
Apakah google dan wikipidia disebut juga sebagai Pustakawan atau Perpustakaan ?
 
Apakah Pustakawan harus kuliah di jurusan Perpustakaan ?
Bagaimana dengan orang orang yang bekerja di Perpustakaan tapi tidak paham dengan Ilmu perpustakaan, hanya paham dengan katalog dan administrasi peminjaman.?
Pustakawan Indonesia,  mengalami beragam persepsi, ada yang  menggolongkan sebagai Pustakawan Plat merah dan Plat hitam, ada juga yang mengatakan bahwa Profesi Pustakawan tidak  lebih dari seorang penjaga lintasan kereta api. Jauh berbeda dengan profesi yang lain, seperti dokter, pengacara peneliti dan guru. Tidak banyak yang tahu dan mengakui adanya profesi pustakawan. Kalau dilihat dari porsi APBN maka anggaran yang di dapat untuk perpustakaan tidak lebih dari 0,1%.
(3) Bagaimana kita menyikapi ?  
Apakah kita minder kuliah mengambil jurusan Perpustakaan ?
Apakah kita betul betul paham dengan profesi kita sendiri, ketika selesai kuliah ?
Apakah kita akan bangga dengan apa yang akan kita kerjakan terkait dengan profesi kita?  
Passion 
Gairah yang disertai dengan rasa cinta, kalau diartikan itu sebuah pencapaian prestasi maka passion adalah gairah kerja  atas dasar cinta akan profesi yang ditekuni.  Tidak semua orang memiliki passion, ada kalanya orang hidup menjalani apa adanya, kerja, cari uang, selesai.
Ciri-ciri yang yang memiliki passion adalah :
1.  Selalu memiliki ide kreatif atas ketekunannya untuk selalu menjadi yang terbaik
2.  Sangat menyukai aktivitas yang dijalaninya dengan semangat 
3.  Selalu konsisten apa yang dilakukan dan fokus
4.  Selalu memiliki gairah untuk sukses yang sulit dihentikan
5.  Berani mengambil resiko dari apa yang dijalani dan yakin akan berhasil
6.  Cinta dan kesetiaan pada suatu pekerjaan akan menjadikan karya
Contoh sebuah passion
Seorang pekerja seni, tak akan berhenti berkarya tanpa  atau tidak ada yang membayarnya, contoh mbah Surip, 
Seorang Pustakawan tetap akan terus melayani, tanpa gedung, jabatan, tanpa tanda jasa, contoh ibu Kiswati, Golagong, 
Seorang Biarawati, bagaimana kehidupan dan pekerjaannya melayani Tuhan  selalu melekat dalam hidupnya,
Seorang dokter, karena profesinya bisa menyembuhkan orang sakit tapi passion seorang dokter adalah melayani dengan iklas.          
Seorang guru bukan sekedar memberikan ilmu, tapi keteladanan dan bimbingan yang menjadikan murid menjadi murid yang berprestasi dan memiliki morak yang baik.                                                
Seorang pemimpin akan menjadi pemimpin yang memiliki wibawa, disegani dan sekaligus dicintai.
Entrepreneurship Kemandirian  adalah arti dari entrepreneur,  Apa yang telah dilakukan  tidak bergantung pada pemberian, tapi sebuah upaya terhadap bentuk kerjasama (bisnis) untuk mencapai sukses. Kemudian apa yang telah diupayakan tersebut berdampak pada banyak orang.
Perpustakaan bukan ukurannya yang dilihat tapi manfaatnya. Memulai dari yang kecil akan menjadi besar jika konsistensi dan memanfaatkan  networking menjadi sebuah kekuatan yang melahirkan potensi. Potensi tersebut bisa berwujud sumber daya maupun sumber dana. 

Perpustakaan yang baik, bukan dilihat dari jumlah pengunjung tapi efek kunjungan, bukan dilihat banyaknya koleksi tapi koleksi yang sesuai kebutuhan, bukan dilihat dari bagus atau megahnya sebuah bangunan tapi kenyamanan, bukan dilihat dari siapa pemiliknya tapi dilihat siapa pemakainya. Perpustakaan adalah media yang mampu merubah masyarakat penggunanya.
Apakah entrepreneur harus dimulai sejak lulus kuliah ? sejak saat ini, dan segera dimulai, demikianlah jiwa jiwa entrepreneur, lebih pada pembuktian dari pada slogan, lebih pada gerakan dari pada teori.  Tidak peduli pada caci maki yang penting menuju prestasi. Jiwa entrepreneur selalu melihat peluang dalam setiap masalah yang ada, bukan pada keluhan dan pertolongan. Jiwa entrepreneur selalu melihat setiap orang adalah sumber informasi, sehingga sikap ramah dan terbuka akan menjadi bagian dari relationship.
Pustakawan yang entrepreneur 
1.Paham akan tanggung jawab social sebagai seorang pustakawan sejati dan akan melakukan layanan dilingkungannya
2.Selalu berjejaring dan membentuk komunitas untuk memperkuat keberadaan profesi dan pencitraan diri
3.Selalu memanfaatkan kesempatan menjadi peluang yang akan melahirkan kreatifitas dalam pengembangan perpustakaan
4.Bersama masyarakat menjadikan perpustakaan lebih bermakna dengan cara swadaya dan potensi yang ada.
5.Pustakawan sebagai profesi yang sangat dicintai dan dibanggakan dimanapun dan kapanpun
6.Perpustakaan adalah jiwa dan kehidupan sepanjang masa bersama stake holder.
7.Perpustakaan selalu memiliki nilai jual untuk dapat berkembang dan terus memberikan manfaat buat masyarakat
8.Nilai adalah manfaat yang terus tergantikan dari waktu ke waktu sebagai  upaya mencapai sukses bersama.

