Siswa SD Tewas Tertimpa Lemari Buku Perpustakaan

Posted by ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan on 04.05 with 1 comment
PACITAN- Seorang siswa SD Negeri Sugihwaras 2, Desa Sugihwaras, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, bernasib nahas akibat terbatasnya fasilitas di sekolah.

Bocah itu tewas akibat tertimpa lemari buku yang juga berfungsi sebagai penyekat antara ruang kelas dan ruang perpustakaan.

Peristiwa terjadi saat jam istirahat sekolah pada Kamis 26 Juli kemarin. Saat itu, korban bernama Fattahul Umam, siswa kelas 2, tengah bermain bersama temannya di ruang kelas. Tanpa sadar, korban menarik kain selambu penutup buku.

“Saat kain ditarik, lemari roboh. Karena posisi korban berada persis di bawah lemari sehingga langsung tertimpa lemari. Tubuh korban terjepit dan dibawa ke Puskesmas Pringkuku, namun tewas di perjalanan,” kata Sugeng, penjaga sekolah, Jumat (27/7/2012).

Sementara itu, kematian korban menyebabkan keluarganya terpukul. Susilo dan Rini Widiastuti, orangtua Fattahul, terus menangis. Mereka tidak menyangka anaknya meninggal di sekolahan dengan kondisi cukup mengenaskan.


Murni kecelakaan, keluarga korban tidak menuntut atas kasus ini. Jenazah bocah kelas dua itu diserahkan ke keluarga dan langsung dimakamankan di pemakaman umum desa setempat.

Sumber : OkeZone.com
Naas, sekali berita mengenai siswa SD yang tertimpa rak buku perpustakaan, memang betul nyawa sudah di atur oleh Yang Maha Kuasa tetapi dengaan kejadia seperti itu setidaknya membuat malu dunia pendidikan dan dunia perpustakaan.
setidaknya jika pihak sekolah dan petugas perpustakaan lebih memperhatikan mengenai kondisi sekolahan khususnya ruang perpustakaan dana ruang kelas yang berdekatan dengan perpustakaan, kejadian semacam itu mungkin tidak akan terjadi. Apa boleh buat, nasi telah menjadi bubur, itulah ungkapan yang mungkin tepat untuk kasus ini.
mungkin kejadian seperti itu bisa menjadi perhatian para pustakawan, kepala sekolah, dan pejabat.
semoga dunia pendidikan di Indonesia semakin baik dan perpustakaan semakin berkembang sebagai sarana penunjang kegiatan pendidikan yang bermutu. [TONO/Ed.]