Review Buku "Rantau 1 Muara" - ALUS DIY

21 Mei 2021

Review Buku "Rantau 1 Muara"

 Book Review

 

Judul               : Rantau 1 Muara

Penulis             : Ahmad Fuadi

Cetakan           : kesembilan Oktober 2018

Genre              : Fiksi  

Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama

Tempat Terbit : Jakarta

Ukuran            : 13 x 19 cm

Tebal               : xii, 401 halaman

ISBN               : 978-979-22-9473-6



Rantau satu muara adalah novel ketiga dari trilogi Negeri 5 Menara yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2013.  Novel ini bercerita tentang kehidupan Alif Fikri dalam masa pencarian tempat ia berkarya, pencarian belahan jiwa dan pencarian muara dari kehidupan yang ia jalani.

Review:

Alif Fikri, sebagai tokoh utama dalam trilogi ini, setelah kenyang menempuh kehidupan pesantren dengan man jadda wa jada dalam ‘Negeri 5 Menara’ dan jatuh bangun selama perkuliahan dengan mantra man shabara zhafira dalam ‘Ranah 3 Warna’. Berusaha mencari, bukan lagi berupa pencarian jati diri, tapi pencarian tujuan akhir. Dengan mantra terakhir yang ia bawa dari pondok madani man saara ala darbi washala, siapa yang berjalan dijalannya akan mencapai tujuan, Alif menetapkan hatinya apabila menemukan persimpangan di jalan yang ditempuhnya mencapai tujuan.

Dalam kisah ini beberapa tokoh yang berperan penting dalam setiap fase hidup Alif adalah;

Randai, dia tetap muncul dalam kisah ini. Kedua sahabat yang bersaing makin sengit, berlomba untuk saling membuktikan diri, berlomba mencapai muara tujuan masing-masing. Dalam setiap pertemuan mereka seperti dua orang yang sedang berada dalam pacuan lari. Saling mengukur kemampuan masing-masing, saling menantang, saling mengolok, berebut untuk menjadi yang terbaik diantara mereka. Bagi Alif, Randai adalah kawan, sekaligus lawan. Keberadaan seperti pelecut tersendiri untuk terus berlari.

Pasus, manusia kurus yang ia temukan ketika masa magang menjadi kuli tinta. Teman se’doktor’ alias mondok di kantor akibat tidak adanya kosan layak yang sesuai dengan kantong mereka. Sahabat yang nyentrik, lucu, pencinta dangdut dan rock, lahir di Medan sehingga logat bataknya masih terasa dan tidak pernah ragu dengan pilihannya sebagai wartawan karena itulah jalan yang telah dipilihnya untuk mencapai tujuan.

Dinara, seperti takdir dia muncul dalam kehidupan Alif. Teman dari seorang teman yang berkarya sama dengannya. Dinara adalah sparing partner terbaik Alif selama mereka masih di ‘Derap’ Jakarta dan ‘ABN’ Washington. Perbedaan latar belakang yang sempat membuat Alif merasa kalau mereka berada dalam dua dunia yang berbeda, terbukti tidak bersalah setelah mereka terjebak dalam piket jaga malam di kantor. Alif menemukan banyak karakter yang beririsan diantara mereka, memberi kesempatan dan keberanian baginya untuk menemukan pelabuhan hatinya.

Garuda, tokoh yang muncul dalam kehidupan Alif di negeri orang. Seorang pekerja keras mencintai keju akibat dendam masa kecilnya, suka membantu, suka berbagi dan yang menjadikan dirinya sebagai kakak yang tidak pernah Alif milki. Dengan profesinya sebagai TKI dia telah melewati banyak negara dan benua, dan dengan itu pula banyak kearifan hidup. Impiannya adalah pulang kembali ke kampung halaman membayar hutang orangtuanya, membeli sawah, membangun ruko dan melamar bidadari yang telah menunggunya dikampung. Namun sebuah peristiwa menggubah jalan yang telah dia rencanakan bertahun-tahun.

Tokoh-tokoh lain dalam novel ini adalah Mas Aji dan Mas Malaka yang menjadi pembimbing hebat bagi Alif dan rekan-rekannya. Mas Nanda dan Mbak Hilda yang bersedia memberi tumpangan bagi Alif ketika dia berada di Washington DC. Ustadz 2x11 Enam Lingkung sebagai tempat Alif menanyakan pendapat dan nasehat.

Cerita ini dimulai dari Alif yang telah lulus dengan menyadang CV yang baik akibat segudang pengalaman, harus tercekik dalam jeratan krisis moneter yang melanda Indonesia . Setelah hampir berputus asa ia menemukan jalan di kantor berita impiannya, sebuah jalan yang harus ia tempuh untuk mencapai tujuan. Dunia jurnalistik mempertemukannya dengan orang-orang berpengaruh di negara ini, dibimbing oleh Mas Aji dan Mas Malaka, Alif, Pasus, Dinara dan rekan-rekan lainnya belajar dan bekerja untuk menghasilkan karya yang layak. Dengan latar belakang berupa tantangan dari sahabatnya Randai, Alif mati-matian mengejar beasiswa ke negara impiannya, Amerika. Sukses dengan beasiswa, Alif mulai mencari tujuan berlabuh hatinya, seorang yang sudah lama menghantuinya sejak pertemuan mereka yang kedua kalinya. Bersama mereka belajar saling ikhlas menerima dan memaafkan, saling menguatkan saat sebuah kejadian besar sempat merenggut semangat. Bersama mereka mendayung kano kehidupan, mencari muara yang hendak mereka labuhi.

 

Ulfah Azzah M.

 

 

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda