Perpustakaan Desa Wonokromo

Alus DIY
By -
0
PROFIL PERPUSTAKAAN DESA WONOKROMO

A.     VISI, MISI DAN PROGRAM KERJA
Pelaksanaan tugas perpustakaan desa sering dikaitkaan dengan berbagai kegiatan kemasyarakatan berdasarkan kerjasama, kesepakatan, bersamaan atau melalui tumpangan pada penyelenggaraan program-program pemerintahan yang lain seperti : program Keluarga Berencana (KB), Program koran masuk desa, program Penerangan masyarakat (Penmas), program Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK), program pengembangan kreativitas anak-anak dan orang muda, program layanan kesehataan masyarakat (Puskesmas). Tugas pokok dan fungsi perpustakaan umum desa tersebut dikelempokkan ke dalam kegiatan substansif dan fasilitatif yang secara lebih rinci diuraikan dalam bab tersendiri. Semua aktivitas itu adalah dalam mewujudkan visi dan misi perpustakaan desa.[1]
Adapun visi dan misi perpustakaan desa Wonokromo adalah sebagai berikut :
Visi :
Terwujudnya Perpustakaan Desa sebagai pelayanan masyarakat dalam mendukung terciptanya masyarakat yang berpengetahuan.
Misi :
Meningkatkan kesadaran masyarakat umum terhadap pentingnya informasi.
Untuk melaksanakan misi bisa dilakukan dengan kegiatan :
1.    Pelayanan pengguna
2.    Pengolahan dan pengelolaan bahan pustaka
3.    Penyebarluasan informasi
4.    Sosialisasi perpustakaan
5.    Layanan Motor Pintar
Program Kerja Perpustakaan Desa Wonokromo tahun 2011-2012
·         Pembenahan administrasi.
·         Pembinaan pengelola perpustakaan dusun sedesa Wonokromo.
·         Pengoptimalan pelaksanaan perpustakaan keliling sedesa Wonokromo dengan motor pintar.
·         Peningkatan pelatihan pengelola perpustakaan desa.
·         Peningkatan minat baca masyarakat.
·         Promosi perpustakaan.
B.     SUMBER DAYA MANUSIA
Perpustakaan Desa Wonokromo dikepalai oleh Bapak Akhmad Riyanta, jumlah pegawai yang ada di perpustakaan desa wonokromo berjumlah dua orang dengan latarbelakang pendidikan SMA, tetapi dari dua pegawai tersebut yang aktif hanya satu orang yaitu Ibu Siti Fathonah. Walaupun hanya lulusan SMA tetapi beliau pernah mengikuti diklat selama 15 hari di BPAD yaitu mengenai pengolahan bahan pustaka mulai dari klasifikasi sampai membuat katalog, cara peminjaman dan pengembalian yang baik, serta cara perawatan bahan pustaka. Selain mengikuti diklat beliau juga sering mengikuti acara-acara seminar dan workshop.
Selain itu dahulu para pustakawan di perpustakaan desa se-Provinsi DIY membuat sebuah komunitas/organisasi yang bernama Ikatan Pustakawan Perpustakaan Desa (IPPD) kegiatannya yaitu antaralain melakukan pertemuan 3 bulan sekali untuk para anggotanya. Sedangkan pertemuan dengan seluruh pengurus umum Perpustakaan desa (baik yang menjadi anggota IPPD maupun yang tidak) diadakan 6 bulan sekali. Akan tetapi sejak pergantian kepengurusan tahun 2010 (Ketua Bapak Sumanto) pertemuan tersebut menjadi tidak berjalan sehingga kegiatan organisasi tersebut tidak berjalan bagus seperti dahulu ketika diketuai oleh Bapak Sukino.



