Selasa, 11 September 2018

[ALUS NGOLAH] Pengolahan Bahan Pustaka Di Perpustakaan Ki Hajar Dewantara SMA Negeri 1 Banguntapan


Pengolahan dan otomatisasi bahan pustaka merupakan salah satu kegiatan yang ditawarkan oleh ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan kepada seluruh anggotanya. Menjadi bagian kegiatan dibawah naungan Divisi Pengabdian Dan Pengembangan Masyarakat (PPM), pengolahan dan otomatisasi bahan pustaka dilakukan di perpustakaan-perpustakaan yang membutuhkan bantuan dari ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan baik di perpustakaan sekolah, perpustakaan desa hingga berbagai jenis perpustakaan lainnya. Bantuan ini biasanya dikarenakan perpustakaan-perpustakaan tengah mempersiapkan akreditasi maupun tengah mengikuti lomba perpustakaan baik tingkat kabupaten, provinsi hingga tingkat nasional. Kegiatan pengolahan dan otomatisasi bahan pustaka juga merupakan sarana bagi anggota-anggota ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dalam mengamalkan ilmu yang didapatkan di bangku perkuliahan dan sebagai bentuk usaha untuk menjadikan perpustakaan sebagai wahana pembelajaran seumur hidup.
Perpustakaan Ki Hajar Dewantara yang merupakan perpustakaan sekolah di bawah naungan SMA Negeri 1 Banguntapan menjadi salah satu perpustakaan yang meminta bantuan ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan untuk mengolah dan melakukan otomatisasi bahan pustaka yang dimiliki. Sebagai langkah untuk membantu SMA Negeri 1 Banguntapan dalam mempersiapkan akreditasi sekolah, pengolahan bahan pustaka di Perpustakaan Ki Hajar Dewantara SMA Negeri 1 Banguntapan dilakukan selama 25 hari yang dimulai pada tanggal 24 Juli 2018 hingga 19 Agustus 2018. Pengolahan di perpustakaan tersebut berada dibawah tanggung jawab Muh. Wildan Hidayat dan melibatkan 17 anggota ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan lainnya.
Pengolahan bahan pustaka di Perpustakaan Ki Hajar Dewantara SMA Negeri 1 Banguntapan meliputi klasifikasi bahan pustaka, entri bahan pustaka (proses otomatisasi), labeling hingga shelving. Bahan pustaka yang diolah di perpustakaan tersebut berupa koleksi monograf baik berupa koleksi referensi maupun koleksi sirkulasi atau koleksi perpustakaan yang dapat dipinjam dan dibawa pulang oleh pemustaka.
Jumlah koleksi Perpustakaan Ki Hajar Dewantara SMA Negeri 1 Banguntapan yang diolah berjumlah tidak kurang dari 2542 eksemplar dengan kesuluruhan jumlah judul mencapai sekitar 1768 judul bahan pustaka. Proses entri bahan pustaka menuju sistem otomatisasi perpustakaan dilakukan selama 22 hari. Proses entri bahan pustaka merupakan proses memasukkan identitas bahan pustaka yang sesuai dengan aturan baku yang berlaku kedalam sistem otomatisasi perpustakaan bernama ‘Slims.’ Identitas bahan pustaka yang dimaksud adalah Judul, Pengarang, Info Detail, Edisi, Kode Eksemplar, Kode Inventarisasi, Daerah Impresum (Penerbitan), Deskripsi Fisik, Catatan Khusus, Call Number, Nomor Standar, Subjek, Sumber Pemerolehan, Lokasi Rak dan identitas terkait lainnya.
Setelah dimasukkan kedalam sistem otomatisasi perpustakaan, call number dan barcode masing-masing bahan pustaka kemudian dicetak dan ditempelkan di punggung masing-masing bahan pustaka. Proses ini dikenal dengan proses labeling. Bahan pustaka tertentu tidak lupa diberi sampul dengan plastik khusus sebagai usaha perpustakaan dalam melakukan preservasi bahan pustaka sehingga bahan pustaka tidak mudah rusak dan sampul dapat bertahan lama juga tetap terlihat baru.
Selanjutnya, setelah melalui proses labeling, koleksi kemudian dikelompokkan berdasarkan nomor klasifikasi dan jenisnya, apakah bahan pustaka merupakan koleksi sirkulasi ataupun koleksi referensi. Nomor klasifikasi ini didasarkan pada subjek masing-masing bahan pustaka. Bahan pustaka yang telah disatukan dan diurutkan berdasarkan nomor klasifikasi maupun jenisnya, kemudian dijejerkan di rak koleksi dengan menggunakan sistem tertentu. Penjejeran koleksi di rak dengan menggunakan sistem tertentu inilah yang dikenal dengan shelving. Shelving sendiri merupakan proses terakhir dalam pengolahan bahan pustaka di Perpustakaan Ki Hajar Dewantara SMA Negeri 1 Banguntapan.
Selain membantu dalam pengolahan dan otomatisasi perpustakaan, anggota ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan juga secara aktif memberikan masukan maupun tips dan trik bagi Perpustakaan Ki Hajar Dewantara SMA Negeri 1 Banguntapan dalam hal proses pengolahan bahan pustaka lainnya maupun yang terkait dengan pelaksanaan perpustakaan pada umumnya. Masukan ini berupa memberi pemahaman mengenai bahan pustaka seperti apa yang dapat dikatakan sebagai koleksi perpustakaan baik koleksi yang dapat disirkulasikan maupun yang hanya dapat dibaca di tempat (referensi). Pemahaman akan penyusunan katalog, manajemen koleksi terbitan berseri hingga proses inventarisasi, penyiangan (weeding) dan pemberian nomor klasifikasi ataupun call number bahan pustaka juga merupakan hal-hal yang anggota ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan coba bagikan.

