Seminar Nasional Perpustakaan

Alus DIY
By -
1
Selama ini popularitas profesi Pustakawan memang kurang begitu populer dengan profesi dokter, manajer, akuntan, desainer, arsitektur, dan lain-lain. Salah satu penyebabnya adalah masih banyak pustakawan yang minder dengan profesinya padahal pustakawan memiliki tugas yang penting yaitu sebagai fasilitator dalam menyebarkan informasi yang dibutuhkan oleh pengguna perpustakaan, untuk meningkatkan kompetensi pustakawan dan calon-calon pustakawan Program Studi D3 Perpustakaan dan Informasi Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan antara lain ALUS (Association of Library University Students) dan LIBERTY (Librarian Educational Relationship Community) menyelenggarakan Seminar Nasional Perpustakaan yang bertajuk “Profesi Pustakawan di Indonesia dari sudut pandang akademisi dan praktisi” pada hari Sabtu (08/12) di Gedung Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Lantai 2. 

Dalam seminar nasional ini menghadirkan 2 pembicara yaitu Putu Laxman Pendit, Ph.D (Dosen RMIT University Melbourne dan konsultan bidang informasi) dan Bapak Drs. H Bambang Supriyo Utomo M.Lib. (Tenaga Ahli Pimpinan Perpustakaan Nasional RI). Dari paparan narasumber dapat diambil kesimpulan bahwa pustakawan di Indonesia harus lebih percaya diri, dan tidak minder dengan profesinya tersebut. Pustakawan harus berbenah diri agar tidak dianggap hanya sebagai tukang jaga buku saja, karena salah satu peran pustakawan adalah sebagai mediator antara masyarakat dengan sumber-sumber informasi dari berbagai macam dan jenis media.

Posting Komentar

1Komentar

Posting Komentar