ALMOND [novel] - #reviewchu | Baca bentar yuk!

Posted by Alus DIY on 04.11 with No comments

oleh #reviewchu – Sabtu, 07 November 2020

 

Sebuah novel korea pertama yang gercep kubaca setelah ngeliat Namjoon dan Yoongi baca buku yang sama di acara variety show mereka “BTS In The Soop” yang tayang bulan Agustus lalu. Alhamdulillah nggak kehabisan (karena ARMY pastinya gercep banget borong semua stok wkw), harganya ramah di kantong juga, and it’s all worth it! <3

Novel karya Sohn Wong-pyung ini bercerita tentang seorang anak laki-laki bernama Yunjae yang terlahir dengan kondisi otak yang disebut Alexithymia; membuatnya sulit untuk merasakan atau membaca emosi seperti ketakutan atau amarah.

Yunjae tinggal bersama ibu dan neneknya yang samasekali tak terganggu dengan kondisinya itu. Kemudian pada Malam Natal yang bertepatan dengan ulang tahun ke-16 Yunjae, segalanya berubah. Sebuah tindakan kekerasan yang mengejutkan menghancurkan dunianya, meninggalkannya sendirian. Ia berjuang untuk mengatasi kehilangannya, sampai seorang remaja bermasalah, Gon tiba di sekolahnya dan mulai menggertak Yunjae.

Ceritanya sangat menarik karena kita diajak mengikuti perjalanan tumbuh kembang si karakter utama dan cara berpikirnya yang nggak biasa. Yunjae benar-benar ingin tau lebih banyak hal dan berusaha mengerti segala emosi yang ada di dekatnya. Baca buku ini bisa ngebuka pikiran kita untuk melihat dunia dari berbagai sudut pandang.

 

“Biasanya orang-orang tidak peduli dengan kemalangan orang lain dengan alasan terlalu jauh, namun mereka juga tidak melakukan hal apa pun atas kemalangan yang terjadi di hadapan mereka dengan alasan rasa takut yang begitu besar. Kebanyakan orang tidak melakukan apa pun ketika merasakannya dan dengan mudah melupakan rasa simpatinya.

 

Bahasa Indonesia untuk terjemahannya sendiri enak dibaca, nggak baku kayak kebanyakan novel terjemah, dan gampang banget dimengerti. Bab-babnya pun cukup singkat, nggak sampai 300 halaman kok! Aku sejak baca halaman pertamanya aja udah langsung tenggelam ke dalam cerita dan semakin pengin cepat-cepat balik ke halaman selanjutnya sampai eh tiba-tiba udah tamat aja. Shoutout to mbak Suci Anggunisa dan tim penerjemah, appreciate!

Eh iya, kenapa judulnya “Almond” ya? Apa hubungannya sama cerita penderita Alexithymia? Aku sempat mikir gitu, dan kalau kamu baca novel ini pasti akan manggut-manggutin kepala ngerti, hihi nggak mau spoiler dong.

Pokoknya, novel ini unik banget dan sangat kurekomendasikan, karena seperti yang kubilang di awal tadi: it’s all worth it. Dari buku Almond ini kita bisa dapat pandangan baru mengenai orang maupun hal lainnya, banyak selipan nilai berharga dalam kehidupan serta moral juga yang bisa diambil. Beberapa di antaranya adalah don’t judge a book by it’s cover; jangan melihat dan menilai orang cuma dari satu sisi aja, kita juga nggak boleh ngerasa sotoy alias sok tau tentang seseorang atau hal apapun, dan selalu berhati-hati dengan ucapan kita ke orang lain.

Rate-nya berapa nih? Aku pribadi ngasih 8,5/10 karena novel ini benar-benar menempati satu bagian spesial di dalam hatiku, eaa. Sudah 3 kali re-read lho, hihi, emang se-recommended itu untuk dibaca! Nggak akan nyesel, yakin deh!