Jumat, 05 Oktober 2018

Makrab Alus 2018: Jalin Keakraban Satukan Perbedaan

Makrab Alus 2018: Jalin Keakraban Satukan Perbedaan



Salam Literasi!
Dalam rangka menyambut Anggota Muda ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan 2018, Divisi Keanggotaan mengadakan Makrab guna membangun kekeluargaan di antara anggota ALUS. Makrab dilaksanakan pada tanggal 29 - 30 September 2018 di Shaba Outbond dengan tema “Jalin Keakraban Satukan Perbedaan”.  Tema ini dipilih dengan harapan setelah anggota muda bergabung dengan ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan, dapat melebur dan menyatukan tekad bersama.
Acara pembukaan dimulai pukul 10.00 WIB dan dilanjutkan dengan pengenalan setiap Divisi. Selain itu, anggota muda juga bergabung dengan divisi masing-masing. Dalam Pengenalan Divisi ini diharapkan dapat memberi pemahaman lebih lanjut tentang setiap Divisi di ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan kepada anggota muda.
Pada malam hari, diadakan diskusi santai tentang Ke-ALUS-an oleh demisioner Kak Almer Samantha Hidaya. Dalam diskusi ini pemateri dan peserta berdikusi tentang sejarah berdirinya ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan serta sharing pengalaman. Kemudian dilanjutkan dengan api unggun.
Pukul 02.00 dini hari, peserta dibangunkan untuk melaksanakan Pelantikan Anggota Muda. Anggota muda dilantik oleh Kak Hilman. Dengan dilantiknya anggota, berarti anggota muda dinyatakan secara resmi menjadi bagian dari ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan.
Tibalah pada saat yang ditunggu-tunggu, outbond. Setelah Olah raga pagi dan sarapan, outbond dilaksankan hingga pukul 09.00 WIB. Peserta melakukan Jelajah Shaba Outbond. Mulai dari uji kekompakan, uji ketangkasan, hingga uji kecakapan. Panitia dan peserta terlihat antusias dan menikmati arena outbond.
Dan yang terakhir, penutupan dilaksanakan pukul 11.00 WIB. Dalam penutupan diumumkan juga pemenang kategori, yaitu: Kelompok Ter-Gokil, Kelompok ter-Anteng, Kelompok Ter-Niat, dan Kelompok Ter-Kompak.
Setelah kegiatan makrab ini kami berharap semoga Keluarga ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan semakin erat dan mampu mengabdi kepada masyarakat. Semoga seluruh anggota dapat belajar dan berproses bersama. Salam Literasi!

Penerimaan Anggota Baru ALUS DIY 2018


Musim tahun ajaran baru adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh mahasiswa baru yang  telah selesai melaksanakan berbagai macam rangkaian tes di perguruan tinggi manapun, baik negeri maupun swasta, tidak ketinggalan juga UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Setelah semua mahasiswa baru ditetapkan sebagai mahasiswa resmi sebuah perguruan tinggi, akan muncul berbagai tawaran untuk ikut atau bergabung di sebuah UKM (Unit Kerja Mahasiswa), organisasi internal dan external, atau komunitas lain yang berada dilingkungan kampus.
Tidak mau ketinggalan ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Pepustakaan DIY juga mencari bakal calon penerus atau anggota muda ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Pepustakaan yang disebut dengan masa PAB (Penerimaan Anggota Baru). Sasaran anggota adalah mahasiswa jurusan Ilmu Perpustakaan baik itu S1 ataupun D3 di DIY, entah itu mahasiswa baru maupun mahasiswa lama. Kenapa? Karena ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Pepustakaan sendiri adalah sebuah asosiasi mahasiswa yang bergerak di bidang literasi, yang memiliki 4 divisi yakni Divisi Pers, Divisi PPM (Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat) , Divisi PP (Pengembangan Profesi) dan divisi Keanggotaan.
Tahun ajaran 2018/2019 ini semua pengurus dan anggota bekerja sama untuk menarik sebanyak-banyaknya anggota muda. Dengan visi yang sama namun kepemimpinan berbeda disetiap tahun. Kegiatan PAB ini merupakan program kerja rutin bahkan wajib dari salah satu divisi yang ada di ALUS, yakni Divisi Keanggotaan. Divisi keanggotaan selalu rutin melaksanakan program kerja terseut. Dengan didampingi oleh pengurus harian, penerimaan anggota baru diawali dengan membuka stand pendaftaran di lobi Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga pada tanggal 3 sampai dengan tanggal 14 September 2018. Selama kurang lebih 11 hari tersebut, tercatat sudah ada 61 mahasiswa yang mendaftar terdiri dari mahasiswa baru, mahasiswa semester 3, dan semester 5 .
Syarat untuk ikut bergabung pun cukup mudah, pertama peserta harus mendaftar dengan mengisi formulir serta membayar Rp 5.000,- saja. Kemudian yang kedua mengumpulkan karya salah satu dari fotografi / puisi / essay. Setelah mereka mendaftar maka mereka akan masuk ke tahap selanjutnya yakni sesi wawancara yang akan dilaksanakan pada tanggal 15 September 2018 di depan gedung Convention Hall UIN Sunan Kalijaga.

