Review Novel Musim Dingin di Osaka - ALUS DIY

19 Desember 2020

Review Novel Musim Dingin di Osaka


Nama     : Denyut Nadi Rivew 

Novel     : Musim Dingin di Osaka 

Penulis   : Rin Akizakura 

 

      Musim Dingin di Osaka Ungkapan hati yang kau ragukan…. Di mataku, ia tampak paling bersinar, karena selalu memberikan senyuman manis untuk orang-orang yang ada disekitarnya. Entah sudah berapa kali aku mengambil gambar wajahnya menggunakan kameraku ini. Di bawah rimbun pohon sakura, ia bernyanyi sambil bertepuk tangan bersama beberapa anak lainnya. Dia bekerja sebagai seorang guru atau Sensei Taman Kanak-Kanak. Ternyata nama gadis itu adalah Yura-chan, gadis yang manis, periang, dan suka anak kecil. Kenji-kun dan Shiin Fujita mereka sudah berteman di komunitas pencinta alam. Hari ini mereka berdua sengaja datang ke Kastil Osaka, tempat diadakannya Festival Hanami (menonton bunga sakura pada musim semi). Musim semi selalu menjadi musim yang dinanti karena, hampir seluruh halaman Kastil ini akan dipenuhi oleh warna merah muda dari kelopak-kelopak bunga sakura yang sedang bermekaran ini. Hari demi hari Kenji-kun yang selalu menemani Yura-chan mengajar di sekolah, Kenji-kun yang tadinya tidak suka anak kecil sedikit perubahan sekarang beberapa anak sudah mau berbincang denganku. Seiring berjalannya waktu tak terasa aku dan Yura-chan bersama menghabiskan waktu. Kenji-kun dan Yura-chan pergi ketempat Sungai Okawa ia selalu mengikuti ke mana kakiku melangkah dan tak henti-henti melihat sesuatu yang dianggapnya menarik menggunakan kamera miliknya itu. “Kau tidak boleh menyimpannya lebih lama lagi. Sebentar lagi musim panas. Kalian tentu akan pulang ke tempat-tempat masing-masing. Kalian akan lama tidak bertemu. Kita tidak tahu kejadian apa yang terjadi saat kalian tidak saling betemu lagi”. Mendengar perkataan dari Nana-chanm, aku kembali memikirkannya lagi, Nana-chan adalah sahabat Yura-chan, memang sangat benar apa yang dikatakan oleh Nana-chan. Aku sangat menyukai Kenji-kun. Ia berdoa kepada Tuhan akan menjodohkannya dengan orang yang lain, Bagaimana dengan perasaanku yang sudah terlanjur tumbuh subur ini? dengan perasaan inipun kita masih ragu-ragu, Tak lama kemudian Yura-chan pergi kerumah Keji-kun untuk menginap karena, orang tua Yura-chan akan menjodohkannya dengan orang yang tidak ia suka, Sampai ia bingung harus bercerita lagi dengan siapa teman paling akrab dengan Yura-chan adalah Kenji-kun ia selalu bercerita dengan untuk keluar dari zona perjodohan ini. Beberapa bulan setelah memecahkan masalah Yura-chan. Aku kembali ke rutinitasku, bangun pagi, mandi, lalu membuat sarapan untuk diriku sendiri. Suatu hari Kenji-kun berkata kepada “Yura-chan, jika kamu memang mengingkan pria yang selalu mengucapka cinta padamu atau pria yang senang memberikan kejutan-kejutan manis untukmu, maka aku akan berusaha menjadi seperti yang kau inginkan. Meskipun begitu sulit untuk berubah dengan begitu cepatnya. Tapi, aku berjanji akan menjadi yang kau inginkan Yura-chan.” Mata Yura-chan mulai berkaca-kaca. Aku paling tidak bisa melihatnya menangis. “Aku baru menyadarinya. Kenji-kun yang seperti inilah yang telah membuatku mencintainya. Bukan Kenji-kun yang selalu mengumbar kata cinta atau Kenji-kun yang memberikan kejutan-kejutan manis. Bagiku, cukup Kenji-kun yang seperti ini.” Akupun kembali tersenyum. Udara musim dingin yang begitu menyejukkan tak mampu membekukan hati kami yang menghangat. Ya, cinta memang tak perlu diungkapkan dengan kata-kata. Jika kita mencintai seseorang, tanpa kata-kata pun kita akan menyadari rasa cinta yang mereka miliki untuk kita.. Happy Ending merekapun hidup bahagia…… J

 


Bagikan artikel ini

1 komentar