Selasa, 10 April 2018

11 Tahun Alus Diy “Rengkuhan Kekeluargaan Melodi Keharmonisan”



       

       Dalam rangka memperingati ulang tahun Alus ke-11 yang jatuh pada tanggal 7 Maret 2018, jajaran anggota ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan beserta demisioner melaksanakan kegiatan peringatan ulang tahun di Goa Selarong, Pajangan, Bantul hari Sabtu, 10 Maret 2018 melalui divisi keanggotaan dengan tema Rengkuhan Kekeluargaan Melodi Keharmonisan.

     Mulanya beberapa anggota serta panitia berkumpul di UIN Sunan Kalijaga pukul 7 pagi, kemudian berangkat bersama ke Goa Selarong pukul 08.30 dan sampai di tempat sekitar jam 09.00. Disambung dengan pembagian kelompok outbond (game) berupa estafet gelang, air, tepung dan merayap di haling rintang. Baik anggota maupun demisioner saling membaur dalam outbond tersebut.
          Memasuki acara inti sekitar pukul 11.30 semua peserta berkumpul di pendopo. Dibuka dengan berbagi keluh kesah semua anggota aktif selama 1 tahun periode, kemudian dilanjutkan ishoma. Setelah itu acara kembali dimulai dengan sambutan ketua umum ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan salah satu perwakilan demisioner yang sekaligus membacakan doa, kemudian potong tumpeng sebagai simbol peringatan.

Pada kesempatan tersebut, Demisioner membagikan cerita pengalaman mereka mengenai PPL di semester 6 dan memberikan saran agar anggota semester 2 tidak terlalu santai dengan tugas dan mulai memikirkan semester kedepannya. Bahkan sedikit terungkap kisah melesatnya ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustkaan dalam cerita beliau. Dimana kesuksesan ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan pernah meluas hingga ke Universitas Brawijaya dan mengikuti seminar HMPII. Tak hanya mengenai pengalaman dan Cerita mengenai ALUS, hal-hal mengenai perpustakaan di Luar Jawa yang masih terkendala dibeberapa teknis juga tersampaikan.

Dengan mengusung tema “Rengkuhan Kekeluargaan Melodi Keharmonisan” semoga tidak hanya anggota yang aktif, namun juga bersama demisioner semuanya dapat membangun rasa kekeluargaan yang erat serta semakin solid sehingga kedepannya Alus Diy bisa menjadi lebih sukses. Aamiin…

Oleh : Kristianti Setiadewi

ALUS Study Tour Goes To Solo




Alus Study Tour Goes to Solo, kegiatan pertama dari ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan melalui divisi Pengembangan Profesi yang menyelenggarakan perjalanan kunjungan. Berbeda dari acara tahun-tahun sebelumnya, pada hari Jumat, 16 Maret 2018 ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan mengadakan kunjungan ke Solo. Tepatnya ke Monumen Pers Nasional, Masjid Agung Solo dan Penerbit Tiga Serangkai.

Sebanyak 53 peserta yang terdiri dari 52 anggota aktif Alus DIY dan seorang demisioner berpartisipasi dalam ALUS tour ini. Mulai pukul 07.30 WIB denganmenggunakan satu unit bis dan 2 sepeda motor kami menempuh 2 jam perjalanan menuju Monumen Pers Nasional.
Dengan sambutan hangat pihak Monumen Pers Nasional, kami mulai dikenalkan dengan sejarahberdirinya monumen pers, pers pada masa lalu,  koleksi di monumen pers, perawatan koleksi dan berbagai hal yang ada di monumen pers.
Pada pukul 11.00 WIB kami berniat untuk melanjutkan perjalanan ke Masjid Agung Solo untuk melaksanakan sholat jum’at (bagi yang putra) dan sholat dzuhur (putri). selain itu kami juga menyempatkan makan siang bersama sebelum melanjutkan menuju tempat selanjutnya yaituPenerbit Tiga Serangkai.

Tak kalah hangat sambutan dari Penerbit Tiga Serangkai, saat kami tiba pada pukul 14.30 WIB, kami segera diarahkan menuju ruang diskusi. Disini kami mulai dikenalkan segala sesuatu mengenai Penerbit Tiga Serangkai, mulai dari sejarah, perjalanan, produk-produknya dan berbagai cerita menarik mengenai penerbitan, buku dan suka dukanya dalam dunia penulis, penerbitan dan bisnis.
Tak terhenti pada sharing dalam ruang diskusi, kami diajak berkeliling keseluruh tempat produksi Penerbit Tiga Serangkai, mulai dari tempat editor, percetakan sampai di toko buku milik Penerbit Tiga Serangkai. 


