Selasa, 22 Mei 2018

ALUS SPEAK UP " Be Yourself, Be Together"



Sabtu, 12 Mei 2018 ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan menyelenggarakan Program Kerja terakhir sebelum adanya Rapat Akhir Kepengurusan (RAK) yaitu Program Kerja Speak Up. Kegiatan Speak Up ini merupakan kegiatan yang berisi tentang unjuk kreativitas setiap divisi yang ada di ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan yakni divisi Pers, divisi Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat, divisi Pengembangan Profesi, divisi Keanggotaan, serta tak lupa Pengurus Harian.

ALUS Speak Up kali ini diselenggarakan di Padepokan Hizbul Wathan Kwarda Kota Jogja dengan tema “ALUS Speak Up – Be yourself, Be Together”. Acara ini bersifat internal jadi hanya dihadiri oleh demisioner serta anggota ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan saja.


Rangkaian acara pada acara ini dimulai setelah pemberian sambutan dari ketua panitia yakni Muh. Wildan Hidayat dan sambutan ketua umum ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan yakni Rizky Agus Prayitno. Setelah itu dilanjutkan penampilan setiap divisi yang dimulai dari divisi Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat yang menampilkan pertunjukan drama musikal yang sangat kompak. Dilanjut oleh penampilan dari Divisi Keanggotaan yang menampilakan pertunjukan dance kontemporer yang menggabungkan tari modern dengan tari tradisional. Sedangkan divisi Pengembangan Profesi menampilkan pertunjukan acapella yang sangat harmonis. Diikuti oleh divisi Pers yang menampilakan pertunjukan tari komedi yang memecahkan suasana pada malam hari itu. Terakhir penampilan ditutup oleh Pengurus Harian yang menampilkan akustik dan mulai bernyanyi bersama dengan semua penonton.

Dalam rangkaian acara ini tak hanya penampilan setiap divisi yang ada di ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan saja. Tetapi juga ada pemberian pemenang nominasi-nominasi yang telah dipersiapkan oleh panitia dengan voting yang diambil dari seluruh anggota untuk mengenang anggota-anggota yang membuat kesan lebih di ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan periode ini.

Acara berjalan dengan hangat dan akrab dalam suasana kekeluargaan. ALUS Speak Up 2018 di tujukan untuk merekatkan kembali setiap anggota dan demisioner yang ada di ALUS agar kedepan lebih solid dan dapat berkarya lebih baik lagi.





Oleh Iis Rahmawati

Minggu, 20 Mei 2018

Jogja Membaca #7 Gencarkan literasi, dunia dalam genggaman.





Sabtu, 28 April 2018 telah terselenggara Jogja Membaca yang ke-7. Jogja membaca 7 merupakan salah satu program kerja yang menjadi program devisi Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (PPM). Sebagaimana Jogja Membaca pada periode-periode sebelumnya, Jogja Membaca dilaksankan secara terbuka. Adapun pelaksanaannya bertempat di Monumen Serangan 1 Maret Yogyakarta.

Jogja Membaca ke-7 ini dihadiri oleh Anggota Alus dan Demisioner Alus pastinya. Selain itu juga turut menghadirkan beberapa Komunitas Taman Bacaan, Seperti TBM Kerai, TBM Mata Aksara, Perpustakaan masjid Gedhe Kauman dan Goboek Helikopter.  Acara yang awali dengan berbagai pertunjukan tari dari Anggota ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan, dilanjukan sambutan dari ketua umum ALUS periode 2017-2018 dan ketua panitia Jogja Membaca 7,  secara resmi dibuka degan pemukulan gong oleh Bp. Budiyono selaku perwakilan dari Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Yogyakarta (BPAD DIY).

Memasuki acara inti, Pemateri yang terdiri dari Ibu Sri Rohyanti Zulaikha., S.Ag., S.IP., M.Si, Bapak Muhsin, Bapak Budiyono dan Bapak Cahyo Supartomo yang menyampaikan materi seputar literasi. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan literasi sangatlah penting sebagai sejarah kedepanya. Sebagai sebuah organisasi dalam bidang litrasi yang telah melaksanakan kegiatan Jogja membaca 7 tertantang untuk membuat buku atassejarah perjalanan kegiatan Jogja Membaca 1 sampai jogja membaca 7.
Melangkah pada Akhir acara dari kegiatan Jogja Membaca 7, seluruh kegiatan dititp dengan Penampilan Teater Jam Malam, Games-games dari Anggota Alus Asosiasi Mahasiswa Ilmu perpustakaan, Pertunjukan Angklung dari Simpay dan terakhir persembahan puisi yang disampaikan oleh Tan.

Dengan mengusung tema “Gencarkan literasi, Dunia dalam gengga,man” diharapkan para generasi muda akan lebih aktif dan gencar terahadap pengembangan dan penyebarluasan budaya literasi sehingga dapat menorehkan sejarah literasi secara mendunia.







Oleh Kristianti Setiadewi