C.     STRUKTUR ORGANISASI




Menurut Surat Keputusan Lurah Desa Wonokromo No. 03 Tahun 2009 tentang pengangkatan Petugas Pengelola Perpustakaan Desa tahun 2009. Adapun susunan pengelola Perpustakaan Desa Wonokromo adalah sebagai berikut3] :
NO
JABATAN
NAMA
ALAMAT
1
Pengarah
Lurah Desa Wonokromo
Wonokromo
2
Penanggung jawab
Akhmad Riyanta
Wonokromo
3
Ketua
H. Iskak
Ketonggo
4
Sekretaris
Hj. Rustiyati
Ketonggo
5
Anggota
Ikhsan Zuhdi
Pandes II
6
Pelaksana
Siti Fathonah
Jejeran II
Rohmiyatun
Ketonggo

D.     SARANA DAN PRASARANA
1.      Perabot dan perlengkapan
No
Jenis Perabot
Jmlh (buah)
Keterangan
Kondisi
Cukup
Kurang
Lebih
Baik
Rusak ringan
Rusak berat
1
Meja Baca
4
-
-
-
-
2
Kursi Baca
4
-
-
-
-
3
Rak buku
6
-
-
-
-
4
Meja sirkulasi
1
-
-
-
-
5
Rak surat kabar
1
-
-
-
-
6
Laci katalog
1
-
-
-
-
7
Meja kerja
1
-
-
-
-
8
Kursi kerja
2
-
-
-
-
9
Kipas angin
1
-
-
-
-
2.      Ruangan
No.
Jenis Ruangan
Jumlah
Ruang
Luas
m2
Pemanfaatan Ruang
Kondisi
Dipakai
Tidak dipakai
Baik
1
Ruang Bahan Pustaka
1
15
2
Ruang Baca, Kerja
1
35
3
Kamar mandi
1
6

E.     KOLEKSI
Pada awal pembentukan yaitu tahun  2003 koleksi di Perpustakaan Wonokromo awalnya adalah koleksi pinjaman dan koleksi buku-buku pemberian, kemudian pada tahun 2006 Perpustakaan menerima bantuan dari Perpustakaan Kabupaten Bantul sebanyak 250 eksemplar kemudian tahun 2008 juga menerima bantuan dari “Tentara Membangun Desa” sewaktu gempa sebanyak 250 eksemplar. Jumlah Keseluruhan Koleksi yang dimiliki Perpustakaan Desa Wonokromo pada tahun 2011 adalah sekitar 2231 judul atau 3388 eksemplar dengan perincian koleksi sebagai berikut :
No
Jenis Bahan pustaka
Jml
Judul
Eks
Pemanfaatan
Sering
Sedang
Jarang
1
000 Karya umum
81
116
-
-
2
100 Filsafat
83
115
-
-
3
200 Agama
330
533
-
-
4
300 Ilmu-ilmu sosial
316
476
-
-
5
400 Bahasa
55
81
-
-
6
500 Ilmu-ilmu murni
140
201
-
-
7
600 Ilmu-ilmu terapan
735
1094
-
-
8
700 Kesenian
130
198
-
-
9
800 Sastra
320
492
-
-
10
900 Geografi
41
82
-
-