Merasa sudah cukup, setelah sholat asar kami mengakhiri perjalanan di Solo dengan foto bersama di Penerbit Tiga Serangkai.Dengan keadaan hujan turun kami mulai melanjutkan perjalanan pulang yang membuat waktu perjalanan menjadi agak lama karena lalu lintas yang kurang lancar.
Berangkat dari pengalaman perjalanan ini, semoga Alus DIY kedepannya dapat melaksanakan berbagai program kerja yang lebih menarik lagi dan memberikan wawasan yang luas bagi para anggotanya lebih dari ini.
.

Senin, 26 Februari 2018

CITIZEN JOURNALISM, JURNALIS WARGA BERSAMA ALUS DIY BELAJAR MEMBUAT VIDEO LIPUTAN






Sabtu, 24 Februari 2018, ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan melalui Divisi Pers mengadakan pelatihan jurnalistik di Gedung  Sasana Widya Parwa Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Bantul, Yogyakarta dengan tema “Citizen Journalism: belajar membuat video liputan”. Acara pelatihan ini dihadiri oleh 40 Peserta yang terdiri dari kalangan mahasiswa dari berbagai kampus di Yogyakarta dan di luar daerah kota yogyakarta serta beberapa Demisioner ALUS DIY.

Bersama Kak Aji Sukma, Seorang Citizen Journalist NET.TV, Acara yang berlangsung mulai pukul 09.30 ini dilaksanakan dengan sambutan-sambutan yang disambung dengan pengenalan citizen journalism oleh kak Aji. Dalam pengenalan Citizen Journalist (Jurnalis warga) atau yang sering disebut dengan CJ, kak Aji memberi tahukan beberapa syarat ketika kita menjadi CJ. Diantaranya yaitu bahwa kita tidak boleh melanggar etika jurnalistik, hindari asumsi atau opini sendiri ketika menyebarkan berita yang bisa menyebabkan fitnah, tidak menuliskan sesuatu yang dapat menghancurkan reputasi orang lain, dan tidak boleh memaksakan orang untuk menjadi narasumber berita kita serta yang pasti berita harus memuat 5W+1H.

Nah, untuk tips suksesnya wawancara yang aman buat kita dan kemungkinan besar untuk kita bisa mendapatkan berita dari narasumber adalah jangan pernah memperkenalkan diri anda berasal dari suatu media atau mengatas namakan media ketika hendak melakukan aktifitas CJ. Karena anda memang bukan dari media tersebut dan CJ ini merupakan kepentingan anda sendiri.

Berbagai jenis berita yang dapat di liput oleh CJ-pun di jelaskan dalam sesi penyampaian materi ini. Seperti Public Affair, bisnis, inspiring, kuliner, moment atau peristiwa dan lain sebagainya. Tak lupa cara penulisan narasi yang bisa kita kirim juga tersampaikan oleh kak Aji.

Setelah penyampaian materi dan ditambah dengan pengenalan software untuk edit video, Peserta di arahkan panitia untuk terbagi kedalam beberapa 8 kelompok guna melaksanakan praktek take video dan nantinya diedit masing-masing pribadi. Walaupun pengeditan pribadi namun dalam kelompok hanya video yang disepakati kelompok yang dapat diajukan untuk dilombakan dalam acara ini.

Sekitar pukul 15.30 WIB, acara pelatihan jurnalistik berakhir dengan pemberian hadiah pada para pemenang lomba video liputan dan kepada beberapa peserta aktif. Kemudian disambung dengan pemberian kenang-kenangan kepada Kak Aji Sukma yang berlanjut kepada sesi foto bersama seluruh panitia, peserta dan tentunya bersama pemateri.

Setelah terlaksananya acara pelatihan jurnalistik kali ini, dari pihak ALUS DIY berharap para peserta dapat terbantu untuk mendalami dunia CJ kedepannya dan tidak minder menjadi CJ pemula.

Sebagai tambahan kak Aji membagikan kriteria berita yang biasanya disukai NET.TV, MetroTV dan TVRI. Untuk NET.TV (www.netcj.co.id)  berita dengan  model “Jaman Now” lebih disukai, Untuk TVRI ini lebih membebaskan berita dan jenisnya apapun kemungkinan bisa tayang, terkahir untuk berita yang disuaki Trans7 yaitu berita-berita yang unik.















Minggu, 14 Januari 2018

Pustakawan Plus Knowledge Sharing Session "Library Services For People with Diasabilities"



              Yogyakarta, 2 Desember 2017- Divisi PP Alus Diy mengadakan Knowledge Sharing Session yang bertemakan “Library Service for People with Dissabilities” yang diadakan di Teatrikal Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga. Acara ini diselenggarakan untuk memperingati  Hari Disabilitas Sedunia yang jatuh pada tanggal 3 Desember. 

