Sabtu, 02 Desember 2017

ALUS Goes To School (AGTS) 2017






Dikutip dari Tribunnews.com edisi 15/05/2017, berdasarkan studi Most Littered Nation in the World 2016 minat baca di Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara. Berdasarkan hasil penelitian tersebut kita perlu meningkatkan literasi masyarakat Indonesia. Bung Hatta pernah melontarkan kata-kata yang kemudian menjadi kutipan unggulannya, yaitu “Aku reladi penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bisa bebas”. Tidak hanya Bung Hatta yang secara khusus menempatkan membaca sebagai cara untuk membebaskan diri dari belenggu kebodohan, Bung Karno yang merupakan sahabat bung Hatta dan presiden pertama Indonesia tentu tidak terlahir dengan segudang pengetahuan luas akan kebangsaan, lengkap dengan jiwa kepemimpinan dan kemampuan berpidato yang berapi-api. H.O.S Tjokoroaminoto-lah yang memperkenalkan buku kepada Soekarno muda.


Dalam meningkatkan minat baca masyarakat ini tentunya dibutuhkan peran perpustakaan. Dengan perpustakaan akan tertolonglah masyarakat ekonomi lemah dalam mengakses informasi yang mereka perlukan.  Dalam kasus ini perpustakaan dapat dikatakan menjadi sarana mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sehingga dapat dikatakan bahwa keberadaan perpustakaan juga merupakan penghayatan falsafah Negara kita yaitu Pancasila.


Guna mewujudkan hal tersebut, ALUS DIY kembali menyelenggarakan AGTS (ALUS Goes to School) Jilid 5 dengan harapan dapat meningkatkan fungsi perpustakaan sekolah dan minat baca siswa serta minat siswa untuk mengunjungi perpustakaan, pada Jum’at dan Sabtu (17-18/11/2-17). Kegiatan ini diadakan di 8 sekolah di 5 kota/kabupaten di DIY tepatnya di SD Siyono 3 Gunung Kidul, SD Timuran Kota Jogja, SD Sindet Bantul, SD Patalan Baru Bantul, SD Imogiri Bantul, SD Bakalan Bantul, SD Ngemplak Sleman, dan SD Karangsari 2 Kulon Progo. Kegiatan yang dilangsungkan meliputi story telling, games, pustakawankecil, dan perpustakaan keliling.





Jumat, 03 November 2017

PELATIHAN OTOMASI PERPUSTAKAAN -SLiMS 2017


      Yogyakarta, 21 Oktober 2017- Library is a growing organism. Era informasi saat ini lembaga perpustakaan berlomba-lomba untuk mengintegrasikan perpustakaan dengan teknologi informasi untuk membangun perpustakaan digital supaya mudah di akses oleh masyarakat masa kini. Pengotomatisasian perpustakaan ini salah satunya yaitu dapat dilakukan dengan memanfaatkan software SLiMS (Senayan Library Management System). Sebagai generasi calon pustakawan muda  akan sangat membantu sekali jika sudah ditanamkan pengetahuan awal atau pengenalan SLiMS sejak awal. Oleh Karena Itu, ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan melalui devisi Pengembangan Profesi (PP), mengadakan pelatihan otomasi perpustakaan  guna membantu kawan-kawan semua agar nantinya terbiasa dengan SLiMS (Otomasi perpustakaan).
       Pelatihan otomasi perpustakaan yang diadakan di Ruang perkuliahan (R-104) Fakultas Adab  dan Ilmu Budaya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dengan dipandu oleh kak Fajar Gumilar dan Kak Kunto Aji  ini diikuti oleh beberapa anggota ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan terutama anggota muda.
       Tepat pukul 08.30 WIB, Kegiatan pelatihan dimulai dengan pengenalan SLiMS kepada seluruh anggota. Melanjut pada materi selanjutnya yaitu penginstallan software SLiMS pada laptop masing-masing peserta. Dengan perhatian penuh dan antusiasme yang tinggi para peserta mengikuti materi step by step sebagai mana  panduan dari kedua pemateri. Ketika tahap peng-install-an selesai, para peserta diminta untuk mengoperasikan SLiMS yang telah diinstal. Seperti meng-input buku, membuat kartu anggota,  menjalankan sirkulasi, mencetak barcode, dan lain sebagainya. 
       Pada pukul 13.00, melihat semua materi telah tersampaikan, acara pelatihan akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama pemateri.

