Cerpen "Ketika Cinta Berkata lain"

Posted by ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan on 01.46 with 3 comments
Hello Kawan ALUS, gimana kabarnya? hehehe
pada kesempatan kali ini mimin akan share kiriman cerpen dari Sdr. Mukhlis udah mimin bikinin covernya juga lho siapa tau bakalan jadi best story, best seller :D
Dari Judulnya agak galau sih, baca aja deh nyampe selesai biar gak penasaran >_<'!
 

KCB 
(Ketika Cinta Berkata lain)

      Di pojok ruang baca skripsi, nampak beberapa mahasiswa sedang berdiskusi dengan serius, hal tersebut dilihat dari gerakan dan raut muka mereka. Nampaknya mereka membahas seuatu yang sangat serius, ketika asyik berdiskusi tiba-tiba mereka didatangi oleh pustakawan bagian referensi. “Maaf ya mas-mas, kegiatan berdiskusi di perpustakaan tidak dilarang, cuma suara kalian sedikit mengusik pemustaka lain yang sedang mengerjakan skripsi, jadi mohon sekiranya dimaklumi”, tegur petugas perpustakaan. 
      Jaka yang terkenal dengan julukan si kuping cabe seketika naik darah, doi langsung berdiri sambil garuk-garuk kepala.”Njeh pak ”, sahut Jaka dengan suaranya yang ngapak belepotan itu sambil tersenyum lebar. Gigi depannya yang berwarna kuning itu nongol menghiasi senyumnya yang penuh dengan kepalsuan.
      “Ah sialan, masak cuma ngobrol kayak begini doang langsung ditegur sih..., pliss dech”, gerutu Jaka sambil merapikan kembali rambutnya yang gak karuan itu. 
      “Yah..., namanya juga di perpustakaan kita harus punya etika dan kudu manut ama tata tertib bro, jawab Benny. “Tata tertib apaan”, gerutu Jaka gak terima nasihat dari Benny. “Maksudnya, perpustakaan itu tempat orang-orang menggali informasi dengan khusyuk, artinya khusyuk dalam menggali informasi itu butuh ketenangan biar bisa konsentrasi. Jadi perpustakaan itu bukan tempat transaksi jual beli kayak pasar hewan yang suara gaduhnya minta ampun”, sahut Donny meluruskan argument dari Benny. “Oke, kalau begitu, nanti sore pembicaraan ini kita lanjutkan di Kost Donny sambil menggarap tugas mata kuliah klasifikasi” sahut Jaka bersemangat. “Ok, roger that command” teriak mereka serentak. 
      Sore hari pas ngumpul bikin PR di kost Donny, mereka lalu menuntaskan pembicaraan yang tertunda di perpustakaan tadi siang, kemudian mereka melanjutkan pembuatan makalah mata kuliah klasifikasi. Ketika pembagian tugas selesai dibagi maka semuanya mulai bekerja mencari referensi yang dibutuhkan, baik dari buku, jurnal, kamus hingga sumber dari internet. Saat asyik mengerjakan tugas, seketika menyeruaklah tekad yang spektakuler dari mulut Jaka, “ Besok gue mao nembak Si Elish” 
      “Geplak,...” timpal Benny menyebut makanan favoritnya Donny yang lagi sibuk mencari nomor klasifikasi judul buku, tiba-tiba nyeletuk, “Aku salut ama ente Jek..!”, katanya terharu. Merasa di-support sama teman-temannya Jaka pun membeberkan rencana yang maha penting itu,”Besok Senin, ane mao nyatain cinta ane ke Elish. Pada misi khusus ini, ane minta bantuan arek-arek semuanya, ente-ente bersedia kan?”, jawab Jaka meyakinkan teman-temannya.“Demi Mas Jaka yang tersayang, sang penguasa kampus kami siap membantu, tapi misi ini ada reward-nya gak nih,hehehe”, sahut Benny “Nah setuju aku, kalo ada reward-nya, tapi klo gak ada gak mau aku”,sahut Jiko menambahkan. “Aku ngikut suara mayoritas,hehehe”, sahut Donny.
      Setelah diprovokasi bakal di traktir ama si Jaka, makan sekenyangnya di angkringan dekat rel kereta api, mereka pun sepakat. Demi sikap solidaritas, suara mayoritas dan rasa kasian, lalu mereka mendukung tekad si Jaka. Mereka akan memainkan peran untuk mendukung si Jaka saat bertemu dengan Elish di perpustakaan kampus. Setelah PR selesai, mereka melanjutkan pembuatan skenario peran saat bertemu dengan Elish di perpustakaan besok, setelah semuanya terkonsep dengan rapi, strategis, sistematis, persiapan yang matang dan mapan, lalu mereka bubar untuk menunggu saat-saat mendebarkan tiba. 