Jumlah
2231
3388

Namun pada akhir tahun 2011 Perpustakaan Desa Wonokromo mendapat Bantuan buku sebanyak 1000 eksemplar dari BPAD Provinsi DIY, buku tersebut sebenarnya dari Perpustakaan Nasional RI namun yang memiliki tugas untuk mendistribusikan buku tersebut adalah BPAD. Buku dari BPAD tersebut sudah diolah (diklasifikasi, dilabel, diberi kantung buku dan kartu buku) serta sudah diinventaris di buku inventaris sehingga pustakawan perpustakaan Desa hanya tinggal memberi cap atau stempel atau jika perlu diberi nomor inventaris lagi sesuai dengan urutan buku-buku yang lama. Sehingga untuk koleksi buku yang dimiliki oleh Perpustakaan Desa Wonokromo Bantul pada tahun 2012 kurang lebih sebanyak 4388 Eksemplar.
Perpustakaan juga tadinya menyediakan koran sebanyak dua buah dengan maksud yang  satu ditempel di tempat Koran untuk umum sedangkan yang satu untuk perpustakaan/didalam ruang baca. Tetapi karena tempat pajang/tempel untuk korannya rusak karena gempa, sehingga sampai sekarang ini perpustakaan hanya berlangganan satu koran saja. Koran menjadi salah satu daya tarik masyarakat umum untuk datang ke perpustakaan, karena tidak semua masyarakat berlangganan koran. Sehingga dengan adanya koran di perpustakaan desa wonokromo masyarakat bisa mengupdate berita terkini tanpa harus repot membeli koran.  Sedangkan apabila ada buku-buku yang rusak pustakawan hanya memisahkan buku tersebut, sampai sekarang ini buku-buku yang rusak belum diperbaiki karena pustakawannya belum pernah mencoba memperbaiki walaupun pernah mengikuti perlatihan pelestarian bahan pustaka di BPAD DIY.
F.      LAYANAN-LAYANAN
1.      Jam Buka Perpustakaan
Karena Perpustakaan Desa Wonokromo dibawah naungan pemerintah desa Wonokromo sehingga jam buka perpustakaan mengikuti jam kerja di pemerintah desa yaitu buka dari hari Senin – Jum’at Pukul 08.00-13.00 sedangkan untuk hari sabtu dan hari libur tutup.
2.      Layanan Keanggotaan
Perpustakaan Desa Wonokromo merupakan perpustakaan Umum yang berada di desa sehingga anggotanya merupakan masyarakat umum dari berbagai lapisan. Syarat-syarat untuk menjadi anggota perpustakaan Desa Wonokromo antara lain :
a.    Membayar biaya pendaftaran sebesar 2000 rupiah
b.    Menyerahkan pas foto ukuran 3X4 sebanyak 3 lembar
Sampai bulan Mei 2012 Jumlah keseluruhan anggota perpustakaan desa wonokromo berjumlah 702 anggota, tetapi yang anggota aktif datang dan meminjam buku di perpustakaan hanya sekitar 50% karena sebagian anggota adalah anak pondok pesantren yang mondok di dekat perpustakaan desa wonokromo  sehingga apabila mereka telah selesai mondok maka otomatis mereka akan pulang ke tempat asal mereka masing-masing, karena mereka tidak pernah datang lagi ke perpustakaan ssehingga mereka seharusnya dihitung keluar namun data-data anggota yang keluar belum dihitung oleh pustakawanya.
3.      Layanan Sirkulasi
Untuk penelusuran koleksi di perpustakaan Desa Wonokromo pengguna langsung mencari koleksi yang dibutuhkan di rak karena tidak ada Katalog kartu maupun OPAC, walaupun sebenarnya ada katalog tetapi banyak buku yang tidak ada katalognya sehingga langsung mencari koleksi-koleksi yng dibutuhkannya ke ak langsung karena.
a.       Layanan Peminjaman
Untuk pengunjung yang belum menjadi anggota perpustakaan belum boleh meminjam koleksi perpustakaan Desa Wonokromo. Sedangkan untuk Anggota yang telah terdaftar dapat meminjam 2 buku dengan batas waktu peminjaman 7 hari dengan meninggalkan jaminan kartu identitas, selain itu pinjaman buku tersebut juga dapat diperpanjang sampai 2 minggu. Sedangkan untuk setiap keterlambatan pengembalian buku akan dikenakan denda sebesar Rp. 100,- / hari/ buku.
b.      Sistem peminjaman