author: Isna

Wawancara ALUS


Dalam perekrutan anggota baru ALUS periode 2018/2019 ada beberapa langkah yang harus dilalui calon anggota muda. Salah satu dari langkah tersebut adalah wawancara, guna menyelidiki alasan para calon anggota muda untuk mendaftarkan diri di ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan. Wawancara diikuti oleh 61 calon anggota muda ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan yang berlangsung dalam dua sesi. Sesi yang pertama diselenggarakan pada hari Sabtu, 15 September 2018 di taman depan Convention Hall UIN Sunan Kalijaga. Dalam sesi pertama tersebut dihadiri oleh 17 calon anggota muda ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan, dan berlangsung mulai pukul 08.00 - 11.30 WIB. Acara yang berlangsung diiringi dengan pengenalan divisi-divisi yang ada di ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan itu dan games menarik agar peserta bisa saling mengenal dan akrab dengan peserta yang lain.  Dikarenakan, banyak calon anggota muda ALUS yang berhalangan hadir pada hari Sabtu maka diadakan sesi kedua pada hari Senin, 17 September 2018 diselenggarakan di taman Fakultas Adab dan Ilmu Budaya.

Dengan diadakan wawancara tersebut diharapkan para calon anggota muda ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan lebih mengenal dan menjadi generasi penerus kedepannya untuk menjadi lebih baik lagi.  Disertai dengan penjelasan-penjelasan dan alasan yang membangun diri mereka untuk mengetahui dan mengikuti program kerja ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan.

author: Amika

Selasa, 11 September 2018

[ALUS NGOLAH] Pengolahan Bahan Pustaka Di Perpustakaan Ki Hajar Dewantara SMA Negeri 1 Banguntapan


