Senin, 09 Oktober 2017

MAKRAB ALUS ASOSIASI MAHASISWA ILMU PERPUSTAKAAN 2017-2018


   


     Malam keakraban (MAKRAB) merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan merupakan salah satu program kerja divisi keanggotaan yang bertujuan untuk meningkatkan keakraban dan keharmonisan antar anggota ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan. MAKRAB tahun 2017 ini mengambil tema “Harmoni dalam Kekeluargaan”.
     MAKRAB 2017 dilaksanakan pada tanggal 7-8 Maret 2017 di Bumi Perkemahan Gondang 2, Wukirsari, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 44 anggota muda ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan ditambah dengan beberapa  panitia. selain itu kegiatan MAKRAB ini juga dihadiri oleh beberapa demisioner ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan yang sekaligus memberikan materi ke-ALUS-an kepada anggota muda serta mengukuhkan para anggota muda.
      Hari pertama MAKRAB seluruh peserta dan panitia pendamping berangkat dari halaman Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga  tepat pukul 09.00 WIB dan sampai sekitar pukul 10.00 WIB. Acara pembukaan Makrab yang disampaikan oleh Lia Dwi Astuti sebagai ketua panitia dan pengenalan devisi-devisi yang disampaikan oleh masing-masing ketua devisi menjadi pembuka acara MAKRAB 2017-2018, diikuti ishoma dan makan siang bersama. Sementara untuk kegiatan sore hari diisi dengan pembagian devisi anggota muda dan diskusi devisi hingga ditutup dengan tadarus bersama setelah jamaa’ah sholat Maghrib.
     Memasuki malam hari, para anggota muda disuguhkan materi ke-ALUS-an yang disampaikan oleh Supriadi Jhondy dan materi sumber informasi yang disampaikan oleh Furqon. Acara malam keakraban ini semakin mencair dengan adanya penampilan pentas seni dari anggota muda yang telah terbagi dalam beberapa kelompok.
     Tepat pukul 02.00 WIB (08/10), seluruh anggota muda diharuskan bangun guna mengikuti jurit malam yang menjadi salah satu media pendalaman pengetahuan para anggota muda tentang ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan. Kemudian berlanjut pada pengukuhan para anggota muda yang dilaksanakan pada waktu subuh tiba.
    Hari kedua MAKRAB diisi dengan senam pagi dan beberapa games menarik dan menghibur diantaranya Cinderella, Estafet Air, Tarung Ayam serta Dragon Ball. Antusiasme tergambar di wajah para anggota muda, mereka sangat menikmati kegiatan demi kegiatan MAKRAB ini.

     Setelah istirahat beberapa waktu, MAKRAB-pun diakhiri dengan tukar kado, pemberian hadiah penghargaan kepada peserta beserta panitia dan foto bersama sebagai kenang-kenangan. Setelah dilaksanakannya kegiatan MAKRAB ini, diharapkan  dapat meningkatkan keharmonisan serta rasa kekeluargaan antara angota muda, anggota biasa serta demisioner ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan. 






Sabtu, 16 September 2017

Penerimaan Anggota Baru (PAB) ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan 2017-2018

     Kemajuan teknologi informasi saat ini sudah memberikan dampak untuk berbagai hal, salah satunya terhadap pergeseran peran pustakawan yang kini sudah tidak terbatas sebagai "penjaga buku". Periode sekarang ini pustakawan dituntut mampu menjadi fasilitator informasi, mampu memperkenalkan dunia kepustakaan kepada masyarakat secara umum serta  mampu menjadikan perpustakaan sebagai tempat yang menarik untuk dikunjungi. Kemampuan untuk mengolah perpustakaan yang sedemikian ini tidak bisa didapatkan hanya dengan mengandalkan bangku kuliah. Perlu adanya wadah bagi para calon pustakawan untuk lebih mengasah kemampuannya dalam mengelola perpustakaan.
    Berdasarkan pada hal tersebut, ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dengan visinya "Meningkatkan profesionalisme kepustakawanan" dan melalui devisi Keanggotaan pada sabtu (16/09) telah melaksanakan serangkaian proses seleksi penerimaan anggota baru (PAB) periode 2017/2018. 
    Serangkaian acara PAB periode ini dilaksanakan di taman Convention Hall UIN Sunan Kalijaga dan dihadiri oleh lebih dari 30 calon anggota baru ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan yang telah mendaftar sebelumnya serta beberapa Demisioner ALUS Asosiasi Mahasiswa ilmu perpustakaan. 

   Pengenalan keempat divisi ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan menjadi awal dari serangkaian kegiatan seleksi PAB kali ini. Kemudian dilanjutkan dengan wawancara dari setiap calon anggota baru, dimana wawancara ini terbagi dalam 6 stand terpisah yang telah diisi oleh para demisioner. Dalam wawancara ini para calon anggota baru selain diharuskan menjawab berbagai pertanyaan, mereka juga harus menyerahkan salah satu syarat yang telah ditentukan sejak awal prosesi pendaftaran anggota baru ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan (Fotografi, desain dan karya tulis).
   Setelah semua calon anggota baru selesai diwawancarai oleh para demisioner, rangkaian acara prosesi Penerimaan Anggota Baru (PAB) ditutup dengan pengambilan foto bersama seluruh peserta, demisioner dan panitia. 



