Minggu, 20 September 2015

Wawancara Penerimaan Anggota Baru ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan


Bertempat di Halaman Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan menggelar kegiatan wawancara dalam rangka Penerimaan Anggota Baru Alus di tahun 2015 (20/9). Kegiatan ini melibatkan Demisioner, Pengurus, dan Calon Anggota Baru Alus. Selain untuk tujuan wawancara, kegiatan ini juga ajang untuk saling mengenal antara satu dengan yang lain, baik Demisioner, Pengurus, maupun Calon Anggota Baru. Selain itu, juga dipaparkan kembali program kerja dari setiap divisi (PPM, PP, Pers, dan Keanggotaan). Dengan dipaparkannya setiap divisi maka calon anggota baru mendapat informasi dan bisa menentukan akan fokus ke divisi yang diinginkan. Meski pada dasarnya semua anggota ALUS akan berkontribusi dalam semua divisi. 

Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini diisi dengan berbagai kegiatan, yakni sambutan-sambutan, pengenalan divisi, game, sharing bareng Demisioner, tes wawancara, dan berakhir pada pukul 12.00 WIB dengan fhoto bersama Demisioner, Pengurus, serta Calon Anggota Baru Alus.

Harapan kedepannya, semua senang dalam masa-masa berproses bersama. Berproses untuk kemajuan Alus pun juga kemajuan bagi diri sendiri. Tentu bisa memajukan diri sendiri karena selama masa berproses bersama ALUS akan banyak ilmu, pengalaman, kekeluargaan, kebersamaan, dan bakat yang tak terduga akan bermunculan. Maka jangan pernah lelah untuk berproses bersama Alus. 

So, semangat berproses sahabat Alus :D

Senin, 14 September 2015

Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca 14 September 2015.



Dalam rangka memperingati Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca 14 September 2015, ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan bekerja sama dengan Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga sebagai lokasi kegiatan, mengadakan kegiatan berbagi stiker dan selebaran brosur tentang Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca. Kegiatan ini terbilang baru karena baru kali pertama diadakan oleh ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan. Namun meski baru pertama kali, banyak para pengunjung perpustakaan (pemustaka) dan para pustakawan yang sangat antusias dengan kegiatan baik ini. Hal ini terlihat saat ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan bergerak di perpustakaan mulai dari lantai satu hingga lantai empat, banyak para pemustaka yang sedang di perpustakaan saat itu mendapatkan informasi baru tentang adanya peringatan Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca yang jatuh dan ditetapkan pada tanggal 14 September. Harapan pemustaka maupun pustakawan sendiri, kegiatan positif seperti ini bisa terus berlanjut dan lebih ditingkatkan lagi kedepannya.

Jadi, seperti tujuan peringataan Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca 14 September 2015 yakni untuk mengenalkan dan mengajak pemustaka gemar membaca di perpustakaan, mari kita bersama-sama mulai cinta membaca dan sering berkunjung ke perpustakaan yang notabene sebagai long life education

Ada pepatah mengatakan, bangsa yang maju adalah bangsa yang gemar membaca maka mari bersama-sama kita tingkatkan gemar membaca kita melalui perpustakaan.

Salam Literasi :D

Minggu, 13 September 2015

Hari Kunjung Perpustakaan 14 September 2015


Banyak dari kita yang tidak mengetahui terdapat satu hari dalam setahun yang diperingati sebagai Hari Kunjung Perpustakaan. Karena tidak tahu itulah, peringatan Hari Kunjung Perpustakaan tidak semeriah saat Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei. Miris, mengingat pendidikan dan perpustakaan adalah hal yang saling berkaitan erat. Dalam masa perkembangan pendidikan pemakai di dunia, muncul sebuah gagasan dari Patricia Knapp yang menyebutkan bahwa, “Library should be the center of learning”. Artinya? Perpustakaan sebagai pusat pembelajaran. Merujuk pada gagasan tersebut, perpustakaan seyogyanya berstatus sama dengan pendidikan, diperhatikan secara serius. Karena seharusnya, perpustakaan dan pendidikan berjalan beriringan dan saling melengkapi.

Maka dari itu, pada 14 September 1995, mantan Presiden RI, (Alm.) Soeharto menggagas satu hari sebagai Hari Kunjung Perpustakaan dimana pada hari itu juga dicanangkan sebagai awal gerakan Gemar Membaca. Sejak saat itulah 14 September menjadi Hari Kunjung Perpustakaan yang diperingati di perpustakaan dengan menyelenggarakan berbagai acara. Acara tersebut yang dilakukan oleh Pustakawan dan pegawai perpustakaan di Hari Kunjung Perpustakaan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat agar lebih mengenal perpustakaan dan semakin sadar bahwa membaca yang dicanangkan pada hari yang sama dengan Hari Kunjung Perpustakaan bukan hanya wacana. Dengan gerakan tersebut, diharapkan masyarakat diharapkan lebih menyadari bahwa membaca itu merupakan kegiatan yang penting karena secara sederhananya, dengan membaca akan lebih banyak pengetahuan yang baru kita ketahui. Misalnya, membaca tulisan ini ada beberapa orang yang menyadari bahwa, “Oh, perpustakaan ternyata punya peringatan Hari Kunjung Perpustakaan ya?” See? Dengan meluangkan sedikit waktu —lima menit pun tak apa— kita akan mengetahui sesuatu yang baru. Jadi, bisakah sisihkan waktu barang 5-10 menit untuk membaca dan mendapat sesuatu yang baru?