Senin, 09 Oktober 2017

MAKRAB ALUS ASOSIASI MAHASISWA ILMU PERPUSTAKAAN 2017-2018


   


     Malam keakraban (MAKRAB) merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan merupakan salah satu program kerja divisi keanggotaan yang bertujuan untuk meningkatkan keakraban dan keharmonisan antar anggota ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan. MAKRAB tahun 2017 ini mengambil tema “Harmoni dalam Kekeluargaan”.
     MAKRAB 2017 dilaksanakan pada tanggal 7-8 Maret 2017 di Bumi Perkemahan Gondang 2, Wukirsari, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 44 anggota muda ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan ditambah dengan beberapa  panitia. selain itu kegiatan MAKRAB ini juga dihadiri oleh beberapa demisioner ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan yang sekaligus memberikan materi ke-ALUS-an kepada anggota muda serta mengukuhkan para anggota muda.
      Hari pertama MAKRAB seluruh peserta dan panitia pendamping berangkat dari halaman Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga  tepat pukul 09.00 WIB dan sampai sekitar pukul 10.00 WIB. Acara pembukaan Makrab yang disampaikan oleh Lia Dwi Astuti sebagai ketua panitia dan pengenalan devisi-devisi yang disampaikan oleh masing-masing ketua devisi menjadi pembuka acara MAKRAB 2017-2018, diikuti ishoma dan makan siang bersama. Sementara untuk kegiatan sore hari diisi dengan pembagian devisi anggota muda dan diskusi devisi hingga ditutup dengan tadarus bersama setelah jamaa’ah sholat Maghrib.
     Memasuki malam hari, para anggota muda disuguhkan materi ke-ALUS-an yang disampaikan oleh Supriadi Jhondy dan materi sumber informasi yang disampaikan oleh Furqon. Acara malam keakraban ini semakin mencair dengan adanya penampilan pentas seni dari anggota muda yang telah terbagi dalam beberapa kelompok.
     Tepat pukul 02.00 WIB (08/10), seluruh anggota muda diharuskan bangun guna mengikuti jurit malam yang menjadi salah satu media pendalaman pengetahuan para anggota muda tentang ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan. Kemudian berlanjut pada pengukuhan para anggota muda yang dilaksanakan pada waktu subuh tiba.
    Hari kedua MAKRAB diisi dengan senam pagi dan beberapa games menarik dan menghibur diantaranya Cinderella, Estafet Air, Tarung Ayam serta Dragon Ball. Antusiasme tergambar di wajah para anggota muda, mereka sangat menikmati kegiatan demi kegiatan MAKRAB ini.

     Setelah istirahat beberapa waktu, MAKRAB-pun diakhiri dengan tukar kado, pemberian hadiah penghargaan kepada peserta beserta panitia dan foto bersama sebagai kenang-kenangan. Setelah dilaksanakannya kegiatan MAKRAB ini, diharapkan  dapat meningkatkan keharmonisan serta rasa kekeluargaan antara angota muda, anggota biasa serta demisioner ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan. 






Sabtu, 16 September 2017

Penerimaan Anggota Baru (PAB) ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan 2017-2018

     Kemajuan teknologi informasi saat ini sudah memberikan dampak untuk berbagai hal, salah satunya terhadap pergeseran peran pustakawan yang kini sudah tidak terbatas sebagai "penjaga buku". Periode sekarang ini pustakawan dituntut mampu menjadi fasilitator informasi, mampu memperkenalkan dunia kepustakaan kepada masyarakat secara umum serta  mampu menjadikan perpustakaan sebagai tempat yang menarik untuk dikunjungi. Kemampuan untuk mengolah perpustakaan yang sedemikian ini tidak bisa didapatkan hanya dengan mengandalkan bangku kuliah. Perlu adanya wadah bagi para calon pustakawan untuk lebih mengasah kemampuannya dalam mengelola perpustakaan.
    Berdasarkan pada hal tersebut, ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dengan visinya "Meningkatkan profesionalisme kepustakawanan" dan melalui devisi Keanggotaan pada sabtu (16/09) telah melaksanakan serangkaian proses seleksi penerimaan anggota baru (PAB) periode 2017/2018. 
    Serangkaian acara PAB periode ini dilaksanakan di taman Convention Hall UIN Sunan Kalijaga dan dihadiri oleh lebih dari 30 calon anggota baru ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan yang telah mendaftar sebelumnya serta beberapa Demisioner ALUS Asosiasi Mahasiswa ilmu perpustakaan. 

   Pengenalan keempat divisi ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan menjadi awal dari serangkaian kegiatan seleksi PAB kali ini. Kemudian dilanjutkan dengan wawancara dari setiap calon anggota baru, dimana wawancara ini terbagi dalam 6 stand terpisah yang telah diisi oleh para demisioner. Dalam wawancara ini para calon anggota baru selain diharuskan menjawab berbagai pertanyaan, mereka juga harus menyerahkan salah satu syarat yang telah ditentukan sejak awal prosesi pendaftaran anggota baru ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan (Fotografi, desain dan karya tulis).
   Setelah semua calon anggota baru selesai diwawancarai oleh para demisioner, rangkaian acara prosesi Penerimaan Anggota Baru (PAB) ditutup dengan pengambilan foto bersama seluruh peserta, demisioner dan panitia. 



