ALUS DIY

5 April 2021

Review Buku Layla & Majnun

Karya Syaikh Nizami Ganjavi.

 

Kisah cinta sejati sepasang insan, tampan rupawan dan si cantik yang lentik, namun benang cinta yang sudah mereka untaikan, dipotong paksa oleh gengsi yang orang tua. Meski wujudnya sudah terputus, tetapi bayangan yang untaian tetap terikat dengan sangat kuat.

Tatapan pertama kali antara Qais dan laila menjadi awal tumbuhnya, akar kuat pohon asmara. Dan dengan cepat tumbuh menjadi 2 pohon yang bersama-sama mencapai awan kesejatian. Dan kabarnya tersebar pada burung-burung yang berlalu lalang, melihat kedekatan mereka, sampai sang pemilik mengetahuinya. Dan secara paksa ditebang, karena menjaga nama baik sang pemilik, namun akar cinta Qais dan Laila tetap terpaut dengan kuat. Meski tak dapat bertemu di atas awan kesejatian asmara mereka, cintanya tetap terjaga. Dari sanalah, sang Qais si lelaki tampan cerdas dan terpandang berubah menjadi si Majnun yang tergila-gila atas cintanya kepada Laila, putri ketua kabilah. Begitupun sang putri yang cantik, menggila atas cinta kepada yang pangeran yang terkurung, hidupnya hanya diwarnai isak tangis kerinduan pada sang majnun.

Majnun menyusuri luasnya gurun pasir, terus menyebut nama sang Pujaan hati yang ttelah menghilang dari keplopak mata, terus berjalan tanpa tau arah dan tujuan. Hanya laila yang memenuhi sanubarinya. Suatu hari, keluarga Laila mengadakan sebuah pesta, semua warga desa diundang, namun Majnun, yang tidak diundang, menyusup masuk ke pesta itu. Ketika sampai di tempat pesta, Majnun melihat orang-orang desa mengatri untuk mengambil makanan, Qais pun ikuta dalam antrian, dan ternyata yang membagi makanan adalah Laila, mutiara yang telah lama hilang dari pandangan. Sampailah bagian Qais, iya berhadapan dengan sang Laila, namun bukannya memberi makanan pada Qais, Laila malah menjatuhkan dan memcahkan piring milik Qais.  Sehingga semua orang yang melihatnyaikut senang, terutama orang tua Laila, karena mereka menganggap apa yang dilakukan Laila itu menjadi bukti bahwa Laila sudah tidak mencintai Qais. Namun  ada seseorang yang melihat Qais bahagia diperlakukan seperti itu oleh Laila. Ia pun bertanya “ Qais mengapa kamu tersenyum dan bahagia, setelah kamu dipermalukan oleh Laila di depan semua warga ?”, Qais malah bertanya lagi“Sejak kapan aku dipermalukan olehnya ?”. “Ketika piringmiu Laila pecahkan”. Jawab Laki-laki itu. “Sebernya Laila ingin aku mengantri kembali, dan kita bisa berpandang-pandangan dalam waktu yang lebih lama” Tangap Qais.

Dari sepenggal kisah tersebut, jika dilihat dari sisi seluas-luasnya, novel ini bukan mengenai kisah cinta seorang laki-laki dan perempuan saja, tetapi mengandung nilai-niali cinta ilahiyat, jadi adanya tuntunan dalam mengatur hubungan manusi dengan Sang maha Kuasa. Yakni, jika dibuat sebuah kata kata akan menjadi seperti ini, dari pihak Qais “Laila pecahkanlah piringku, agar agar bisa melihatmu untuk kedua kalinya” pihak Laila.” Qais aku akan memecahkan piringmu karena aku bahagia kamu datang kepadaku. Manusia “Tuhan jangan dulu kabulkan permintaanku, aku senang sering berkomunikasi denganmu”. Tuhan “ Wahai hambaku, permintaanmu akan ku tangguhkan karena aku sangat senang kamu terus meminta, dan Aku sangat senang sering bertemu denganmu, akan Aku persiapkan yang paling terbaik dari apa yang kau pinta.