Pengolahan dan otomatisasi bahan pustaka merupakan salah satu kegiatan yang ditawarkan oleh ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan kepada seluruh anggotanya. Menjadi bagian kegiatan dibawah naungan Divisi Pengabdian Dan Pengembangan Masyarakat (PPM), pengolahan dan otomatisasi bahan pustaka dilakukan di perpustakaan-perpustakaan yang membutuhkan bantuan dari ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan baik di perpustakaan sekolah, perpustakaan desa hingga berbagai jenis perpustakaan lainnya. Bantuan ini biasanya dikarenakan perpustakaan-perpustakaan tengah mempersiapkan akreditasi maupun tengah mengikuti lomba perpustakaan baik tingkat kabupaten, provinsi hingga tingkat nasional. Kegiatan pengolahan dan otomatisasi bahan pustaka juga merupakan sarana bagi anggota-anggota ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dalam mengamalkan ilmu yang didapatkan di bangku perkuliahan dan sebagai bentuk usaha untuk menjadikan perpustakaan sebagai wahana pembelajaran seumur hidup.
Perpustakaan Ki Hajar Dewantara yang merupakan perpustakaan sekolah di bawah naungan SMA Negeri 1 Banguntapan menjadi salah satu perpustakaan yang meminta bantuan ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan untuk mengolah dan melakukan otomatisasi bahan pustaka yang dimiliki. Sebagai langkah untuk membantu SMA Negeri 1 Banguntapan dalam mempersiapkan akreditasi sekolah, pengolahan bahan pustaka di Perpustakaan Ki Hajar Dewantara SMA Negeri 1 Banguntapan dilakukan selama 25 hari yang dimulai pada tanggal 24 Juli 2018 hingga 19 Agustus 2018. Pengolahan di perpustakaan tersebut berada dibawah tanggung jawab Muh. Wildan Hidayat dan melibatkan 17 anggota ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan lainnya.
Pengolahan bahan pustaka di Perpustakaan Ki Hajar Dewantara SMA Negeri 1 Banguntapan meliputi klasifikasi bahan pustaka, entri bahan pustaka (proses otomatisasi), labeling hingga shelving. Bahan pustaka yang diolah di perpustakaan tersebut berupa koleksi monograf baik berupa koleksi referensi maupun koleksi sirkulasi atau koleksi perpustakaan yang dapat dipinjam dan dibawa pulang oleh pemustaka.
Jumlah koleksi Perpustakaan Ki Hajar Dewantara SMA Negeri 1 Banguntapan yang diolah berjumlah tidak kurang dari 2542 eksemplar dengan kesuluruhan jumlah judul mencapai sekitar 1768 judul bahan pustaka. Proses entri bahan pustaka menuju sistem otomatisasi perpustakaan dilakukan selama 22 hari. Proses entri bahan pustaka merupakan proses memasukkan identitas bahan pustaka yang sesuai dengan aturan baku yang berlaku kedalam sistem otomatisasi perpustakaan bernama ‘Slims.’ Identitas bahan pustaka yang dimaksud adalah Judul, Pengarang, Info Detail, Edisi, Kode Eksemplar, Kode Inventarisasi, Daerah Impresum (Penerbitan), Deskripsi Fisik, Catatan Khusus, Call Number, Nomor Standar, Subjek, Sumber Pemerolehan, Lokasi Rak dan identitas terkait lainnya.
Setelah dimasukkan kedalam sistem otomatisasi perpustakaan, call number dan barcode masing-masing bahan pustaka kemudian dicetak dan ditempelkan di punggung masing-masing bahan pustaka. Proses ini dikenal dengan proses labeling. Bahan pustaka tertentu tidak lupa diberi sampul dengan plastik khusus sebagai usaha perpustakaan dalam melakukan preservasi bahan pustaka sehingga bahan pustaka tidak mudah rusak dan sampul dapat bertahan lama juga tetap terlihat baru.
Selanjutnya, setelah melalui proses labeling, koleksi kemudian dikelompokkan berdasarkan nomor klasifikasi dan jenisnya, apakah bahan pustaka merupakan koleksi sirkulasi ataupun koleksi referensi. Nomor klasifikasi ini didasarkan pada subjek masing-masing bahan pustaka. Bahan pustaka yang telah disatukan dan diurutkan berdasarkan nomor klasifikasi maupun jenisnya, kemudian dijejerkan di rak koleksi dengan menggunakan sistem tertentu. Penjejeran koleksi di rak dengan menggunakan sistem tertentu inilah yang dikenal dengan shelving. Shelving sendiri merupakan proses terakhir dalam pengolahan bahan pustaka di Perpustakaan Ki Hajar Dewantara SMA Negeri 1 Banguntapan.
Selain membantu dalam pengolahan dan otomatisasi perpustakaan, anggota ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan juga secara aktif memberikan masukan maupun tips dan trik bagi Perpustakaan Ki Hajar Dewantara SMA Negeri 1 Banguntapan dalam hal proses pengolahan bahan pustaka lainnya maupun yang terkait dengan pelaksanaan perpustakaan pada umumnya. Masukan ini berupa memberi pemahaman mengenai bahan pustaka seperti apa yang dapat dikatakan sebagai koleksi perpustakaan baik koleksi yang dapat disirkulasikan maupun yang hanya dapat dibaca di tempat (referensi). Pemahaman akan penyusunan katalog, manajemen koleksi terbitan berseri hingga proses inventarisasi, penyiangan (weeding) dan pemberian nomor klasifikasi ataupun call number bahan pustaka juga merupakan hal-hal yang anggota ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan coba bagikan.