author: Wildan

[ALUS NGOLAH] PENGOLAHAN DI PUSTAKA DESA WUKIRSARI

Saat pengolahan

Pengolahan perpustakaan merupakan wujud kontribusi Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan (ALUS DIY ) dalam pengembangan perpustakaan tingkat desa. Hal ini juga salah satu bentuk rasa cinta ALUS DIY dalam proses pengabdian untuk masyarakat. Selama kurang lebih 2 bulan
anggota ALUS DIY mampu mengolah pusdes ini menjadi lebih baik. ALUS DIY mengolah sekitar 5000 eksemplar yang terdiri dari koleksi anak, fiksi, non fiksi, referensi, dan serial. Kegiatan pengolahan dimulai dari memberi cap pada buku, klasifikasi, inventaris, input ke slims, labeling hingga shelving. Dalam hal ini, Ilmu yang didapat di perkuliahan dapat langsung dipraktikkan di lapangan sehingga diharapkan mampu meningkatkan keahlian mahasiswa.

Proses Pengolahan

            Tahun 2018 ini, Setelah melalui proses yang sangat panjang, dari lomba tingkat kabupaten, provinsi dan akreditasi, Pustaka Desa Wukrsari dipercaya mewakili Provinsi DIY dalam lomba Perpustakaan Desa tingkat nasional. Alhamdulillah berkat usaha yang maksimal Pustaka Desa Wukirsari dapat menyabet Juara III se Indonesia. 


