Hari Kunjung Perpustakaan 14 September 2015

Posted by ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan on 16.06 with No comments

Banyak dari kita yang tidak mengetahui terdapat satu hari dalam setahun yang diperingati sebagai Hari Kunjung Perpustakaan. Karena tidak tahu itulah, peringatan Hari Kunjung Perpustakaan tidak semeriah saat Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei. Miris, mengingat pendidikan dan perpustakaan adalah hal yang saling berkaitan erat. Dalam masa perkembangan pendidikan pemakai di dunia, muncul sebuah gagasan dari Patricia Knapp yang menyebutkan bahwa, “Library should be the center of learning”. Artinya? Perpustakaan sebagai pusat pembelajaran. Merujuk pada gagasan tersebut, perpustakaan seyogyanya berstatus sama dengan pendidikan, diperhatikan secara serius. Karena seharusnya, perpustakaan dan pendidikan berjalan beriringan dan saling melengkapi.

Maka dari itu, pada 14 September 1995, mantan Presiden RI, (Alm.) Soeharto menggagas satu hari sebagai Hari Kunjung Perpustakaan dimana pada hari itu juga dicanangkan sebagai awal gerakan Gemar Membaca. Sejak saat itulah 14 September menjadi Hari Kunjung Perpustakaan yang diperingati di perpustakaan dengan menyelenggarakan berbagai acara. Acara tersebut yang dilakukan oleh Pustakawan dan pegawai perpustakaan di Hari Kunjung Perpustakaan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat agar lebih mengenal perpustakaan dan semakin sadar bahwa membaca yang dicanangkan pada hari yang sama dengan Hari Kunjung Perpustakaan bukan hanya wacana. Dengan gerakan tersebut, diharapkan masyarakat diharapkan lebih menyadari bahwa membaca itu merupakan kegiatan yang penting karena secara sederhananya, dengan membaca akan lebih banyak pengetahuan yang baru kita ketahui. Misalnya, membaca tulisan ini ada beberapa orang yang menyadari bahwa, “Oh, perpustakaan ternyata punya peringatan Hari Kunjung Perpustakaan ya?” See? Dengan meluangkan sedikit waktu —lima menit pun tak apa— kita akan mengetahui sesuatu yang baru. Jadi, bisakah sisihkan waktu barang 5-10 menit untuk membaca dan mendapat sesuatu yang baru?

Divisi Pers, Isnaeni Setyaningsih