Jumat, 27 Mei 2016

ALUS Speak Up


ALUS Speak Up merupakan program kerja diakhir masa kepengurusan dalam satu periode dimana kegiatannya berisi tentang kreativitas setiap divisi di ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan yakni divisi Pers, divisi Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat, divisi Pengembangan Profesi, serta divisi Keanggotaan.

Acara ALUS Speak Up yang diselenggarakan pada tanggal 16 Mei 2016 ini bertempat di Gedung LKiS Timoho, Sleman, Yogyakarta. Untuk acara yang bersifat internal ini hany dihadiri oleh demisiner serta anggota ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan.

Dalam rangkaian acaranya, diisi dengan penampilan seni dari setiap divisi setelah diisi dengan acara sambutan oleh ketua panitia yakni Rizki Aditya dan ketua umum ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan yakni Bastian Diaz Manggalya. Dalam penampilan seni, divisi Pers menampilkan drama wayang wong “Rama dan Shinta” lengkap dengan segala atributnya. Divisi Pengembangan dan Pengamdian Masyarakat mempersembahkan penampilan menyanyi yang dibarengi dance. Divisi Pengembangan Profesi menampilakan Sosio Musical Drama dengan tema “Something Error”. Serta divisi Keanggotaan menampilakan Tari campuran dari ujung Timur dan Barat Indonesia serta puisi.

Acara berjalan sangat akrab dan kekeluargaan. Hal ini tentu menjadi moementum yang sangat membahagiakan diakhir masa kepengurusan untuk periode 2015-2016. Harapannya, semoga kedepan ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan bia terus kreatif dan tetap berjiwa besar seperti semboyannya yakni berpikir kreatif & berjiwa besar. Selain itu, harapannya juga ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan tetap mempertahankan asas dalam oragnisasinya yakni kekeluargaan.

Sharing bersama Jogja Menyala



Tepat pada tanggal 6 Mei 2016, ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan diundang menjadi narasumber dalam kegiatan diskusi mengenai pengelolaan perpustakaan desa  bersama komunitas Jogja Menyala. 

Acara diskusi yang berlangsung di kantor kepala desa tersebut tidak hanya dihadiri oleh komunitas Jogja Menyala tetapi juga oleh kepala desa, pemuda karang taruna, serta pengelola perpustakaan desa Dlingo Bantul Yogyakarta dimana perpustakaan desa tersebut sudah mendapat prestasi di tingkat provinsi sebagai salah satu perpustakaan desa terbaik.

Acara diskusi tersebut berjalan lancar dan sangat interaktif dimana ada tanya jawab antara narasumber dengan peserta yang hadir. Harapannya, dari diskusi tersebut, apa yang sudah di sampaikan ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dapat memberikan manfaat khususnya bagi perpustakaan desa Dligo, Bantul, Yogyakarta.

Jogja Membaca 5 “Bacaanmu Hari Ini, Duniamu Esok Hari”



Pada tanggal 23 April 2016. Ini adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh berbagai kalangan karena pada tanggal tersebut ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan menggelar acara hajatan terbesar ALUS yakni Jogja Membaca. Dimana pada tahun 2016 sudah memasuki Jogja Membaca yang ke lima.

Jogja Membaca 5 tahun 2016 ini bertema “Bacaanmu Hari Ini, Duniamu Esok Hari”. Tema tersebut diambil karena bertepatan dengan perayaan Hari Buku Sedunia yang jatuh pada tanggal 23 April 2016. Desy Ruri Yuliani selaku ketua panitia menyampaikan bahwa adanya Jogja Membaca 5 ini tak lain adalah untuk menggerakkan masyarakat Jogja agar semakin cinta membaca dimana membaca bukan hanya sekedar kebutuhan tetapi menjadi budaya masyarakat Jogja yang kotanya identik dengan Kota Pelajar.

Jogja Membaca 5 ini berpusat di Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949 yang terletak di Titik Nol KM Malioboro Yogyakarta. Selain itu, Jogja Membaca 5 juga di gelar di KPAD Bantul, KPAD Sleman, KPAD Gunungkidul, dan KPAD Kulonprogo. Untuk Jogja Membaca 5 yang berpusat di Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949 diisi dengan berbagai kegiatan yakni Karnaval yang diikuti oleh komunitas-komunitas yang bergerak dibidang literasi seperti TBM-TBM, Organisasi Mahasiswa, dsb. Selain itu dalam kegiatan ini juga menggandeng BPAD DIY, Prodi Ilmu Perpustakan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan media massa Yogyakarta.