Sabtu, 19 Agustus 2017

Struktur Kepengurusan ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Periode 2017-2018


Sabtu, 10 Juni 2017

Pelantikan Pengurus dan upgrading ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan periode 2017/2018




Seperti roda yang berputar, kepengurusan dalam organisasipun akan berputar silih berganti pada generasi-generasi baru dan diresmikan dengan sebuah pelantikan. Sabtu, 10 Juni 2017,  setelah pembukaan, pembacaaan Ayat Suci Al-Qur’an dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu perpustakaan periode 2017/2018 dengan dipandu ketua umum Alus Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan periode 2017/2018, Rizki Agus Prayitno, ikrar pelantikan pengurus Alus Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan  periode 2017/2018 telah diresmikan.
Acara yang diadakan di Joglo Mavista, Bausasran, Lempuyangan, Yogyakarta ini dihadiri oleh pendiri ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan, Supriadi Jhondi. SIP., MIP., para demisioner ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan pengurus ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan periode 2017/2018.
Setelah acara pelantikan selesai, dilanjutkan dengan acara upgrading. Upgrading ini diadakan guna lebih memperkenalkan ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan beberapa hal dalam bidang kepemimpinan dan kepengurusannya. Dimulai dari acara ke-ALUS-an yang disampaikan oleh Supriadi Jhondhi., SIP., MIP. kemudian  dilanjutkan dengan beberapa acara upgrading pengurus yang dilakukan sekaligus dengan cara pesera dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu bagian kesekretariatan bersama Nur Syifa Fauziyah ,  bagian pembukuan bersama Nur Cholis dan bagian keanggotaan bersama Hendi Prasetyo dan Mohammad Furqon. Kemudian acara yang terakhir  bagian tentang kepemimpinan yang diisi oleh Fuad Wahyu Prabowo..
Acara Pelantikan dan Upgrading ini ditutup dengan berbuka puasa bersama seluruh peserta, baik pengurus maupun demisioner.



Senin, 15 Mei 2017

Diskusi Kepustakawanan (Hoax Vs Kebebasan Berpendapat)


Di era teknologi informasi dan komunikasi yang semakin maju dan berkembang, menyebabkan kemudahan dalam mengakses informasi baik di televisi maupun di sosial media yang terkadang menimbulkan permasalahan berupa sulitnya membedakan antara informasi yang benar-benar terjadi atau ril degan informasi yang hoax. Tidak hanya itu, masyarakat juga masih dipermasalahkan antara adanya berita hoax dengan kebebasan berpendapat.

Adanya ledakan informasi baik antara berita hoax dan kebebasan berpendapat yang beredar secara tidak teratur di sosial media tentu tidak dapat dihindari, hal tersebut membawa dampak positif maupun negatif bagi masyarakat. Hoax merupakan kabar, informasi, atau berita palsu, yang menjadikan perhatian serius bagi pemerintah, masyarakat, serta tidak terkecuali bagi pihak pelayanan informasi atau pustakawan. Hal tersebut menjafikan tanggung jawab bagi pustakawan dan perpustakaan, karena perpustakaan merupakan sumbernya informasi atau gudangnya informasi, serta pustakawan sebagai tenaga yang bekerja di lembaga informasi sehingga mempunyai tugas dalam mencari informasi, menyebarkan, dan menangkal adanya berita-berita yang tidak benar.

Berdasarkan pemaparan di atas, sesuai dengan program kerja tahunan ALUS (Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan) dalam rangka menangkal berita-berita hoax dan membedakan antara berita hoax dengan kebebasan berpendapat, maka ALUS (Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan) perlu mengadakan suatu diskusi kepustakawanan 2  dengan tema “Hoax VS kebebasan berpendapat” yang merupakan salah satu program kerja divisi Pengembangan Profesi.

Diskusi kepustakawanan 2 “Hoax VS kebebasan berpendapat” dilaksanankan di Gazebo Grhatama Pustaka pada Sabtu, 06 Mei 2017. Mas Ardhian Kusuma SIP. sebagai narasumber memaparkan bahwa hoax sangatlah merugikan. Kebebasan berpendapat bisa menyebabkan hoax apabila kebebasan berpendapat namun tidak bertanggung jawab, dan apabila kebebasan berpendapat untuk memfitnah dan menghina orang lain.

Narasumber juga memaparkan menghindari hoax itu harus dengan kesabaran, kenali situs penyebar hoax, ikuti media sosial/situs anti hoax, belajar bertanggung jawab serta perbanyak membaca. Dalam hal membaca narasumber juga memberikan trik tertentu seperti “Membaca tidak harus dari awal hingga akhir, cukup yang penting saja, tentunya tema.” Papar narasumber.