Sabtu, 19 Agustus 2017

Struktur Kepengurusan ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Periode 2017-2018


Sabtu, 10 Juni 2017

Pelantikan Pengurus dan upgrading ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan periode 2017/2018




Seperti roda yang berputar, kepengurusan dalam organisasipun akan berputar silih berganti pada generasi-generasi baru dan diresmikan dengan sebuah pelantikan. Sabtu, 10 Juni 2017,  setelah pembukaan, pembacaaan Ayat Suci Al-Qur’an dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu perpustakaan periode 2017/2018 dengan dipandu ketua umum Alus Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan periode 2017/2018, Rizki Agus Prayitno, ikrar pelantikan pengurus Alus Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan  periode 2017/2018 telah diresmikan.
Acara yang diadakan di Joglo Mavista, Bausasran, Lempuyangan, Yogyakarta ini dihadiri oleh pendiri ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan, Supriadi Jhondi. SIP., MIP., para demisioner ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan pengurus ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan periode 2017/2018.
Setelah acara pelantikan selesai, dilanjutkan dengan acara upgrading. Upgrading ini diadakan guna lebih memperkenalkan ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan beberapa hal dalam bidang kepemimpinan dan kepengurusannya. Dimulai dari acara ke-ALUS-an yang disampaikan oleh Supriadi Jhondhi., SIP., MIP. kemudian  dilanjutkan dengan beberapa acara upgrading pengurus yang dilakukan sekaligus dengan cara pesera dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu bagian kesekretariatan bersama Nur Syifa Fauziyah ,  bagian pembukuan bersama Nur Cholis dan bagian keanggotaan bersama Hendi Prasetyo dan Mohammad Furqon. Kemudian acara yang terakhir  bagian tentang kepemimpinan yang diisi oleh Fuad Wahyu Prabowo..
Acara Pelantikan dan Upgrading ini ditutup dengan berbuka puasa bersama seluruh peserta, baik pengurus maupun demisioner.



Senin, 15 Mei 2017

Diskusi Kepustakawanan (Hoax Vs Kebebasan Berpendapat)


Di era teknologi informasi dan komunikasi yang semakin maju dan berkembang, menyebabkan kemudahan dalam mengakses informasi baik di televisi maupun di sosial media yang terkadang menimbulkan permasalahan berupa sulitnya membedakan antara informasi yang benar-benar terjadi atau ril degan informasi yang hoax. Tidak hanya itu, masyarakat juga masih dipermasalahkan antara adanya berita hoax dengan kebebasan berpendapat.

Adanya ledakan informasi baik antara berita hoax dan kebebasan berpendapat yang beredar secara tidak teratur di sosial media tentu tidak dapat dihindari, hal tersebut membawa dampak positif maupun negatif bagi masyarakat. Hoax merupakan kabar, informasi, atau berita palsu, yang menjadikan perhatian serius bagi pemerintah, masyarakat, serta tidak terkecuali bagi pihak pelayanan informasi atau pustakawan. Hal tersebut menjafikan tanggung jawab bagi pustakawan dan perpustakaan, karena perpustakaan merupakan sumbernya informasi atau gudangnya informasi, serta pustakawan sebagai tenaga yang bekerja di lembaga informasi sehingga mempunyai tugas dalam mencari informasi, menyebarkan, dan menangkal adanya berita-berita yang tidak benar.

Berdasarkan pemaparan di atas, sesuai dengan program kerja tahunan ALUS (Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan) dalam rangka menangkal berita-berita hoax dan membedakan antara berita hoax dengan kebebasan berpendapat, maka ALUS (Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan) perlu mengadakan suatu diskusi kepustakawanan 2  dengan tema “Hoax VS kebebasan berpendapat” yang merupakan salah satu program kerja divisi Pengembangan Profesi.

Diskusi kepustakawanan 2 “Hoax VS kebebasan berpendapat” dilaksanankan di Gazebo Grhatama Pustaka pada Sabtu, 06 Mei 2017. Mas Ardhian Kusuma SIP. sebagai narasumber memaparkan bahwa hoax sangatlah merugikan. Kebebasan berpendapat bisa menyebabkan hoax apabila kebebasan berpendapat namun tidak bertanggung jawab, dan apabila kebebasan berpendapat untuk memfitnah dan menghina orang lain.

Narasumber juga memaparkan menghindari hoax itu harus dengan kesabaran, kenali situs penyebar hoax, ikuti media sosial/situs anti hoax, belajar bertanggung jawab serta perbanyak membaca. Dalam hal membaca narasumber juga memberikan trik tertentu seperti “Membaca tidak harus dari awal hingga akhir, cukup yang penting saja, tentunya tema.” Papar narasumber.

Dengan adanya kegiatan diskusi kepustakawanan 2 “Hoax VS kebebasan berpendapat” ini diharapkan peserta dapat memahami cara menggunakan media dengan bijak, tidak mudah percaya dengan berita yang belum diketahui kebenarannya, serta dapat mengevaluasi berita yang disinyalir hoax.