 

                                                                                                        Oleh:

 

 

Review Buku Magic Hour

 

Magic Hour

            Novel ini berjudul Magic Hour karya Tisa TS & Stanley Meulen. Novel ini diterbitkan oleh Loveable tahun 2015, di Jakarta. Novel ini menceritakan tentang cinta, persaudaraan dan persahabatan serta pengorbanan.

            Seorang gadis pencinta hujan yaitu raina, atau biasa disebut rain. Rain seorang anak panti asuhan yang diangkat oleh tante Flora, ibu dari Gweny. Raina dan Gweny menjadi saudara tiridan Rain bekerja ditoko bunga milik ibunya Gweny (tante Flora).

            “Siapa yang paling sayang sama elo?”

            “Kamu.”

            “Siapa yang paling sayang sama gue?”

            “Aku.”

            Sedalam itu persahabatan antara Raina dan Gweny. Sepuluh tahun Gweny menjadi bagian hidup Raina, belahan jiwanya, hingga muncul Dimas dalam hidupnya.

            Suatu hari, tante Flora meminta Gweny untuk bertemu dengan Dimas. Anak dari sahabatnya semasa SMA, yaitu tante Cindy dan berniat menjodohkan keduanya. Gweny merasa keberataan perjodohan yang dilakukan ibunnya. Gweny meminta Raina berpura-pura menjadi dirinya. Raina enggan menuruti permintaan Gweny untuk menggantikannya. Tetapi Gweny tidak mau, apalagi Raina sempat mengalami kecelakaan sebelum menemui Dimas.

            Tetapi Raina akhirnya menyetujui permintaan Gweny untuk menemui Dimas, setelah bertemu dengan Dimas, disitulah muncul sebuah keajaiban seperti magic hour, yaitu momen penuh keajaiban yang membuat Raina melupakan kesediahannya. Seiring berjalannya waktu mereka saling mencintai satu sama lain. Tapi cinta Raina untuk Dimas, justru membuatnya bimbang, karena ada cinta lain menantinya sejak kecil cinta sahabatnya, Toby. Toby sendiri menjadi sosok malaikat pelindung bagi Raina. Raina tak ingin kehilangan Toby.

            Raina harus dibenturkan oleh pilihan antara cinta atau persahabatan. Tetepi Dimas bukan orang yang dijodohkan untuknya melainkan unduk saudara tirinya yaitu Gweny. Cinta bukanlah cinta jika tidak melalui rintangan. Semakin Raina dan Dimas berjuang semakin banyak pula tragedi yang memisahkan. Hingga sebuah rahasia terbokar bahwa Dimaslah yang menjadi penyebab kecelakaan yang dialami Raina dan merenggut halpenting yang dimilikinya yaitu penglihatannya. Dan Raina pun meminta Dimas untuk pergi dan tidak muncul lagi dihadapan Raina. Hingga Toby mengungkapkan siapa orang yang menakbrak Raina dan menjelaskan bahwa Dimas menghindari Toby yang pada saat itu mau menyebrang hingga menabrak Raina.

            Raina pun mendapatkan donor mata dan ketika di rumah sakit Gweny dititipin tea latte oleh Toby buat Raina. Ketika Raina sudah mendapatkan donor mata dan bisa melihat sekitarnya, Raina melihat tante Flora, Gweny, Toby, dan tante Cindi, tetapi tidak melihat Dimas. Tante Cindi menjelaskan bahwa Dimas masih berada di London. Setelah beberapa hari akhirnya Dimas datang menemui Raina dan mereka bermain dibawah hujan. Ketika Dimas menciup dahi Raina, Raina pun merasa bahwa yang sekarang berada didepannya bukan lah Dimas. Ketika Raina berada dikamarnya dan melihat kotak pink, Raina pun mengambilnya dan membuka kotak tersebut. Dalam kotak tersebut Rain melihat sebuah novel yang bertuliskan Magic Hour Satu Cinta untuk Seamanya Sebuah novel karya RAIN. Raina sangat terkejut dan  setelah beberapa detik Raina mengetahui siapa dibalik novel ini, ya Dimaslah yang berada dibalik novel ini.