      Hari Senin yang mendebarkan pun kini telah tiba...! 
Setelah melakukan oservasi dan olah TKP, lalu diadakanlah latihan pra-acting selama 3 jam lamanya, akhirnya saat yang dinanti telah tiba. Dari depan pintu masuk perpustakaan, Benny stanby sambil BBM-an dengan Jaka. “On target, keep calm-down boy”, jawab Benny sambil mengelus Hp BlackBerry kesayangannya. Hal itu menandakan target sedang perjalanan menuju lokasi, Di ruang baca lantai 3, Donny, dan Jiko sudah siap-siap memainkan peran mereka, lalu si Jaka sudah duduk manis sambil pura-pura membaca sebuah buku ensiklopedi. Selang beberapa menit kemudian Elish pun datang sambil melirik-lirik mencari si Jaka, karena sebelumnya si Jaka telah mengirim pesan singkat (SMS) pada Elish. Lalu mereka pun bertemu dan memulai pembicaraan. 
     “Eh mas Jaka, gimana kabarnya.., tumben nih...?” sapa Elish ramah 
     “Ngg...mao..mo..ngobrol-ngobrol aja kok...”, ucap Jaka yang dengkulnya mulai gemeteran, jantungnya terasa empot-empotan. “Oh ya, ada hal apa nih”, jawab Elish penasaran. “Ehmm...jadi begini Ell, sebenarnya aku tuh...”, (tiba-tiba terdengar sebuah tanda peringatan dari bagian informasi perpustakaan). 
      “Selamat pagi, kepada pemustaka yang merasa pemilik motor dengan nomor plat AB7067A, harap segera memindahkan kendaraan anda ke tempat parkiran, karena menghalangi jalan, terima kasih “, ucap bagian informasi perpustakaan. Selang kemudian Donny menelpon si Jaka, “ Halo.., halo.., hey.. jangkrik.., motormu itu loh menghalangi jalan, masak parkir motor di depan pintu masuk perpustakaan, mobil kepala perpust gak bisa lewat tau, cepet turun, “teriak Donny dr telpon genggam Jaka. “Oh hiya to, sek yo..”, sahut Jaka sambil lari tunggang-langgang. Lalu Elish pun heran melihat tingkah si Jaka itu. 
      Melihat si Jaka lari tunggang-langgang, Donny dan Jiko ikutan lari menyusul. Melihat situasi seperti itu, secara tidak sengaja Elish melihat Donny dan Jiko berlari, lalu Elish pun teriak memanggil Donny. “Mas Donny, tunggu”, ucap Elish ikut meninggalkan ruang referensi. Setelah persoalan tersebut selesai, lalu si Jaka kembali menemui teman-temannya untuk meneruskan misi yang maha penting tesebut. Karena semuanya sudah terlanjur turun, maka mereka sepakat untuk ngobrol-ngobrol di taman yang sejuk dan asri yang berada di depan perpustakaan. Di awal pembicaraan, Elish memulai dengan pertanyaan seputar alasan Jaka memanggilnya ke perpustakaan, melihat situasi seperti itu wajah si Jaka pucat pasi kehabisan akal karena keadaan ini diluar skenario yang mereka rencanakan. 
      Dengan tanpa dosa, Benny langsung berargument “Sebenarnya ada seseorang yang ingin mengutarakan isi hatinya ke kamu lho Ell”, jawab Benny keceplosan...yang lain melototi Benny dengan sorotan tajam. “Oh yah..,”tutur Elish sambil tersenyum tersipu malu. Semuanya diam seratus kata, serasa leher kecekik nggak ada yang bisa ngomong lagi. “Ya.., sebenarnya aku juga lagi menaruh simpati sama salah seorang diantara kalian berempat”, sahut Elish dengan senyumnya yang manis itu. Kemudian Elish pamit pergi meninggalkan mereka berempat. Setelah mendengarkan tutur kata dari Elish tadi, mereka saling bertatapan dengan mulut menganga lebar. 
      “Ah, aku nggak ikut-ikutan, ntar pacarku marah lagi nanti”, timpal Jiko membela diri “Aku juga nggak ikut deh, aku gak mau nyari masalah ama cewek”, sahut Donny cuek bebek. “Oke Benn..,berarti sekarang kita saingan untuk nge-gebet si Elish”,sahut si Jaka bersemangat. “terserah elloohhhh”, sahut Benny agak kesel. Kemudian mereka bubar meninggalkan perpustakaan. Kemudian mereka menuju angkringan. Karena misi ini “gatal” (gagal total), maka traktiran pun terpaksa ikutan gagal, tapi mereka masih kompak ngangkring bareng dengan alasan mereka sepakat untuk bayar sendiri-sendiri, hehehe. 