author: Rokhma

Rabu, 29 Agustus 2018

RAKER (Rapat Kerja) ALUS DIY Periode 2018/2019


Minggu (26/08/2018), telah diadakan Raker (Rapat Kerja) kepengurusan periode 2018/2019 di Joglo Mavista, Jl. Ronodigdayan 53, Bausasran mulai pukul 9 pagi hingga pukul 3 sore. Sebelumnya telah diadakan rapat untuk persiapan Raker pada Sabtu, 25 Agustus 2018 di Selasar Conventional Hall (CH) UIN Sunan Kalijaga. Raker dilaksanakan untuk membahas rancangan program kerja yang akan dilaksanakan pada satu periode ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan DIY, mulai dari tanggal/waktu pelaksanaan maupun bagaimana gambaran dari program kerja masing-masing divisi.
Pertama, Pengurus Harian (PH)  menjelaskan struktur organisasi ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perputakaan DIY Periode 2018/2019 dan Program Kerja dari Pengurus Harian (PH) baik yang sudah terlaksana maupun yang belum terlaksana. Proker yang sudah terlaksana yaitu Pelantikan & Upgrading serta Rapat Kerja yang sedang terlaksana. Sedangkan Program Kerja dari PH yang belum terlaksana yakni Rapat 3 bulanan, Rapat Tengah Tahun, Pembuatan Seragam & KTA, Alus Speak Up, dan Launching Mars ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan DIY.
Kedua, dilanjutkan pemaparan dari tiap divisi, dengan memaparkan struktur keanggotaan tiap divisi dan program kerja yang termasuk proker maupun non proker. Dari divisi Keanggotaan, proker yang akan dilaksanakan dekat-dekat ini yaitu PAB (Pendaftaran Anggota Baru), meliputi Sosialisasi Organisasi dan Tahap Wawancara anggota baru yang akan dilaksanakan pada bulan September mendatang. Anggota baru yang telah terdaftar akan menjalani Makrab pada tanggal 6-7 Oktober 2018. Dan program kerja terakhir dari divisi ini adalah perayaan Ulang tahun ke 12 ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan DIY. Selain itu kegiatan non proker yang akan dilaksanakan dari divisi keanggotaan yaitu Kumpul rutin anggota, Alus Piknik, dan Alus Peek a Book.
Kemudian dari Divisi Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (PPM) menjelaskan tentang proker yang akan dilaksanakan yaitu Alus Goes to School (AGTS) yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan November di DIY dan Jawa Tengah dan Jogja Membaca 8 pada bulan April. Dari divisi ini menambahkan program diluar proker yakni Pengolahan perpustakaan dan Lapak Baca. Pada periode ini telah terlaksana 2 kali pengolahan perpustakaan di Perpustakaan Desa Wukirsari dan Perpustakaan SMA N 1 Banguntapan.
Dari divisi Pengembangan Profesi (PP), proker yang akan mereka adakan adalah Alus Study Tour yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Februari, Pustakawan Plus dengan mengambil tema tentang pengolahan manuskrip, Pelatihan Slims yang akan diadakan selama 3 kali pada periode ini, dan diskusi kepustakawanan.
Terakhir dari Divisi Pers. Program Kerja yang telah terlaksana pada periode ini adalah pengelolaan sosmed berupa upload ucapan hari-hari besar baik nasional maupun internasional dan kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan DIY, Pelatihan Jurnalistik yang akan dilaksanakan bulan Februari, Kabar Alus, dan Video Tahunan. Non proker dari divisi pers membuat bulletin sebanyak 2 kali dalam 1 periode.
Semoga kedepannya setiap program dari setiap divisi maupun PH dapat terlaksana dengan lancar, dan semoga setiap acara yang dilaksanakan dapat menambah keharmonisan di organisasi ALUS DIY. Salam Literasi!

Author : Dewi

Rabu, 04 Juli 2018

Pojok Digital - Hikmah Gejolak Media Sosial


RENTANG tahun 2017 – 2018, media sosial ramai polemik. Selain memang karena developer aplikasi media sosial harus rutin mengeluarkan update fitur secara berkala, beberapa waktu lalu ada sekumpulan berita ‘hangat’. Facebook, sasalh satu media sosial terbesar berencana mengeluarkan ‘project space’. Layanan ini, memungkinkan pengguna berinteraksi ‘lebih nyata’di Facebook melalui perangkat VR. Namun, naasnya Facebook juga tengah diterjang isu mengenai bocornya data pribadi via insiden Cambridge Analytica. Instagram, yang juga anak perusahaan facebook, tengah diuji militansi usernya. Algoritma Instagram yang baru (based on engagement) dinilai ‘merugikan’ dan banyak user mengajukan kembali pada algoritme lama (based on time). Di saat yang sama, muncullah Vero, aplikasi pesaing instagram (dan Facebook) yang memiliki slogan ‘lebih realistis’.
Jagad maya Indonesia juga tidak lepas dari hiruk pikuk pemblokiran situs atau aplikasi yang disinyalir menghadirkan konten yang ‘tidak layak’. Sebut saja Telegram sebagai contoh, atau WhatsApp dan Tumblr. Meski pada akhirnya memang ada mediasi terhadap situs-aplikasi di atas dan akhirnya ada pencabutan atau pending (terus dimediasikan agar pemblokirannya dihapus). Dari sekian banyak pemblokiran tersebut, rasanya ada beberapa hal yang bisa kita jadikan renungan bersama.
Pertama, tingkat kepedulian masyarakat atas konten negative. Beberapa tindakan pemblokiran yang dilakukan pemerintah (Kominfo) juga berdasarkan laporan dari masyarakat. Semakin hari masyarakat kita sudah semakin paham dan peduli untuk melakukan pengawasan terhadap situs atau aplikasi yang dinilai memuat konten negatif.
Kedua, terus menjaga sikap hati-hati dalam berinternet khususnya dalam bermedia sosial. Para pengembang aplikasi dan penyedia informasi cenderung menghadirkan fitur dan hal baru yang sesuai dengan minat masyarakat. Untuk sekian persen, dapat diasumsikan bahwa media sosial dan internet mencerminkan seperti apa masyarakat secara umum.
Epilog. Kita patut terus bertanya apakah internet dan media sosial itu bebas nilai atau bebas ‘diisi’ nilai? Arus informasi yang sangat pesat terus mengikis batas dunia maya dan dunia nyata, menguatkan term ‘world citizens’. Informasi pribadi adalah informasi publik, pun sebaliknya. Pada akhirnya, segala perubahan tersebut selalu bergantung pada bagaimana kita merespons dan bersikap sesuai pemahaman masing-masing.

