Menjadi Generasi Muda Ideal

Posted by ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan on 18.28 with 1 comment
Suatu keberuntungan bagi kita yang lahir pada zaman modern saat ini. Semua fasilitas yang dibutuhkan tersedia secara cepat dan mudah. Kita ingin menguasai bahasa asing, lembaga bahasa dan kursus bahasa asing ada dimana- mana, ingin pintar komputer lembaga kursus tersedia diberbagai tempat. Dengan modal kemauan kita bisa menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi apapun yang diingikan.

Sayangnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkadang tidak diimbangi dengan pemahaman ilmu agama secara benar. Banyak kaum muda yang jenius dibidang teknologi menjadi takabur atas kemampuan yang dimilikinya dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga hidup mereka menjadi tidak terarah dan mengalami kehampaan spiritual. Apabila telah demikian maka pelariannya adalah minuman keras dan obat- obatan terlarang.

Ada dua anggapan tentang ilmu agama dan ilmu pengetahuan teknologi. Ada yang beranggapan bahwa ilmu agama lebih penting daripada ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga mereka tenang- tenang saja walaupun ketinggalan pengetahuan umum dalam bidang teknologi karena ilmu seperti itu tidak akan menolong di akhirat nanti. Mereka tidak pernah memikirkan tentang teknologi, yang penting sholat, ngaji, dan tidak berbuat macam- macam. Anggapan kedua yaitu bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi lebih penting daripada ilmu agama. Buktinya banyak para orang tua yang bangga bila anaknya menjadi juara dalam bidang fisika, matematika, atau komputer daripada juara qiraah. Sepertinya lebih keren begitu.

Baik pandangan pertama maupun kedua tersebut adalah salah. Menjadi orang saleh yang paham agama itu perlu, sehingga hidup kita lebih terarah tetapi kalau kemudian kita tidak tahu apa- apa tentang iptek maka akan menjadi orang yang gaptek( gagap teknologi ) dan tidak tahu tentang perkembangan zaman. Begitu juga dengan orang- orang yang mahir dalam bidang teknologi tetapi buta agama, maka hidupnya tidak tenang dan cenderung menghalalkan segala cara untuk berinovasi. Maka sebaiknya kita menjadi kaum muda yang mempunyai pengetahuan dan kemampuan dalam bidang teknologi tetapi juga senantiasa belajar ilmu agama kemudian mengimplementasikannya dalam kehidupan kita untuk mengimbanginya sehingga iptek ok, imtak (ilmu, iman, taqwa) yes.

Oleh: Sarofah
*Sarofah adalah Sekretaris Umum ALUS Periode 2011-2012