Apakah Pustakawan harus memiliki passion ? harus, tanpa passion maka jadilah pustakawan biasa, apa adanya, dan bekerja sesuai ritme yang harus dijalani. Pustakawan yang memiliki passion akan melahirkan pustakawan entrepreneur sejati. Dan itu dahsyat sekali untuk bisa merubah masyarakat.

Pustakawan yang memiliki passion akan menjadi pustakawan mandiri dan memiliki jati diri, tidak sulit hanya niat dan upaya yang terus menerus dilakukan sebagai bentuk karya. Jika anda memaknai tulisan diatas dan merasakan sudah melakukan maka anda menjadi orang yang berbeda, anda adalah pustakawan yang memiliki passion, anda adalah pustakawan entrepreneurship. Anda akan diberikan kemudahan ketika anda menjalankan fungsi perpustakaan yang sebenarnya, dikatakan oleh Rosullullah bahwa sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain dan barang siapa yang bersunguh sungguh menjalani maka dia akan akan berhasil. 

Menjadi Pustakawan ber-Prestasi

Kalau paham dengan UU no 40 tahun 2007 (perseroan terbatas) dan UU no 43 tahun 2007 (perpustakaan) maka ruang lingkup kerja tidak hanya sebuah ruang atau gedung perpustakaan. Community development (com dev) adalah program yang terus dikembangkan perusahaan dalam menyalurkan csr nya (corporate social responsibility) atau disebut tanggung jawab sosial perusahaan. Kalau  comdev dipahami bahwa banyak yang bisa dikembangkan dari keberadaan perpustakaan maka pustakawan tidak akan habis peluang kerjanya. 
Tidak hanya itu saja, pustakawan berprestasi bisa diraih dengan membekali diri dari banyak sisi dalam mengekplore potensi, dari sisi bahasa dan komunikasi, dari sisi penampilan, kepribadian dan perilaku, dari sisi potensi relationship antar dan lintas komunitas, dari sisi kesempatan mengembangkan potensi dengan mengikuti berbagai kompetisi, dari sisi  keilmuwan dan pengembangan research. Sehingga dengan demikian pustakawan tidak sekedar menjadi pelayan tapi pustakawan menjadi mitra masyarakat menuju masyarakat cerdas dan berbudi pekerti. Rasanya tidak berlebihan dan sulit apabila setiap mahasiwa calon pustakawan membekali diri dengan berbagai ilmu yang membuat percaya diri (confident) sehingga tidak minder dan bangga mengatakan dari mahasiswa jurusan perpustakaan. Pencitraan menjadi penting dan itu berasal dimulai dari diri masing masing. Confident itu dirasakan apabila memang pustakawan mempunya kelebihan dengan memiliki bekal ilmu dan pengalaman yang cukup.  Anda ingin membuktikan ?
Apakah anda masih ragu bahwa pustakawan tidak memiliki prospek kehidupan yang baik
?
coba lakukan peluang yang dibawah ini:
1.  Pustakawan yang menekuni bidang design (gambar)
2.  Pustakawan yang menekuni bidang pengembangan konsep
3.  Pustakawan yang menekuni bidang Publik Relation
4.  Pustakawan yang menekuni bidang packaging informasi
5.  Pustakawan yang menekuni bidang media dan publikasi
6.  Pustakawan yang menekuni bidang Tehnologi dan Informasi
7.  Pustakawan yang menekuni bidang design interior
8.  Pustakawan yang menekuni bidang dokumentasi dan kearsipan
9.  Pustakawan yang menekuni bidang pengembangan komunitas
10. Pustakawan yang menkuni bidang layanan mobile (perpustakaan keliling)
11. Pustakawan yang menekuni bidang penulisan dan publishing
12. Pustakawan yang menekuni bidang arthefaq (kepurbakalaan)
13. Pustakawan yang menekuni bidang jurnalis
14. Pustakawan yang menekuni bidang research 
15. Pustakawan yang menekuni bidang penulusuran (searching informasi)
16. Pustakawan yang menekuni bidang parenting, (dunia dongeng)
17. Pustakawan yang menekuni bidang politik
18. Pustakawan yang menekuni bidang seni dan budaya 19. Pustakawan yang menekuni bidang pengajaran dan pendidikan
20. Pustakawan yang menekuni bidang kesehatan (data dan informasi khusus bidang kesehatan)
dan………………….masih banyak lagi.
Siap menerima tantangan untuk menjadikan peluang sebagai karya yang menjadikan anda bisa hidup seribu tahun lagi.
Salam
Trini Haryanti Jl Rungkut Asri Barat X/9 Surabaya 60293
Direktur Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia

Daftar Cuplikan
1.  http://id.wikipedia.org/wiki/Pustakawan
2.  http://kober.tripod.com/6.html
3.  http://www.bit.lipi.go.id/masyarakat-literasi/index.php/membangun-citra-pustakawan-
indonesia
4.  http://journal.ipb.ac.id/index.php/jpi/article/viewFile/2242/1263