Rabu, 04 Juli 2018

Pojok Digital - Hikmah Gejolak Media Sosial


RENTANG tahun 2017 – 2018, media sosial ramai polemik. Selain memang karena developer aplikasi media sosial harus rutin mengeluarkan update fitur secara berkala, beberapa waktu lalu ada sekumpulan berita ‘hangat’. Facebook, sasalh satu media sosial terbesar berencana mengeluarkan ‘project space’. Layanan ini, memungkinkan pengguna berinteraksi ‘lebih nyata’di Facebook melalui perangkat VR. Namun, naasnya Facebook juga tengah diterjang isu mengenai bocornya data pribadi via insiden Cambridge Analytica. Instagram, yang juga anak perusahaan facebook, tengah diuji militansi usernya. Algoritma Instagram yang baru (based on engagement) dinilai ‘merugikan’ dan banyak user mengajukan kembali pada algoritme lama (based on time). Di saat yang sama, muncullah Vero, aplikasi pesaing instagram (dan Facebook) yang memiliki slogan ‘lebih realistis’.
Jagad maya Indonesia juga tidak lepas dari hiruk pikuk pemblokiran situs atau aplikasi yang disinyalir menghadirkan konten yang ‘tidak layak’. Sebut saja Telegram sebagai contoh, atau WhatsApp dan Tumblr. Meski pada akhirnya memang ada mediasi terhadap situs-aplikasi di atas dan akhirnya ada pencabutan atau pending (terus dimediasikan agar pemblokirannya dihapus). Dari sekian banyak pemblokiran tersebut, rasanya ada beberapa hal yang bisa kita jadikan renungan bersama.
Pertama, tingkat kepedulian masyarakat atas konten negative. Beberapa tindakan pemblokiran yang dilakukan pemerintah (Kominfo) juga berdasarkan laporan dari masyarakat. Semakin hari masyarakat kita sudah semakin paham dan peduli untuk melakukan pengawasan terhadap situs atau aplikasi yang dinilai memuat konten negatif.
Kedua, terus menjaga sikap hati-hati dalam berinternet khususnya dalam bermedia sosial. Para pengembang aplikasi dan penyedia informasi cenderung menghadirkan fitur dan hal baru yang sesuai dengan minat masyarakat. Untuk sekian persen, dapat diasumsikan bahwa media sosial dan internet mencerminkan seperti apa masyarakat secara umum.
Epilog. Kita patut terus bertanya apakah internet dan media sosial itu bebas nilai atau bebas ‘diisi’ nilai? Arus informasi yang sangat pesat terus mengikis batas dunia maya dan dunia nyata, menguatkan term ‘world citizens’. Informasi pribadi adalah informasi publik, pun sebaliknya. Pada akhirnya, segala perubahan tersebut selalu bergantung pada bagaimana kita merespons dan bersikap sesuai pemahaman masing-masing.

(Akmal Faradise, pemerhati TI di Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)-g

PELANTIKAN DAN UPGRADING ALUS 2018/2019


Pada 03 Mei 2018 diadakan pelantikan dan upgrading ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Periode 2018/2019 di LKIS Sorowajan. Acara tersebut dimulai pada pukul 09.34 WIB oleh pembawa acara. Setelah pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Anjaryani dan dilanjut dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta.
Pelantikan pengurus ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Periode 2018/2019 dipandu oleh ketua umum ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan periode 2018/2019 Trismi dengan membacakan ikrar dan meresmikan pengurus ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan periode 2018/2019. Acara pelantikan ini dihadiri oleh pendiri ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan, Supriadi Jhondi.,SIP.,MIP, Demisioner ALUS Asosisasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan, dan anggota ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan periode 2017/2018.
Setelah peresmian pengurus ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dilanjut dengan sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama oleh Ketua Umum ALUS periode 2017/2018, Risky Agus Prayitno. Sambutan kedua oleh Ketua Umum ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan, Trismi dan sambutan terakhi oleh perwakilan Demisioner ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan yakni Bapak Supriadi Jhondi. Kemudian acara pelantikan pengurus ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan ditutup dengan pembacaan doa.
Setelah acara pelantikan ditutup, dilanjut dengan upgrading yang bertujuan untuk memperkenalkan ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan secara lebih mendalam dan beberapa hal dalam bidang kepemimpinan, kesekretariatan, pembukuan, dan beberapa hal dalam bidang kepengurusan. Upgrading ini  dimulai dengan acara ke ALUS an yang disampaikan oleh pendiri ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan yaitu Supriadi Jhondi, SIP.,MIP.
Kemudian dilanjutkan dengan upgrading pengurus dan keanggotaan yang dilakukan dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu bagian kesekretariatan dan pembukuan bersama Sitta dan Erlin Yufita Widiyastuti, bagian kepemimpinan bersama Lusia Ega Andriana, SIP., dan keanggotaan  bersama Furqan. Acara pelantikan dan upgrading ditutup dengan berbuka puasa bersama seluruh peseerta baik pengurus maupun demisioner.
Setelah diadakan Pelantikan dan Upgrading ini kami berharap ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dapat lebih baik dan berguna bagi masyarakat.