             Hingga suatu hari Raina dan Dimas berada di Kawah Ijen. Raina memandangi Kawah Ijen tak henti henti. Hingga Raina memberikan sebuah hadian buat Dimas sebagai hadiah ulang tahun berupa jam tangan. Raina memberikan jam tangan itu karena memiliki arti yaitu kesalahan manusia yang terbesar, adalah tidak pernah menyadari kapan waktunya bisa jadi saat terakhir dalam hidupnya. Karena dalam hidup, gak ad yang abadi, kecuali cinta itu sendiri.

            Sedangkan Gweny numbuh cinta antara dia dengan Toby dan tante Flora menyetujui higga akhirnya Gweny dan Toby akan segera menikah. Sedangkan Raina dan Dimas juga akan menikah setelah Gweny dan Toby.

            Dalam novel ini tak sekedar tentang cinta juga tentang persaudaraan dan persahabatan. Konflik yang terdapat dalam novel ini juga sangat menarik untuk terus dibaca. Novel ini juga dapat membius pembaca agar mengikuti alur ceritanya. Banyak juga kata-kata mutiara yang menyentuh hati dan menguras air mata. Magic hour yaitu sebuah dara romantis yang mengupas tentang perasaan hati dari para remaja yang sering kali terjebak dalam cinta segitiga.

            Yang kita dapatkan dari novel ini yaitu tentang kehidupan yaitu ketegaran, ketulusan hati, kejujuran dan menyadari betapa berharga dan berwarnanya hidup ini. Dan kita diajarkan untuk tetap tabah dalam menghadapi cobaan.

           

“Terkadang kita harus melalui kegelapan untuk menghargai indahnya cahaya.”

--MAGIC HOUR—

 

                                                                                                        Oleh:

 

Review Buku I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki

I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki by Baek Se Hee

Judul Buku      : I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki

Penulis             : Baek Se Hee

Penerbit           : Penerbit Haru

Tebal               : 232 halaman

Tahun Terbit   : 2019

Buku ini seperti diari dari Se Hee-ssi yang mengabadikan pengobatannya melalui tulisan. Sakit saat kita bisa langsung melihat luka secara langsung itu tidak sebanding dengan rasa sakit mental yang dialami. Penulis menderita distimia (depresi berkepanjangan) dan gangguan kecemasan. Yang sejak SMA depresinya bertambah parah. Akhirnya saat ia sudah bekerja, ia memutuskan untuk pergi ke psikiater karena sudah tidak bisa lagi menahan rasa cemas dan depresi itu. Dari buku ini, didapat bahwa orang-orang yang mengalami ini akan selalu memikirkan sesuatu yang tidak-tidak. Seperti sesuatu yang itu mungkin hanya ada dipikirannya saja.

| Contohnya, saya tidak bisa menemui teman-teman dan keluarga pacar saya karena saya khawatir mereka akan menilai wajah saya. | hal. 134

Untuk cerita-cerita yang lain dapat dibaca bukunya langsung ya šŸ˜Š

Aku menyukai pembawaan dari buku ini karena bentuknya benar-benar berbeda dari ekspektasiku. Walaupun bahasanya terlalu berat untukku secara pribadi, tapi aku benar-benar bisa menikmati. Di setiap bagiannya pasti ada saja lembaran yang ku coret-coret berdasarkan apa yang kurasa dan kupikirkan. Buku ini juga bisa mengajarkan kita memandang sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Lebih bisa belajar untuk menghargai diri sendiri. Seperti kalimat dari buku ini yang paling aku suka.

            | Hal yang terpenting adalah aku harus mencintai diriku sendiri. | hal. 111

Aku sangat suka kalimat ini karena itu sama seperti lirik lagu idolaku. I’m the one I should love in this world -Epiphany by Jin BTS.