Dengan adanya kegiatan diskusi kepustakawanan 2 “Hoax VS kebebasan berpendapat” ini diharapkan peserta dapat memahami cara menggunakan media dengan bijak, tidak mudah percaya dengan berita yang belum diketahui kebenarannya, serta dapat mengevaluasi berita yang disinyalir hoax.

INDUSTRY TOUR 2017


Industry tour merupakan kegiatan belajar yang serupa dengan study tour, yakni melakukan kunjungan ke tempat industri untuk menambah ilmu dan pengetahuan bagi mahasiswa Ilmu Perpustakaan. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Divisi Pengembangan Profesi yang baru pertama kali dilakukan pada tahun ini. Kali ini industry tour menyasar dunia penerbitan untuk dikunjungi, yaitu Penerbit Andy Offset, Yogyakarta. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan bagi mahasiswa Ilmu Perpustakaan, khususnya anggota ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dalam kegiatan proses penerbitan, editing, distributor dan informasi di dunia penerbitan. 

Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 25 Maret 2017. Kegiatan yang dilakukan meliputi pemaparan materi oleh pihak penerbit tentang bagaimana dunia percetakan, sejarah penerbitan Andy Offset, ketentuan menjadi penulis, masalah-masalah yang dihadapi publisher/penerbit. Baru setelahnya, peserta diajak  masuk ke gedung produksi untuk melihat langsung bagaimana proses produksi dari sebuah buku. Setelah itu, peserta diajak ke toko buku Andy Offset untuk melihat buku yang sudah selsesai produksi dan siap untuk dijual.

Kegiatan ini dilaksanakan guna memberikan wawasan dan gambaran kepada seluruh anggota ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan yang mengikuti kegiatan, yang mana nantinya apabila sudah lulus tidak hanya bisa berkiprah di dunia kepustakawanan saja, namun juga dunia penerbitan.

Jogja Membaca 6 (Kreatifkan Dirimu dengan Membaca)


Pesatnya perkembangan teknologi yang diikuti dengan kemudahan akses informasi saat ini tidak menutup fakta bahwa tingkat minat baca masyarakat Indonesia masih rendah. Hal ini dibuktikan dengan survei yang dilakukan oleh UNESCO terhadap minat baca di 61 negara. Hasil dari survei tersebut menempatkan Indonesia di posisi terendah kedua, dari 61 negara, dengan presentase 0,001%. Tidak meratanya kemudahan akses informasi menjadi salah satu alasan rendahnya minat baca yang ada di Indonesia. Khususnya di daerah-daerah yang memiliki kondisi geografis pegunungan. Salah satunya adalah Kabupaten Gunungkidul, D.I. Yogyakarta. Kabupaten Gunungkidul merupakan kabupaten yang terletak di ujung selatan provinsi D. I. Yogyakarta. Hal tersebut mendorong ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Yogyakarta untuk menjembatani masyarakat dengan media informasi melalui kegiatan Jogja Membaca. Jogja membaca merupakan agenda rutin tahunan ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Yogyakarta yang pada tahun ini memasuki tahun ke-6 dengan tema “Kreatifkan Dirimu dengan Membaca”. 

Acara ini diadakan sekaligus untuk memperingati Hari Buku Sedunia yang jatuh pada 23 April. Selain itu kegiatan ini dimaksudkan guna memberikan kesadaran pada masyarakat akan pentingnya membaca yang merupakan proses Long Life Education yang tidak hanya improvement dan development melainkan juga emprovement dalam membentuk pribadi masyarakat sukses.

Acara Jogja Membaca 6 dibuka secara simbolik oleh kepala BPAD Kabupaten Gunungkidul. Acara ini dilaksanakan tepatnya di Desa Sambirejo Kec. Ngawen Kab. Gunungkidul. Sebagai tuan rumah, masyarakat Desa Sambirejo menyambut dengan meriah acara Jogja Membaca 6 serta mengikuti kegiatan demi kegiatan dengan sangat antusias. 

Acara ini bekerjasama dengan Perpustakaan Indika Desa Sambirejo. “Perpustakaan bertujuan memfasilitasi anak-anak untuk mudah mendapatkan informasi, karena di era globalisasi ini kegiatan anak-anak lebih mengarah ke hal-hal yang negatif” ujar kepala Desa Sambirejo dalam sambutannya.

Acara Jogja Membaca 6 berjalan dengan meriah. Terdapat berbagai kegiatan yang telah disiapkan oleh tim panitia, antara lain lomba menggambar dan story telling untuk anak-anak, demo memasak dan talkshow tentang pertanian, serta hiburan yaitu penampilan tarian Reog oleh anak-anak. Talkshow yang dilaksanakan bertemakan pertanian karena mayoritas mata pencaharian masyarakat Desa Sambirejo adalah bertani serta pertanian memberikan kontribusi yang besar bagi masyarakat.