Acara lainnya setelah karnaval yang dimulai dari UPT Malioboro hingga Titik Nol KM Malioboro Yogyakarta adalah sambutan oleh berbagai pihak yang bersangkutan yakni ketua panitia, ketua umum ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan, Perwakilan Wali Kota Yogyakarta, serta pemukulan Gong dan acara Talkshow. Acara Talkshow yang dipandu oleh MC SELOsoSELO dan dinarasumberi oleh Budi Wibowo, SH., MM. (Kepala BPAD DIY) dan Dra. Labibah Zain, MLis. (Founder Blogfam) berjalan lancar dan sangat interaktif. Banyak hal yang dibicarakan dan tentunya memberikan wawasan yang lebih luas kepada para peserta. Salah satunya yakni Dra. Labibah Zain, MLis. mengatakan bahwa perpustakaan bukan hanya berbicara mengenai buku. Tapi bagaimana caranya buku yang ada bisa diakses oleh masyarakat dan bisa mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. 

Berlanjut ke acara lainnya yang juga diselenggarakan adalah disediakan fasilitas perpustakaan terbuka dengan beragam jenis koleksi buku, ada fasilitas waqaf buku, dan diakhir ada pembagian buku gratis untuk seluruh masyarakat yang berkunjung dalam kegiatan Jogja Membaca 5 ataupun masyarakat sekitar. Disela waktu setelah talkshow, diisi dengan game yang sudah familiar yakni One Champion Game (Rangking 1) yang diikuti oleh berbagai kalangan serta adanya hiburan menarik Hypnoteraphy dan pentas seni. Serta diakhir acara ditutup dengan atraksi skateboard oleh komunitas Skateboard Jogja yang tak kalah menarik.

Sementara itu, kegiatan di KPAD-KPAD Jogja juga tak kalah menarik dimana kegiatan yang diselenggarakan bertujuan agar masyarakat dilingkungan KPAD bisa memanfaatkan dengan baik sumber informasi yang ada. Kegiatan yang diselenggarakan mulai dari Jagong Buku di KPAD Sleman dengan menggandeng TBM dan Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca Sleman hingga kegiatan Lomba sinopsis, Lomba Menyimak Cerita dan Memperingati Hari Buku Sedunia.

Acara Jogja Membaca 5 yang diselenggarakan mulai pukul 07.00-13.00 WIB ini berjalan lancar. Harapannya setelah adanya kegiatan ini warga Jogja semakin gemar membaca dan terus harum dengan nama kotanya sebagai Kota Pelajar. 

Jadi tunggu Jogja Membaca 6 selanjutnya di tahun 2017 ya.

Diskusi Kepustakawanan 3 “Realita dan Ekspektasi Perpustakaan”


Tepat pada Sabtu, 16 April 2016 ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan mengadakan kegiatan Diskusi Kepustakawanan 3 dengan tema “Realita dan Ekspektasi Perpustakaan” bertempat di Ruang Seminar Grhatama Pustaka Yogyakarta. Diskusi tersebut disampaikan oleh Fauzi Kurniawan yakni Mahasiswa Pascasarjana dibidang perpustakaan yang berada di Yogyakarta. 

Kegiatan diskusi yang terdiri dari anggota dan demisioner ALUS tersebut berjalan sangat lancar dan sangat interaktif. Dimana peserta yang hadir antusias dalam bertanya, berpendapat, atau bertanya kepada narasumber. 

Banyak hal yang dibicarakan, mulai dari hakikat perpustakaan dan kenyataannya di lapangan. tentu ini merupakan hal yang sangat sepele tetapi penting untuk dibicarakan agar kedepannya para calon dan pustakawan tetap bangga dengan cita-cita dan profesinya. 

Diskusi yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini berakhir setelah ada sesi foto bersama pada pukul 13.00 WIB. Harapannya, dengan diskusi yang sudah dilaksanakan para anggota ALUS bisa lebih giat meningkatkan skill yang dimiliki agar bisa merubah paradigma yang berkembang di masyarakat dengan tindakan yang menghasilkan sesuatu yang memuaskan semua orang.