      Setelah berminggu-minggu belum ada aksi, lalu si Jaka mengambil langkah awal dengan menamai gerakan tersebut dengan sebutan Gerakan Anak STMJ. Tapi kalau ditanya kepanjangan dari Anak STMJ itu?, si Jaka menjawab itu simbol persahabatan mereka yang cinta terhadap produk angkringan, padahal arti yang sebenarnya adalah Anak Semester Tujuh Masih Jomblo,hehe. ^_^. Kemudian agresi pertama pun dimulai, si Jaka dan Benny saingan berat, mulai dari pakian yang modis, model rambut yang macho sampai urusan tali sepatu pun mereka bersaing secara ketat. Donny dan Jiko ikut cekikikan melihat tingkah mereka. “Ah..dasar anak tuyul, gitu aja kok saingan”, gerutu Jiko sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. 
      Pada suatu saat, mereka kebagian tugas observasi dari dosen dengan model kelompok, Jaka, Jiko, dan Elish satu kelompok, sedang Donny satu kelompok dengan Benny dan seorang mahasiswi tingkat bawah yang kebetulan mengambil mata kuliah yang sama. Merasa tidak ada saingan, maka kesempatan berlian itu tidak disia-siakan oleh Jaka untuk mendapatkan simpati dari Elish, sedang Benny bertingkah gak karuan seolah tidak terima gak sekelompok dengan Elish. Melihat tingkah Benny yang gak tenang itu, lalu Donny menenangkan Benny. “ Eh Ben, gak segitunya kali..santai aja, klo emang cinta memahakmu dia tak akan kemana”, sahut Donny. Kemudian Benny menjawab lemes, “Ok, tapi kalo sampai Jaka berhasil jadian sama Elish..Lu orang yang pertama kali ane tuntut” hardik Benny. “ Iya-iya terserah, sudah kita fokos pada tugas kita dulu” jawab Donny yang sudah capek ngeliat tingkah Benny. 
      Setelah tugas tersebut selesai, Benny lekas menemui Jaka untuk memastikan apakah doi berhasil menggebet Elish. Selang kemudian Jaka ngomel, kalo selama ini usahanya sia-sia belaka untuk mendapatkan simpati Elish. Merasa usahanya tak membuahkan hasil, lalu si Jaka memberanikan diri untuk mengutarakan isi hatinya dan akan merelakan isi dompetnya jika cintanya diterima oleh Elish si kembang kampus itu. Si Jaka hafal betul kebiasaan Elish yang selalu datang ke perpustakaan setiap hari Senin dan Kamis, begitu datang dan selalu duduk di kursi pojok ruang baca, di samping jendela yang menghadap ke lingkungan fakultas, karna gedung ini berada di lokasi paling timur dan di ujung. Maka kalau melihat ke luar jendela yang ada di pojok barat lantai dua itu, semua lingkungan fakultas sampai ke tempat parkiran kelihatan dengan jelas. Manusia berusaha, lalu tuhan yang menentukan, cinta yang tulus dari si Jaka mendapat penolakan secara terhormat dan elit dari Elish, hal ini bukan berarti dunia bakal kiamat. 
      Kini Genk Anak STMJ itu jarang kumpul-kumpul dan nongkrong bersama lagi, bagaimana tidak. Si Jaka lagi patah hati karena cintanya ditolak oleh Elish, sedang Benny lagi galau tingkat Dewa memikirkan jurus jitu sambil mengevaluasi letak kegagalan si Jaka yang tidak mampu meluluhkan hati Elish. Jiko sibuk ber-urusan dengan pacarnya sendiri..terus bagaimana dengan Donny??? 
      Donny juga lagi gundah-gulana memikirkan nasibnya, bukan karena dia jomblo dan bukan karena memikirkan nasib sahabatnya yang rada apes itu, tetapi memikirkan keputusan dan langkah yang akan dia ambil. Sebelum ditembak oleh Jaka, sebenarnya Elish telah menyatakan cintanya pada Donny lewat puisi cinta by-inbox pada facebook, dan hingga kini Donny pun belum memberikan keputusan. Di Sisi lain ketika libur semester besok, pihak keluarga Donny berencana akan melakukan pertunangan antara Donny dengan gadis sepermainan Donny saat masih kecil dulu yang kini juga tengah kuliah bidang keperawatan., namun Donny belum memberikan keputusan setuju atau tidak kepada kedua opsi hidupnya itu. Semuanya tergantung Donny dan tentunya takdir dari yang maha kuasa, yang jelas biar cintalah yang akan berbicara... 

*By Mukhlis 
(Ketua Divisi Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Priode 2011-2012)