author: Wildan

[ALUS NGOLAH] PENGOLAHAN DI PUSTAKA DESA WUKIRSARI

Saat pengolahan

Pengolahan perpustakaan merupakan wujud kontribusi Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan (ALUS DIY ) dalam pengembangan perpustakaan tingkat desa. Hal ini juga salah satu bentuk rasa cinta ALUS DIY dalam proses pengabdian untuk masyarakat. Selama kurang lebih 2 bulan
anggota ALUS DIY mampu mengolah pusdes ini menjadi lebih baik. ALUS DIY mengolah sekitar 5000 eksemplar yang terdiri dari koleksi anak, fiksi, non fiksi, referensi, dan serial. Kegiatan pengolahan dimulai dari memberi cap pada buku, klasifikasi, inventaris, input ke slims, labeling hingga shelving. Dalam hal ini, Ilmu yang didapat di perkuliahan dapat langsung dipraktikkan di lapangan sehingga diharapkan mampu meningkatkan keahlian mahasiswa.

Proses Pengolahan

            Tahun 2018 ini, Setelah melalui proses yang sangat panjang, dari lomba tingkat kabupaten, provinsi dan akreditasi, Pustaka Desa Wukrsari dipercaya mewakili Provinsi DIY dalam lomba Perpustakaan Desa tingkat nasional. Alhamdulillah berkat usaha yang maksimal Pustaka Desa Wukirsari dapat menyabet Juara III se Indonesia. 


author: Rokhma

Rabu, 29 Agustus 2018

RAKER (Rapat Kerja) ALUS DIY Periode 2018/2019


Minggu (26/08/2018), telah diadakan Raker (Rapat Kerja) kepengurusan periode 2018/2019 di Joglo Mavista, Jl. Ronodigdayan 53, Bausasran mulai pukul 9 pagi hingga pukul 3 sore. Sebelumnya telah diadakan rapat untuk persiapan Raker pada Sabtu, 25 Agustus 2018 di Selasar Conventional Hall (CH) UIN Sunan Kalijaga. Raker dilaksanakan untuk membahas rancangan program kerja yang akan dilaksanakan pada satu periode ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan DIY, mulai dari tanggal/waktu pelaksanaan maupun bagaimana gambaran dari program kerja masing-masing divisi.
Pertama, Pengurus Harian (PH)  menjelaskan struktur organisasi ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perputakaan DIY Periode 2018/2019 dan Program Kerja dari Pengurus Harian (PH) baik yang sudah terlaksana maupun yang belum terlaksana. Proker yang sudah terlaksana yaitu Pelantikan & Upgrading serta Rapat Kerja yang sedang terlaksana. Sedangkan Program Kerja dari PH yang belum terlaksana yakni Rapat 3 bulanan, Rapat Tengah Tahun, Pembuatan Seragam & KTA, Alus Speak Up, dan Launching Mars ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan DIY.
Kedua, dilanjutkan pemaparan dari tiap divisi, dengan memaparkan struktur keanggotaan tiap divisi dan program kerja yang termasuk proker maupun non proker. Dari divisi Keanggotaan, proker yang akan dilaksanakan dekat-dekat ini yaitu PAB (Pendaftaran Anggota Baru), meliputi Sosialisasi Organisasi dan Tahap Wawancara anggota baru yang akan dilaksanakan pada bulan September mendatang. Anggota baru yang telah terdaftar akan menjalani Makrab pada tanggal 6-7 Oktober 2018. Dan program kerja terakhir dari divisi ini adalah perayaan Ulang tahun ke 12 ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan DIY. Selain itu kegiatan non proker yang akan dilaksanakan dari divisi keanggotaan yaitu Kumpul rutin anggota, Alus Piknik, dan Alus Peek a Book.
Kemudian dari Divisi Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (PPM) menjelaskan tentang proker yang akan dilaksanakan yaitu Alus Goes to School (AGTS) yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan November di DIY dan Jawa Tengah dan Jogja Membaca 8 pada bulan April. Dari divisi ini menambahkan program diluar proker yakni Pengolahan perpustakaan dan Lapak Baca. Pada periode ini telah terlaksana 2 kali pengolahan perpustakaan di Perpustakaan Desa Wukirsari dan Perpustakaan SMA N 1 Banguntapan.
Dari divisi Pengembangan Profesi (PP), proker yang akan mereka adakan adalah Alus Study Tour yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Februari, Pustakawan Plus dengan mengambil tema tentang pengolahan manuskrip, Pelatihan Slims yang akan diadakan selama 3 kali pada periode ini, dan diskusi kepustakawanan.
Terakhir dari Divisi Pers. Program Kerja yang telah terlaksana pada periode ini adalah pengelolaan sosmed berupa upload ucapan hari-hari besar baik nasional maupun internasional dan kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan DIY, Pelatihan Jurnalistik yang akan dilaksanakan bulan Februari, Kabar Alus, dan Video Tahunan. Non proker dari divisi pers membuat bulletin sebanyak 2 kali dalam 1 periode.
Semoga kedepannya setiap program dari setiap divisi maupun PH dapat terlaksana dengan lancar, dan semoga setiap acara yang dilaksanakan dapat menambah keharmonisan di organisasi ALUS DIY. Salam Literasi!