Kegiatan ini penting dilakukan oleh para calon pustakawan, karena pustakawan harus bisa menjadi orang yang mampu memberikan informasi kepada semua pengunjung perpustakaan baik yang difabilitas maupun yang tidak. Khususnya untuk pengunjung yang menyandang disabilitas, pustakawan harus mampu mengetahui akses apasaja yang mereka butuhkan.

           
Pada sesi pertama, Fuad Bayu Prabowo, SIP selaku narasumber yang juga pernah menjabat sebagai ketua Alus Diy periode 2013/2014 mengemukakan tentang representasi Inklusifitas pada perpustakaan melalui aksesibilitas bagi penyandang difabilitas, dimana perpustakaan harus memiliki aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Ditampilkan juga mengenai perpustakaan yang telah memiliki akses dan fasilitas bagi penyandang disabilitas.

Juga dilakukan peragaan menggunakan bahasa isyarat bagi penyandang tunarungu oleh salah satu peserta  bernama Annisa Kusuma W. Dia memberikan contoh gerakan jari menggunakan sistem Disindo, dan semua peserta mengikutinya. Kemudian beberapa peserta ditunjuk untuk memperagakan kembali apa yang telah dia pelajari tadi. 

               

Pada sesi kedua, Abdullah Fikri, S. Hi, M. Si selaku Koordinator PLD UIN Sunan Kalijaga dan Editor Jurnal  Inklusi PLD memberikan materi mengenai Etiket menghadapi penyandang disabilitas dan prinsip aksesibilitas bagi penyandang disabilitas di lingkup perpustakaan. Disini beliau menyarankan kita para nondisable untuk peka dan membantu para penyandang disabilitas dalam berbagai kegiatan.

Harapan kedepannya, para penyandang disabilitas mendapatkan pelayanan khusus yang dapat menunjang kegiatan mendapatkan informasi khususnya di perpustakaan.

Sabtu, 30 Desember 2017

Reuni Akbar ALUS 1 Dekade

ALUS (Asosisasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan) mengadakan reuni akbar bertemakan “Kembali Bersama untuk Membangun Solidaritas Antar Generasi ALUS”. Reuni akbar ini diadakan sekaligus untuk mensyukuri 10 tahun atau 1 dekade berdirinya ALUS. Reuni akbar ini diselenggarakan di Villa Griya Taruna, Kaliurang, Yogyakarta pada Senin-Selasa, tepatnya 25-26 Desember 2017. 


Dihadiri oleh sekitar 50 peserta yang terdiri dari para demisioner dan anggota ALUS mulai dari periode 2007-2017. Para peserta sangat antusias dan senang terhadap pelaksanaan acara ini. Bahkan ada yang berasal dari luar kota yang menyempatkan diri untuk mengikuti acara ini. Di sisi lain, dengan ada acara ini, para anggota ALUS dapat mengenal satu sama lain sehingga dapat mempererat solidaritas.

Kegiatan dalam acara reuni yang berlangsung selama dua hari tersebut terdiri dari launching buku ALUS. sharing ilmu & pengalaman, diskusi bersama, sekaligus pengukuhan sejarahwan ALUS. Launching buku ALUS oleh Hendi Prasetyo, yang mana juga berperan sebagai penulisnya. Buku ALUS ini berisi rekaman tentang perjalanan ALUS mulai dari berdirinya hingga sampai saat ini. Setelah acara launching buku ALUS, ada selingan acara yaitu bertukar kado sesama peserta. Kemudian dilanjutkan dengan sharing ilmu dan pengalaman disampaikan oleh para perwakilan demisioner setiap angkatan. Mereka dengan senang berbagi ilmu dan pengalaman seputar masa periode kepengurusan masing-masing. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari pertama.

Pada hari kedua, sebelum memulai acara diskusi dan pengukuhan sejarawan, dilaksanakan senam bersama untuk menyegarkan pikiran dan membuat badan sehat. Setelah itu, dilanjutkan dengan acara diskusi bersama yang menghasilkan tentang pembuatan bulletin ALUS untuk periode kepengurusan tahun 2017-2018. Setelah pembahasan tentang bulletin ALUS secara intens, maka sampai pada acara pengukuhan sejarahwan ALUS, yaitu Hendi Prasetyo.

Selama dua hari, dengan adanya acara tersebut, semoga para anggota ALUS tetap solid dan mampu menjalankan tugas dengan baik.
Selamat 1 Dekade ALUS!
Salam Keluarga ALUS, Salam Literasi!