(Akmal Faradise, pemerhati TI di Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)-g

PELANTIKAN DAN UPGRADING ALUS 2018/2019


Pada 03 Mei 2018 diadakan pelantikan dan upgrading ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Periode 2018/2019 di LKIS Sorowajan. Acara tersebut dimulai pada pukul 09.34 WIB oleh pembawa acara. Setelah pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Anjaryani dan dilanjut dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta.
Pelantikan pengurus ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Periode 2018/2019 dipandu oleh ketua umum ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan periode 2018/2019 Trismi dengan membacakan ikrar dan meresmikan pengurus ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan periode 2018/2019. Acara pelantikan ini dihadiri oleh pendiri ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan, Supriadi Jhondi.,SIP.,MIP, Demisioner ALUS Asosisasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan, dan anggota ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan periode 2017/2018.
Setelah peresmian pengurus ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dilanjut dengan sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama oleh Ketua Umum ALUS periode 2017/2018, Risky Agus Prayitno. Sambutan kedua oleh Ketua Umum ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan, Trismi dan sambutan terakhi oleh perwakilan Demisioner ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan yakni Bapak Supriadi Jhondi. Kemudian acara pelantikan pengurus ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan ditutup dengan pembacaan doa.
Setelah acara pelantikan ditutup, dilanjut dengan upgrading yang bertujuan untuk memperkenalkan ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan secara lebih mendalam dan beberapa hal dalam bidang kepemimpinan, kesekretariatan, pembukuan, dan beberapa hal dalam bidang kepengurusan. Upgrading ini  dimulai dengan acara ke ALUS an yang disampaikan oleh pendiri ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan yaitu Supriadi Jhondi, SIP.,MIP.
Kemudian dilanjutkan dengan upgrading pengurus dan keanggotaan yang dilakukan dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu bagian kesekretariatan dan pembukuan bersama Sitta dan Erlin Yufita Widiyastuti, bagian kepemimpinan bersama Lusia Ega Andriana, SIP., dan keanggotaan  bersama Furqan. Acara pelantikan dan upgrading ditutup dengan berbuka puasa bersama seluruh peseerta baik pengurus maupun demisioner.
Setelah diadakan Pelantikan dan Upgrading ini kami berharap ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dapat lebih baik dan berguna bagi masyarakat.

Selasa, 22 Mei 2018

ALUS SPEAK UP " Be Yourself, Be Together"



Sabtu, 12 Mei 2018 ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan menyelenggarakan Program Kerja terakhir sebelum adanya Rapat Akhir Kepengurusan (RAK) yaitu Program Kerja Speak Up. Kegiatan Speak Up ini merupakan kegiatan yang berisi tentang unjuk kreativitas setiap divisi yang ada di ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan yakni divisi Pers, divisi Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat, divisi Pengembangan Profesi, divisi Keanggotaan, serta tak lupa Pengurus Harian.