Author : Dewi

Rabu, 04 Juli 2018

Pojok Digital - Hikmah Gejolak Media Sosial


RENTANG tahun 2017 – 2018, media sosial ramai polemik. Selain memang karena developer aplikasi media sosial harus rutin mengeluarkan update fitur secara berkala, beberapa waktu lalu ada sekumpulan berita ‘hangat’. Facebook, sasalh satu media sosial terbesar berencana mengeluarkan ‘project space’. Layanan ini, memungkinkan pengguna berinteraksi ‘lebih nyata’di Facebook melalui perangkat VR. Namun, naasnya Facebook juga tengah diterjang isu mengenai bocornya data pribadi via insiden Cambridge Analytica. Instagram, yang juga anak perusahaan facebook, tengah diuji militansi usernya. Algoritma Instagram yang baru (based on engagement) dinilai ‘merugikan’ dan banyak user mengajukan kembali pada algoritme lama (based on time). Di saat yang sama, muncullah Vero, aplikasi pesaing instagram (dan Facebook) yang memiliki slogan ‘lebih realistis’.
Jagad maya Indonesia juga tidak lepas dari hiruk pikuk pemblokiran situs atau aplikasi yang disinyalir menghadirkan konten yang ‘tidak layak’. Sebut saja Telegram sebagai contoh, atau WhatsApp dan Tumblr. Meski pada akhirnya memang ada mediasi terhadap situs-aplikasi di atas dan akhirnya ada pencabutan atau pending (terus dimediasikan agar pemblokirannya dihapus). Dari sekian banyak pemblokiran tersebut, rasanya ada beberapa hal yang bisa kita jadikan renungan bersama.
Pertama, tingkat kepedulian masyarakat atas konten negative. Beberapa tindakan pemblokiran yang dilakukan pemerintah (Kominfo) juga berdasarkan laporan dari masyarakat. Semakin hari masyarakat kita sudah semakin paham dan peduli untuk melakukan pengawasan terhadap situs atau aplikasi yang dinilai memuat konten negatif.
Kedua, terus menjaga sikap hati-hati dalam berinternet khususnya dalam bermedia sosial. Para pengembang aplikasi dan penyedia informasi cenderung menghadirkan fitur dan hal baru yang sesuai dengan minat masyarakat. Untuk sekian persen, dapat diasumsikan bahwa media sosial dan internet mencerminkan seperti apa masyarakat secara umum.
Epilog. Kita patut terus bertanya apakah internet dan media sosial itu bebas nilai atau bebas ‘diisi’ nilai? Arus informasi yang sangat pesat terus mengikis batas dunia maya dan dunia nyata, menguatkan term ‘world citizens’. Informasi pribadi adalah informasi publik, pun sebaliknya. Pada akhirnya, segala perubahan tersebut selalu bergantung pada bagaimana kita merespons dan bersikap sesuai pemahaman masing-masing.

(Akmal Faradise, pemerhati TI di Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)-g