Keluarga ALUS DIY, Berpikir Kreatif dan Berjiwa Besar!

Sabtu, 02 Desember 2017

ALUS Goes To School (AGTS) 2017






Dikutip dari Tribunnews.com edisi 15/05/2017, berdasarkan studi Most Littered Nation in the World 2016 minat baca di Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara. Berdasarkan hasil penelitian tersebut kita perlu meningkatkan literasi masyarakat Indonesia. Bung Hatta pernah melontarkan kata-kata yang kemudian menjadi kutipan unggulannya, yaitu “Aku reladi penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bisa bebas”. Tidak hanya Bung Hatta yang secara khusus menempatkan membaca sebagai cara untuk membebaskan diri dari belenggu kebodohan, Bung Karno yang merupakan sahabat bung Hatta dan presiden pertama Indonesia tentu tidak terlahir dengan segudang pengetahuan luas akan kebangsaan, lengkap dengan jiwa kepemimpinan dan kemampuan berpidato yang berapi-api. H.O.S Tjokoroaminoto-lah yang memperkenalkan buku kepada Soekarno muda.


Dalam meningkatkan minat baca masyarakat ini tentunya dibutuhkan peran perpustakaan. Dengan perpustakaan akan tertolonglah masyarakat ekonomi lemah dalam mengakses informasi yang mereka perlukan.  Dalam kasus ini perpustakaan dapat dikatakan menjadi sarana mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sehingga dapat dikatakan bahwa keberadaan perpustakaan juga merupakan penghayatan falsafah Negara kita yaitu Pancasila.


Guna mewujudkan hal tersebut, ALUS DIY kembali menyelenggarakan AGTS (ALUS Goes to School) Jilid 5 dengan harapan dapat meningkatkan fungsi perpustakaan sekolah dan minat baca siswa serta minat siswa untuk mengunjungi perpustakaan, pada Jum’at dan Sabtu (17-18/11/2-17). Kegiatan ini diadakan di 8 sekolah di 5 kota/kabupaten di DIY tepatnya di SD Siyono 3 Gunung Kidul, SD Timuran Kota Jogja, SD Sindet Bantul, SD Patalan Baru Bantul, SD Imogiri Bantul, SD Bakalan Bantul, SD Ngemplak Sleman, dan SD Karangsari 2 Kulon Progo. Kegiatan yang dilangsungkan meliputi story telling, games, pustakawankecil, dan perpustakaan keliling.





Jumat, 03 November 2017

PELATIHAN OTOMASI PERPUSTAKAAN -SLiMS 2017


      Yogyakarta, 21 Oktober 2017- Library is a growing organism. Era informasi saat ini lembaga perpustakaan berlomba-lomba untuk mengintegrasikan perpustakaan dengan teknologi informasi untuk membangun perpustakaan digital supaya mudah di akses oleh masyarakat masa kini. Pengotomatisasian perpustakaan ini salah satunya yaitu dapat dilakukan dengan memanfaatkan software SLiMS (Senayan Library Management System). Sebagai generasi calon pustakawan muda  akan sangat membantu sekali jika sudah ditanamkan pengetahuan awal atau pengenalan SLiMS sejak awal. Oleh Karena Itu, ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan melalui devisi Pengembangan Profesi (PP), mengadakan pelatihan otomasi perpustakaan  guna membantu kawan-kawan semua agar nantinya terbiasa dengan SLiMS (Otomasi perpustakaan).
       Pelatihan otomasi perpustakaan yang diadakan di Ruang perkuliahan (R-104) Fakultas Adab  dan Ilmu Budaya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dengan dipandu oleh kak Fajar Gumilar dan Kak Kunto Aji  ini diikuti oleh beberapa anggota ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan terutama anggota muda.
       Tepat pukul 08.30 WIB, Kegiatan pelatihan dimulai dengan pengenalan SLiMS kepada seluruh anggota. Melanjut pada materi selanjutnya yaitu penginstallan software SLiMS pada laptop masing-masing peserta. Dengan perhatian penuh dan antusiasme yang tinggi para peserta mengikuti materi step by step sebagai mana  panduan dari kedua pemateri. Ketika tahap peng-install-an selesai, para peserta diminta untuk mengoperasikan SLiMS yang telah diinstal. Seperti meng-input buku, membuat kartu anggota,  menjalankan sirkulasi, mencetak barcode, dan lain sebagainya. 
       Pada pukul 13.00, melihat semua materi telah tersampaikan, acara pelatihan akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama pemateri.