ALUS Speak Up kali ini diselenggarakan di Padepokan Hizbul Wathan Kwarda Kota Jogja dengan tema “ALUS Speak Up – Be yourself, Be Together”. Acara ini bersifat internal jadi hanya dihadiri oleh demisioner serta anggota ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan saja.


Rangkaian acara pada acara ini dimulai setelah pemberian sambutan dari ketua panitia yakni Muh. Wildan Hidayat dan sambutan ketua umum ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan yakni Rizky Agus Prayitno. Setelah itu dilanjutkan penampilan setiap divisi yang dimulai dari divisi Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat yang menampilkan pertunjukan drama musikal yang sangat kompak. Dilanjut oleh penampilan dari Divisi Keanggotaan yang menampilakan pertunjukan dance kontemporer yang menggabungkan tari modern dengan tari tradisional. Sedangkan divisi Pengembangan Profesi menampilkan pertunjukan acapella yang sangat harmonis. Diikuti oleh divisi Pers yang menampilakan pertunjukan tari komedi yang memecahkan suasana pada malam hari itu. Terakhir penampilan ditutup oleh Pengurus Harian yang menampilkan akustik dan mulai bernyanyi bersama dengan semua penonton.

Dalam rangkaian acara ini tak hanya penampilan setiap divisi yang ada di ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan saja. Tetapi juga ada pemberian pemenang nominasi-nominasi yang telah dipersiapkan oleh panitia dengan voting yang diambil dari seluruh anggota untuk mengenang anggota-anggota yang membuat kesan lebih di ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan periode ini.

Acara berjalan dengan hangat dan akrab dalam suasana kekeluargaan. ALUS Speak Up 2018 di tujukan untuk merekatkan kembali setiap anggota dan demisioner yang ada di ALUS agar kedepan lebih solid dan dapat berkarya lebih baik lagi.





Oleh Iis Rahmawati

Minggu, 20 Mei 2018

Jogja Membaca #7 Gencarkan literasi, dunia dalam genggaman.





Sabtu, 28 April 2018 telah terselenggara Jogja Membaca yang ke-7. Jogja membaca 7 merupakan salah satu program kerja yang menjadi program devisi Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (PPM). Sebagaimana Jogja Membaca pada periode-periode sebelumnya, Jogja Membaca dilaksankan secara terbuka. Adapun pelaksanaannya bertempat di Monumen Serangan 1 Maret Yogyakarta.

Jogja Membaca ke-7 ini dihadiri oleh Anggota Alus dan Demisioner Alus pastinya. Selain itu juga turut menghadirkan beberapa Komunitas Taman Bacaan, Seperti TBM Kerai, TBM Mata Aksara, Perpustakaan masjid Gedhe Kauman dan Goboek Helikopter.  Acara yang awali dengan berbagai pertunjukan tari dari Anggota ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan, dilanjukan sambutan dari ketua umum ALUS periode 2017-2018 dan ketua panitia Jogja Membaca 7,  secara resmi dibuka degan pemukulan gong oleh Bp. Budiyono selaku perwakilan dari Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Yogyakarta (BPAD DIY).

Memasuki acara inti, Pemateri yang terdiri dari Ibu Sri Rohyanti Zulaikha., S.Ag., S.IP., M.Si, Bapak Muhsin, Bapak Budiyono dan Bapak Cahyo Supartomo yang menyampaikan materi seputar literasi. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan literasi sangatlah penting sebagai sejarah kedepanya. Sebagai sebuah organisasi dalam bidang litrasi yang telah melaksanakan kegiatan Jogja membaca 7 tertantang untuk membuat buku atassejarah perjalanan kegiatan Jogja Membaca 1 sampai jogja membaca 7.
Melangkah pada Akhir acara dari kegiatan Jogja Membaca 7, seluruh kegiatan dititp dengan Penampilan Teater Jam Malam, Games-games dari Anggota Alus Asosiasi Mahasiswa Ilmu perpustakaan, Pertunjukan Angklung dari Simpay dan terakhir persembahan puisi yang disampaikan oleh Tan.

Dengan mengusung tema “Gencarkan literasi, Dunia dalam gengga,man” diharapkan para generasi muda akan lebih aktif dan gencar terahadap pengembangan dan penyebarluasan budaya literasi sehingga dapat menorehkan sejarah literasi secara mendunia.







Oleh Kristianti Setiadewi