Pustakawan Plus Knowledge Sharing Session

Posted by Alus DIY on 09.01 with 2 comments

                Pustakawan Plus merupakan salah satu program kerja dari Divisi Pengembangan Profesi ALUS Diy yang biasa dilakukan satu tahun sekali. Pada tahun ini Pustakawan Plus mengambil tema “Tantangan Pustakawan di Era Internet 4.0” dengan narasumber Bapak Mukhlis, M.IP. Beliau merupakan staf UPT Perpustakaan Pusat Universitas Janabadra Yogyakarta, pengelola Janabadra Press, sekaligus Dosen Luar Biasa Prodi Perpustakaan dan Ilmu Informasi, Universitas Brawijaya Malang. Acara ini berlangsung di Ruang Teatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada hari Sabtu,23 Februari 2019 dan diikuti oleh sekitar 60 peserta baik dari Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga maupun luar Universitas tersebut.
                Kegiatan ini penting dilakukan agar pustakawan mampu bersaing di era yang serba digital ini. Karena tidak dipungkiri bahwa keberadaan pustakawan saat ini mulai digantikan oleh robot dan komputer perannya. Sehingga pustakawan maupun calon pustakawan harus mampu bersaing dengan teknologi. Mereka harus paham dan menjadi pemimpin perubahan. Meskipun mungkin di masa depan peran pustakawan bisa tergantikan oleh robot, mereka tetap harus mengubah dirinya sebagai pengendali robot tersebut, dan jangan malah sebaliknya.
                Bapak Mukhlis menjelaskan bahwa di era 4.0 ini kemajuan teknologi bisa menjadi peluang sekaligus tantangan bagi perpustakaan dan pustakawan. Dimana sebagai peluang, bahwa kemajuan teknologi bisa menunjang fasilitas perpustakaan agar menjadi lebih baik. Tantangannya adalah apakah pustakawan dan perpustakaan siap untuk bisa menuju era digitalisasi yang sangat cepat perkembangannya.
                Sangat menarik saat salah satu peserta bernama Ibu Erna mengajukan pertanyaan mengenai bagaimana bagi perpustakaan sekolah yang berada di pelosok untuk tetap bisa mencapai era 4.0 ini, sedangkan untuk mencapai perpustakaan konvensional dengan mutu baik saja mereka masih tertatih dengan perangkat yang kurang memadai. Dan bagaimana pula apabila sebenarnya dalam mengembangkan fasilitas, pihak perpustakaan sanggup, namun kepala perpustakaannya tetap kolot untuk mempertahankan perpustakaan tanpa perubahan.
                Disini Bapak Mukhlis memberikan solusi bahwa agar perpustakaan tersebut bisa maju dan kepala perpustakaannya bisa setuju, maka sebaiknya saat ada pengarahan mengenai perpustakaan beliau diajak agar wawasannya bisa lebih terbuka mengenai pengelolaan perpustakaan. Bapak Mukhlis juga memberikan tips-tips agar pustakawan dapat bersaing di era 4.0 ini.
                Harapan kedepannya, semoga pustakawan mampu mengelola dan mengembangkan perpustakaan seiring berkembangnya zaman dan teknologi agar perpustakaan bisa tetap eksis dan diminati.


Author: Ridwan