 

                                                                                                        Oleh: 


POHON KEHIDUPAN

Oleh: Perawati

 

Hidup itu bagaikan pohon,

Tak semua pohon berbunga,

Tak semua pohon itu berbuah,

Dan tak semua pohon itu berdaun…

 

Begitulah realita kehidupan,

Tak semua orang itu berjaya,

Tak semua orang itu kaya,

Dan tak semua orang itu sama.

 

Mengapa ia mampu menjalani pahit kehidupan?.

Mengapa ia mampu berdiri dalam kerapuhan?.

Tahukah anda, bahwa ia

Memiliki akar keimanan.

22 Maret 2021

Sepertinya Tentang Kamu

Oleh: Alif Rafi’ Muhaimin

 

Ada sekiranya seribu bintang yang benar-benar

Aku rindukan dari langit-langit indahmu, bola matamu

Ada sekiranya seribu serbuk yang benar-benar

Aku rasakan harumnya dari mekarnya bunga bumimu, aromamu

Ada sekiranya seribu album yang benar-benar

Membuatku terpana dari momen-momen yang menjelma ratu, kenangan bersamamu

Ada sekiranya seribu hunian yang benar-benar

Membuatku ingin pulang dari rumah paling nyaman di ranah duniaku, sandaranmu

Karena ini semua adalah tentangmu di hidupku.

9 Maret 2021

Review Buku "HIDUPKU SELALU BAHAGIA"

 

HIDUPKU SELALU BAHAGIA

Karena aku yakin segala kehendak Tuhanku adalah yang terbaik untukku

§  Judul : Hidupku selalu bahagia “karena aku yakin segala kehendak Tuhanku adalah yang terbaik untukku

§  Penulis : Rizqi Ilman Mubarok

§  Penerbit : PT Elex Media Komputindo

§  Terbitan : tahun 2016

§  ISBN : 978-602-02-9468-1

            Buku ini berisikan sebuah keluh kesah sebuah kehidupan yang disertai curhatan ringan yang mungkin dialami setiap manusia lengkap dengan motivasi. Buku ini sangatlah ringan untuk dibaca karena penulis menggukankan bahasa yang sehari-hari sehingga pembaca merasa relate dengan yang mungkin pembaca alami sehingga terjalin kemistri yang kuat antara bacaan yang dituangkann oleh penulis kedalam  buku.

            Isi buku ini bermacam-macam bab, dan di setiap babnya berisikan tulisan yang ringkas dan tidak bertele-tele. Disetiap babnya juga hanya berkisar 1-2 lembar saja sehingga pembaca tidak akan merasa bosan saat membaca. Pada setiap bagain awal bab pasti penulis akan menuliskan tentang keluh kesah kehidupan lalu pada bagian akhir penulis tak lupa memberikan motivasi Islami. Jadi saat membaca buku ini kita juga mendapat motivasi yang sangat berharga.

            Untuk kekurangan buku ini adalah bahan kertas buku ini berwarna agak kekuningan dan kasar sehingga kurang nyaman saat dipegang. Namun cover buku ini sangatlah simple dan menarik.

            Untuk kalian remaja yang sedang dalam fase pendewasaan diri buku ini sangatlah cocok dan ringan untuk dijadikan pegangan dan juga dapat membuat kita menjadi seorang yang religius.

14 Tahun ALUS DIY “Mempererat kekeluargaan dan Menebar Kebaikan di tengah Pandemi”

Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan (ALUS) melaksanakan kegiatan perayaan hari ulang tahun  yang ke-14 dengan mengusung tema “Mempererat Kekeluargaan dan Menebar Kebaikan di tengah Pandemi”. Berbeda dengan hari ulang tahun yang sebelum-sebelumnya, pelaksanaan HUT yang ke -14 ALUS DIY kali ini dilaksankan secara virtual atau daring (dalam jaringan) melalui zoom dan live streaming YouTube ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan, juga di Bento Kopi Sorowajan.

Perayaan Ulang Tahun ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu perpustakaan DIY dilaksanakan pada pukul 08.30 hingga pukul 11.05 WIB. Acara perayaan ulang tahun ini di pandu oleh salah satu anggota Divisi Keanggotaan, Nadia Farah Safana. Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Panitia Kegiatan, Ketua Umum Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan DIY danjuga Perwakilan dari Demisioner ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan.