Divisi Pers, Isnaeni Setyaningsih

Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca 2015

Kapan terakhir kali berkunjung ke perpustakaan teman-teman?
Tahukah teman-teman bahwasanya 14 September merupakan Hari Kunjung Perpustakaan? Ya, 14 September kita memperingatinya sebagai Hari Kunjung Perpustakaan. Perayaan ini dimulai sejak 14 September 1995 serta dicanangkan langsung oleh mantan Presiden RI, Soeharto. Selain itu, perlu diketahui juga bahwa 14 September bukan hanya merayakan Hari Kunjung Perpustakaan, bulan September juga merupakan Bulan Gemar Membaca. Sehingga di waktu yang sama, 14 September kita memperingatinya sebagai Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca. 

Sejak diperingati Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca, hampir diseluruh perpustakaan baik pusat maupun daerah-daerah beramai-ramai merayakan Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca dengan berbagai kegiatan yang beraneka ragam. Meskipun ragam kegiatan yang dilaksanakan perpustakaan berbeda-beda, tujuannya tetap sama yakni untuk mengenalkan serta mengajak masyarakat untuk gemar berkunjung ke perpustakaan. Dari rasa gemar dan suka ini lantas masyarakat akan gemar membaca. Karena memang kita tidak bisa membuat sebagian masyarakat yang kurang gemar membaca menjadi langsung (secara instan) gemar membaca. Semuanya perlu proses. Nah, proses yang dilakukan salah satunya dengan cara mengenalkan kepada masyarakat akan perpustakaan melalui perayaan Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca. Jika Pustakawan mampu mengenalkan perpustakaan dengan hati maka masyarakat juga akan jatuh hati (karena yang memberi dengan hati jatuhnya juga akan ke hati hehe). Sehingga setelah masyarakat jatuh hati, mereka pun akan gemar membaca.

Sedikit mengulas. Mungkin tak sedikit juga yang berargumen bahwa masyarakat kita masih rendah akan minat bacanya. Seperti yang tampak pada data UNESCO tahun 2012 menyebutkan bahwa indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Ini berarti bahwa dari 1000 penduduk hanya ada satu warga yang gemar membaca. Menurut data UNESCO juga, Indonesia menduduki posisi ke-69 dari 127 negara tingkat minat bacanya. Memang ini sangat memprihatinkan. Ditambah lagi angka melek huruf di Indonesia hanya 65,5 persen. Berbeda dengan Malaysia yang mencapai 86,4 persen. Diluar itu semua, data dari Badan Pusat Statistik juga menjelaskan bahwa waktu menonton televisi anak di Indonesia juga tinggi, yakni mencapai 300 menit per hari. Tentu berbeda dengan anak-anak di Australia yang hanya mencapai 120 menit per hari, di Amerika Serikat hanya 100 menit per hari, dan di Kanada 60 menit per hari. 

Miris memang jika melihat data-data yang ada. Namun rasanya sudah saatnya kita mengubah paradigma yang seperti itu. Akan jauh lebih baik, jika kita (para Pustakawan dan penggerak minat baca) tidak melulu fokus kepada rendahnya minat baca tetapi lihat apa yang kita beri apakah sudah maksimal dan berasal dari hati? Logikanya saja, bagaimana masyarakat senang hati jika pelayanan dan fasilitas yang ada di perpustakaan belum maksimal? Tentu hal ini membuat masyarakat enggan berkunjung ke perpustakaan. Maka perbaikan; itulah yang terus dilakukan. Agar masyarakat senang berkunjung ke perpustakaan dan setelah senang tentu akan betah berlama-lama di perpustakaan.

Dari beberapa pandangan diatas tentu semuanya juga merupakan tujuan dari adanya perayaan Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca, yakni agar masyarakat kenal dan gemar membaca di perpustakaan. Selain itu, perayaan Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca merupakan momentum  untuk menjalin keakraban para Pustakawan dengan masyarakat. 

Harapannya, perayaan yang positif seperti ini akan terus berlanjut dan tujuan mulia yang sudah dicanangkan juga terwujud.

14 september
Hari Kunjung Perpustakaan
Bulan Gemar Membaca

Salam Baca, Salam Literasi :D
Horas !!!

Divisi Pers, Rima Esni Nurdiana