Perpustakaan Bagi Remaja

Alus DIY
By -
0
Benar adanya jika berbagai pendapat mengatakan bahwa pergi ke perpustakaan itu membosankan, apalagi dikalangan remaja yang akan menjadi pembangun bangsa. Jarak antara pembaca dan perpustakaan kian jauh. Salah satu yangt membuat kita enggan untuk pergi ke perpustakaan adalah perubahan tatanan pemikiran tentang perpustakaan ataupun keingintahuan yang semakin turun secara drastis di Indonesia.

Tunggu dulu, sebelum lebih jauh kita membicarakan menganai perpustakaan ada baiknya kita cermati dulu seklias tentang pengertian perpustakaan.

   Perpustakaan dapat diartikan sebagai suatu sarana prasarana yang dibangun oleh lembaga suatu pendidikan ataupun masyawakat untuk menambah pengetahuan dengan membaca, didalam perpustakaan teradapat puluhan bahkan ribuan buku dengan berbagai macam disiplin ilmu yang disediakan perpustakaan secara gratis. Bahkan untuk Perpustakaan umum sebenarnya lingkup jaringannya luas, tidak terbatas pada usia, status sosial dan siapa yang membaca.

Apalagi kalau fasilitas maupun kenyamanan yang tersedia dalam perpustakaan kurang nyaman, pasti akan menambah kebosanan kita untuk pergi ke perpustakaan.

Mengapa bisa demikian ?

    sudah menjadi naluri manusia bahwa apa yang tersedia secara bersihm nyaman dan rapi pasti akan menambah kenyamanan dan semangat belajar apalagi dikalangan remaja saat ini.
seperti halnya juga perpustakaan yang apabila dikelola dengan baik serta memiliki fasilitas yang memadai pasti akan menambah semangat dan keinginan untuk pergi ke perpustakaan selain itu pengunjungpun bisa nyaman membaca diperpustakaan dan tidak merasa bosan.
Adanya perpustakaan yang menjadi gudang ilmu ternyata tidak mendapat respon yang baik dari para remaja sehingga pengunjung perpustakaan pun akan semakin sedikit. Pemahaman remaja tentang perpustakaan pun masih sempit dan tidak berfikir maju. Hal itu dapat disebabkan kurang maksimalnya pemanfaatan waktu untuk belajar sehingga waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar terbuang sia-sia untuk bermain, pergi ke mall dll.

Faktor yang membuat malas untuk keperpustakaan

   PERTAMA, yaitu dari faktor diri sendiri, mungkin karena kita kurang memiliki kesadaran untuk menambah ilmu, rasa keingintahuan yang rendah, pekerjaan yang menumpuk atau bahkan sudah merasa cukup dengan ilmu yang kita miliki sekarang sehingga kita malas untuk belajar lagi dan menambah ilmu di perpustakaan. Dari pola pemikiran demikian akan menimbulkan pemikiran yang negatif bahwa menjenuhkan untuk pergi keperpustakaan karena mungkin sudah nyaman dengan kondisi yg demikian.

   Ada juga faktor dari luar, hal ini disebabkan karena kita kurang bisa memanage waktu dengan baik, kurangnya perencanaan kegiatan sehari-hari. Misalnya bermain dan akhirnya lupa waktu untuk belajar dan mungkin juga karena akibat pengaruh perkembangan teknologi sehingga kita lebih suka menghabiskan waktu dengan gadget-gadget kita daripada membaca buku atau bahkan pergi ke perpustakaan. Selain itu kejenuhan pengunjung juga bisa sangat terjadi ketika penglola perpustakaan kurang memperhatikan layanan dan fasilitas untuk para pengunjung, seperti misalnya maslah kebersihan, perawatan buku, dll.
Apabila buku dan fasilitas terjamin dapat menjadi andalan pemikat pembaca tentunya minat baca para remaja akan semakin tergugah, meskipun hanya datang ke Perpustakaan saja serta menjadi awal penyesuaian diri mereka untuk mengenal perpustakaan yang nyaman, tertata rapi dan jauh dari apa yang mereka pikirkan tentang perpustakaan yang membosankan.

Berikut ini adalah tips dan trik yang dapat menjadi masukan berharga dalam menambah semangat untuk pergi ke perpustakaan:

Tumbuhkan Rasa keingintahuan
   Menumbuhkan rasa keingintahuan dapat mendorong semangat belajar sehingga sebelum mendapatkan jawaban pemecahan masalah pasti akan t erus menerus mencari jawaba, dan solusinya adalah pergi ke perpustakaan untuk mencari jawabannya.
Manfaatkan waktu dengan sebaik mungkin
Daripada main-main gak jelas apalagi cuma mehambur-hamburkan uang akan lebih baik jika bermain diperpustakaan, kita juga bisa menghilangkan rasa bosan kita dengan membaca koleksi-koleksi perpustakaan yang bagus dan unik sehingga waktu kita lebih bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan kita.

Hilangakan pemikiran negatif kita tentang perpustakaan
   Sekarang jaman udah maju, perpustakaan kini dan dulu udah jauh berbeda, perpustakaan juga kini sudah banyak yang menerapkan teknologi untuk menunjang kegiatan pelayanan di perpustakaan. Selain itu perpustakaan sekarang juga sudah mulai mau menampung dan menanggapi aspirasi atau usulan, kritik saran dari para pengunjung, karena majunya sebuah perpustakaan juga berkat para pengunjung, merekalah yang mengetahui kekurangan dan kelebihan yang ada diperpustakaan.

Jangan takut dikatakan cupu atau gak gaul
Jangan salah sekarang gak Cuma orang-orang cupu yang pergi keperpustakaan, bahkan yang biasanya yang pergi ke perpustakaan itu adalah orang-orang pinter dan orang-orang penting yang membutuhkan sumber informasi untuk penelitian, riset dll.
Kalo kita mau jadi sukses kita juga harus rajin menambah ilmu, agar wawasan kita menjadi luas, dan sebenernya yang dibilang Cupu itu bukan orang yang sering ke perpustakaan tapi orang yang gak tau apa-apa, wawasannya sempit. Tidak ada kata terlambat untuk memulai kegiatan yang baik, mulai sekarang mari kita niati berasama untuk memulai kebiasaan membaca dan pergi ke perpustakaan. [Eka Apriliani]

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)