Ketua Panitia menyampaikan terimakasih kepada rekan-rekan ang telah berkenan meluangkan waktunya untuk mengikuti acara ulang tahun Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan DIY ini di ruang virtual. Ketua umum ALUS tahun 2020/2021, Ulfatun Madya,  juga menyampaikan hal yang serupa beserta harapan beliau bagi organisasi kedepannya. Selain itu sambutan juga disampaikan dari perwakilan Demisioner ALUS, pada kesempatan kali ini di sampaikan oleh Mas Kemal.

Setelah acara sambutan-sambutan, Ulang tahun ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan di lanjutkan dengan do’a bersama, potong tumpeng, dan juga tiup lilin virtual. Acara potong tumpeng ini di wakilkan oleh sebagian anggota yang menetap di Yogyakarta, tepatnya berkumpul di Bento Kopi Sorowajan bersamaan dengan meniup lilin bagi yang mengikuti secara virtual.

Acara selanjutnya yaitu Sharing-sharing season bersama Demisioner, yang disampaikan oleh Mas Wildan, selaku demisioner ALUS. Dalam sesi ini, Beliau membagikan pengalamannya dari awal masuk menjadi anggota ALUS, kesibukan serta suka duka kuliah juga berorganisasi, hingga sekarang menjadi seorang demisioner. Selain itu, beberapa demisioner yang turut hadir dalam acara ini; ada Mas Kemal, Mas Riski, dan Mbak Indah; juga menyampaikan sepatah-dua patah kata beserta harapan untuk Ulang Tahun ALUS yang ke 14 tahun ini.

Di akhir acara, Mas Sitam yang juga Demisioner ALUS juga menyampaikan pengalaman selama kuliah dan juga berorganisasi. Selain itu, beliau juga menyampaikan harapan-harapan, memberi nasehat-nasehat, dan saran untuk ALUS dan anggotanya  untuk terus semangat belajar dan semnagat berorganisasi. Di penghujung acara, beberapa anggota ALUS juga menyampaikan beberapa harapan untukALUS kedepannya. Sesuai tema Ulang Tahun ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan ang ke-14 ini, yaitu “Mempererat Kekeluargaan dan Menebar Kebaikan di tengah Pandemi”, selain acara sharing-sharing dan potong tumpeng juga diadakan kegiatan sosial dengan memberikan santunan kepada Panti Asuhan Anak Terlantar Wiloso Projo.

Dengan mengusung tema “Mempererat Kekeluargaan dan Menebar Kebaikan di tengah Pandemi” semoga menjadikan ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan beserta seluruh anggota dan demisioner benar-benar menambah kasih sayang dengan rasa kekeluargaan yang erat. Serta bisa terus berproses membangun potensi diri dan sekitar dengan selalu menebar manfaat dan kebaikan, bagaimanapun kondisinya.

 


27 Februari 2021

Pilau Senja


Sajak Rahmat Dwi Priyanto

Pilau senja gata,

Seperti dayita.

Yang gata,

Tanpa satupun kata.

Suar mu hirap,

Bersama Serayu menuju surga.

Aksa dalam akara,

Aku yang Mala ikut ke surga.

Suar mu Kirana anindya,

Tetapi tak anitnya.


Aku Sumarah bersama Syam,

Menulis padika-padika pujangga.

Untuk bekal,

Ikut suar mu ke surga.






 

20 Februari 2021

Workshop Photography: "Photography Bukan Sekadar Foodtography"

 

Pada hari Sabtu, 20 Februari 2021, ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan melaksanakan salah satu program kerja dari Devisi Pers, yaitu Kejurnalistikan yang tahun ini diselenggarakan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni dilaksanakan secara virtual melalui zoom meeting dan live youtube, mengingat adanya pandemi Covid-19 di Indonesia. Kejurnalistikan kali ini mengadakan kegiatan Workshop mengenai Fotografi. Dengan mengangkat tema "Photography Bukan Sekadar Foodtography". Acara Workshop ini dipandu oleh Ananda Dwi Putri dan Rahmat Khoirul Imam dari Divisi Pers selaku MC, dan dibuka dengan sambutan-sambutan oleh Ketua Panitia yakni, Alfiyatun Nafi’ah dan Ketua Umum Alus DIY periode 2020/2021 Ulfatun Madya.

