Sabtu, 30 Desember 2017

Reuni Akbar ALUS 1 Dekade

ALUS (Asosisasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan) mengadakan reuni akbar bertemakan “Kembali Bersama untuk Membangun Solidaritas Antar Generasi ALUS”. Reuni akbar ini diadakan sekaligus untuk mensyukuri 10 tahun atau 1 dekade berdirinya ALUS. Reuni akbar ini diselenggarakan di Villa Griya Taruna, Kaliurang, Yogyakarta pada Senin-Selasa, tepatnya 25-26 Desember 2017. 


Dihadiri oleh sekitar 50 peserta yang terdiri dari para demisioner dan anggota ALUS mulai dari periode 2007-2017. Para peserta sangat antusias dan senang terhadap pelaksanaan acara ini. Bahkan ada yang berasal dari luar kota yang menyempatkan diri untuk mengikuti acara ini. Di sisi lain, dengan ada acara ini, para anggota ALUS dapat mengenal satu sama lain sehingga dapat mempererat solidaritas.

Kegiatan dalam acara reuni yang berlangsung selama dua hari tersebut terdiri dari launching buku ALUS. sharing ilmu & pengalaman, diskusi bersama, sekaligus pengukuhan sejarahwan ALUS. Launching buku ALUS oleh Hendi Prasetyo, yang mana juga berperan sebagai penulisnya. Buku ALUS ini berisi rekaman tentang perjalanan ALUS mulai dari berdirinya hingga sampai saat ini. Setelah acara launching buku ALUS, ada selingan acara yaitu bertukar kado sesama peserta. Kemudian dilanjutkan dengan sharing ilmu dan pengalaman disampaikan oleh para perwakilan demisioner setiap angkatan. Mereka dengan senang berbagi ilmu dan pengalaman seputar masa periode kepengurusan masing-masing. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari pertama.

Pada hari kedua, sebelum memulai acara diskusi dan pengukuhan sejarawan, dilaksanakan senam bersama untuk menyegarkan pikiran dan membuat badan sehat. Setelah itu, dilanjutkan dengan acara diskusi bersama yang menghasilkan tentang pembuatan bulletin ALUS untuk periode kepengurusan tahun 2017-2018. Setelah pembahasan tentang bulletin ALUS secara intens, maka sampai pada acara pengukuhan sejarahwan ALUS, yaitu Hendi Prasetyo.

Selama dua hari, dengan adanya acara tersebut, semoga para anggota ALUS tetap solid dan mampu menjalankan tugas dengan baik.
Selamat 1 Dekade ALUS!
Salam Keluarga ALUS, Salam Literasi!

Keluarga ALUS DIY, Berpikir Kreatif dan Berjiwa Besar!

Sabtu, 02 Desember 2017

ALUS Goes To School (AGTS) 2017






Dikutip dari Tribunnews.com edisi 15/05/2017, berdasarkan studi Most Littered Nation in the World 2016 minat baca di Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara. Berdasarkan hasil penelitian tersebut kita perlu meningkatkan literasi masyarakat Indonesia. Bung Hatta pernah melontarkan kata-kata yang kemudian menjadi kutipan unggulannya, yaitu “Aku reladi penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bisa bebas”. Tidak hanya Bung Hatta yang secara khusus menempatkan membaca sebagai cara untuk membebaskan diri dari belenggu kebodohan, Bung Karno yang merupakan sahabat bung Hatta dan presiden pertama Indonesia tentu tidak terlahir dengan segudang pengetahuan luas akan kebangsaan, lengkap dengan jiwa kepemimpinan dan kemampuan berpidato yang berapi-api. H.O.S Tjokoroaminoto-lah yang memperkenalkan buku kepada Soekarno muda.


Dalam meningkatkan minat baca masyarakat ini tentunya dibutuhkan peran perpustakaan. Dengan perpustakaan akan tertolonglah masyarakat ekonomi lemah dalam mengakses informasi yang mereka perlukan.  Dalam kasus ini perpustakaan dapat dikatakan menjadi sarana mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sehingga dapat dikatakan bahwa keberadaan perpustakaan juga merupakan penghayatan falsafah Negara kita yaitu Pancasila.


Guna mewujudkan hal tersebut, ALUS DIY kembali menyelenggarakan AGTS (ALUS Goes to School) Jilid 5 dengan harapan dapat meningkatkan fungsi perpustakaan sekolah dan minat baca siswa serta minat siswa untuk mengunjungi perpustakaan, pada Jum’at dan Sabtu (17-18/11/2-17). Kegiatan ini diadakan di 8 sekolah di 5 kota/kabupaten di DIY tepatnya di SD Siyono 3 Gunung Kidul, SD Timuran Kota Jogja, SD Sindet Bantul, SD Patalan Baru Bantul, SD Imogiri Bantul, SD Bakalan Bantul, SD Ngemplak Sleman, dan SD Karangsari 2 Kulon Progo. Kegiatan yang dilangsungkan meliputi story telling, games, pustakawankecil, dan perpustakaan keliling.