Sistem peminjaman koleksi di Perpustakaan Desa Wonokromo masih menggunakan sistem manual. Yaitu peminjaman buku dicatat dibuku peminjaman. Sedangkan utuk pengembaliannya kadang dicatat kadang tidak, biasanya kalau tidak dicatat pustakawan hanya mencocokkan buku yang dikembalikan dengan data yang adaa di buku peminjaman.
G.    ANGGARAN
Anggaran untuk operasional Perpustakaan Desa Wonokromo Bantul yang menetapkan adalah Pemerintah Desa, untuk jumlah anggarannya pustakawannya sendiri kurang mengetahui berapa anggarannya karena untuk bagian administrasi keuangannya dikelola oleh KaBag. Umum dari Pemerintah Desa. Karena tugas KaBag umum adalah mengelola kegiatan administrasi yang berhubungan dengan semua sirkulasi administrasi Desa Wonokromo termasuk juga administrasi Perpustakaan Desa, Pendapatan Asli Desa (PAD) dan lain-lain. Selain itu untuk pembuatan laporan pertanggungjawaban atau LPJ perpustakaan yang mengurus juga adalah Pemerintah Desa bukan pustakawannya, karena pustakawannya hanya diberi tugas untuk mengelola perpustakaannya (Layanan Peminjaman, Pengembalian), sedangkan untuk administrasinya dikelola oleh Pemerintah Desa.
Tetapi dari data lain disebutkan bahwa desa mengeluarkan dana sekitar Rp. 4.000.000,- setiap tahunnya untuk operasional perpustakaan, Dana tersebut diambil dari Dana Alokasi Desa. Selain dukungan langsung ke perpustakaan melalui Dana Alokasi Desa, pihak pemerintah desa punya cara yang lain untuk menghidupkan perpustakaan yaitu dengan mengangkat pengelola utama perpustakaan menjadi perangkat desa.[2] Pada tahun 2005 Perpustakaan Desa Wonokromo mendapat alokasi anggaran sebesar Rp. 16 Juta untuk memperbaiki gedung, namun karena pengeluarannya ternyata lebih dari Rp. 16 Juta akhirnya perpustakaan meminta bantuan anggaran dari Desa. Sedangkan anggaran untuk pengadaan koleksinya, biasanya Pustakawan langsung membeli koleksi/buku yang diinginkan di toko buku atau sewaktu ada pameran kemudian nota/kwitansi bukti pembelian buku tersebut kemudian diserahkan ke Pemerintah Desa kemudian Desa akan mengganti uang yang digunakan untuk membeli koleksi tadi. Sedangkan untuk pembelian Koran, Perpustakaan Desa Wonokromo pernah mengajukan permohonan bantuan ke Kedaulatan Rakyat untuk langganan Koran untuk Perpustakaan Desa, akhirnya pihak Kedaulatan Rakyat memberikan penawaran khusus yaitu untuk Perpustakaan Desa Wonokromo hanya perlu membayar 50% atau separuh dari biaya langganan Koran.
H.    PROMOSI
Untuk meningkatkan minat baca masyarakat dan kesadaran untuk memanfaatkan perpustakaan, sering kali Pustakawan membawa sebagian buku perpustakaan di acara pertemuan Ibu-ibu PKK dengan begitu Ibu-ibu akan tertarik karena koleksi yang dibawa disesuaikan dengan selera Ibu-Ibu seperti buku resep masakan, buku yang berhubungan dengan rumah tangga, dan lain-lain. Selain itu pustakawan juga sering membawa buku bacaan ke PAUD dekat Kelurahan ketika perpustakaan sudah tutup, karena banyak Ibu-Ibu yang sedang menunggu anaknya pulang maka Pustakawan berinisiatif memberikan bahan bacaan kepada Ibu-Ibu tersebut.
I.        KERJASAMA
Perpustakaan Desa Wonokromo bekerjasama dengan BPAD yaitu kerjasama dalam pengadaan serta pengolahan koleksi. Perpustakaan Desa Wonokromo juga melakukan kerjasama dengan Perpustakaan Kabupaten Bantul yaitu kerjasama dalam hal operasional perpustakaan Motor Pintar baik dari segi fasilitas motor pintar maupun dari segi koleksi.


[1] Sutarno, NS. Membina Perpustakaan Desa (Jakarta : Sagung Seto, 2008). hal. 43.
[2] Buletin Pustaka. 2011.  Perpustakaan Desa Wonokromo Kec. Pleret Kab. Bantul (http://buletinpustaka.blogspot.com/2011/10/perpustakaan-desa-wonokromo-kec-pleret.html, diakses 18 Mei 2012, pukul 15.40 WIB).
[3] A. Riyanta.  Profil Perpustakaan Desa Wonokromo Bantul. (Perpustakaan Desa Wonokromo : Yogyakarta, 2011), Hal. 6-7.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)