Workshop Kejurnalistikan ini menghadirkan Adib Arisma Saputra, S. IP. selaku pemateri pada kegiatan Workshop ini. Adib Arisma Saputra, S. IP. sendiri merupakan Demisioner ALUS serta Ketua Divisi Fotografi dan Dokumentasi STKIP Nurul Huda. Pada kesempatan ini beliau memaparkan penjelasan mengenai "Genre, Komposisi dan Colour Grading". Dimana dalam Workshop ini dijelaskan mengenai Genre Fotografi seperti Street Photography, Journalism/Documentary Photography, Fotografi Potret, Landscape Photography, dan Still Life, juga dibahas tentang Angle (Sudut Pandang), Rule of Third, Framing, Simetri dan Pola, Kedalaman serta Colour Grading. Penjelasan yang diberikan oleh Adib Arisma Saputra, S. IP. tentunya sangat bermanfaat dalam dunia Fotografi bagi para peserta yang mengikuti Workshop.

Para peserta Workshop kali ini juga tampak antusias menyimak dan mengikuti penjelasan pemateri dari awal hingga akhir acara dengan baik dan tertib. Pada akhir acara Workshop kali ini ditutup dengan sesi tanya jawab antara peserta Workshop dan pemateri via zoom meeting maupun youtube. Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Kegiatan Workshop ini diharapkan dapat menjadi bekal peserta di dunia Fotografi kedepannya.

 

12 Februari 2021

Review Buku Laut & Dasar Laut


Judul Seri        : Science Quiz
Judul Buku      : Laut & Dasar Laut
Bahasa Asli     : Korea
Alih Bahasa     : Endang Nawang Novianti
Tahun              : 2013
ISBN               : 978-602-02-2406-0

Apa yang pertama kali terlintas di pikiran kamu ketika mendengar judul bukunya? Pasti sejumlah halaman dengan tulisan memenuhi halamannya dan buku yang minim gambar, kan? Atau buku dengan teks super panjang yang membosankan buat dibaca bahkan pada halaman pertamanya?

Nah, buku ini menyediakan hal yang berbeda, nih , teman-teman. Kalian tetap bisa membaca buku pengetahun dengan asyik tanpa rasa kantuk! Sebabnya, buku ini tidak hanya berupa teks, tetapi juga menyajikan gambar-gambar penunjangnya. Sehingga, ketika membacanya, teman-teman akan mampu mengetahui laut dan dasar laut seperti benar-benar sedang menyelaminya.

Buku ini bentuknya seperti komik. Memiliki tokoh-tokoh peran utama dan sampingan yang melakukan perjalanan di laut dan dasar laut. Komik pengetahuan ini juga dilengkapi dengan alur cerita yang menjadikan buku ini runtut dan enak dibaca. Cocok, deh, buat kalian yang sedang mencari buku pengetahuan tentang sains. Kita akan dibawa mengelilingi laut dimulai dari proses terbentuknya laut, pantai, pasir pantai, tentang batas laut, arus, gunung merapi bawah laut, minyak, makhluk hidup yang tinggal di bawah laut dan sekitar laut, hingga pasang air laut. Halaman yang singkat serta gambar yang penuh warna menjadikan buku ini bisa dibaca sambil bersantai.

Selain buku Laut & Dasar Laut, Seri Science Quiz ini juga mempunya judul lain, loh! Seperti Jagad Raya, Gunung Berapi, Sains Aneh, dan lain sebagainya. Menarik, kan? Pengetahuan yang disediakan lengkap dan mendalam, tetapi ketika membacanya hanya akan terasa seperti membaca buku komik yang ringan. Yuk, baca bukunya!