Senin, 30 November 2015

ALUS Goes to School Java Tour 2015




Telah kita ketahui bahwa, pada dasarnya pendidikan tidak bisa lepas dari perpustakaan dimana perpustakaan sebagai jantung pendidikan dan tempat belajar sepanjang hayat (long life education). Dari banyak negara maju, perpustakaan sangat ambil peran dalam meningkatkan kecerdasan masyarakatnya dengan minat baca rata-rata mereka yang tinggi. Negara maju sangat menaruh perhatian akan pentingnya perpustakaan sehingga pemerintah pun sedemikian efektif dalam mengatur jam belajar siswa di sekolah dan memberikan anggaran dana yang tak sedikit jumlahnya untuk perpustakaan. Tentu hal ini akan berdampak baik bagi perpustakaan maupun pustakawan itu sendiri.
Di Indonesia yang masih dalam kategori negara berkembang, perpustakaan belum semaju di negara-negara maju dimana masih banyak perpustakaan yang harus dibenahi agar sesuai dengan Standar Nasional Indonesia Perpustakaan (SNIP)  dan Standar Nasional Perpustakaan yang menjadi pedoman perpustakaan di Indonesia. Berangkat dari lal ini, para penggiat di bidang perpustakaan dituntut untuk lebih gencar lagi dalam mengenalkan perpustakaan kepada masyarakat. 

Salah satu penggiat di bidang perpustakaan adalah organisasi ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan DIY dimana pada 28 November 2015 serentak mengadakan kegiatan ALUS Goes to School. Kegiatan ALUS Goes to School (AGTS) ini sendiri merupakan kegiatan rutin tahunan ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan. Pada tahun 2015 ini mengambil tema ALUS Goes to School Java Tour 2015 dimana sasarannya adalah beberapa perpustakaan sekolah dari tingkat SD, SMP (MTs), SMA (MA) yang berada di Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY yakni MAN Buntet Pesantren Cirebon, MTs Kepanjenkidul Blitar, SDIT Salsabilah Baiturrahman Klaten, SMP N 2 Banguntapan Bantul, SDN Brosot Kulon Progo, SMP N 4 Pakem Sleman, SD Muhammadiyah Bogor Gunung Kidul, SMK N 2 Cirebon, dan SD Muhamadiyah Sleman. ALUS Goes to School Java Tour 2015 ini diisi dengan berbagai  kegiatan yang ditujukan kepada siswa maupun perpustakaan (pustakawan) yakni pendidikan pemakai (user education), mendongeng (story telling),  game perpustakaan, pengenalan dan pelatihan aplikasi software perpustakaan kepada pustakawan serta konsultasi tentang perpustakaan oleh pustakawan.

Dari kegiatan ALUS Goes to School Java Tour 2015 ini dapat diketahui salah satu faktor yang menghalangi majunya minat baca masyarakat di Indonesia. Berdasarkan diskusi dan pemaparan dari salah satu pihak sekolah menjelaskan beberapa faktor yang menghambat tumbuhnya minat baca di sekolah. Pertama, ‘waktu’ menjadi sangat penting agar minat baca itu bisa tumbuh dengan baik. Sebagai salah satu pihak sekolah yang diajak berdiskusi, beliau mengemukakan bahwa waktu yang terlalu banyak diisi dengan belajar di kelas dan waktu istirahat yang sedikit menyebabkan siswa tidak sempat untuk membaca. Seperti sekolah beliau sendiri, saat jam istirahat banyak siswa yang lebih memilih pergi ke kantin serta ke masjid. Hal ini karena, dengan jam belajar yang panjang menyebabkan siswa mudah lapar. Dari hal ini saja, tentu dapat diketahui bahwa pada dasarnya pemerintah memiliki peran besar dalam meningkatkan minat baca masyarakat utamanya dilingkungan sekolah dengan mengatur jam belajar agar lebih efektif. Kedua, para guru tidak bisa selalu mengadakan pembelajaran dengan mengkorelasikan antara belajar di kelas dengan perpustakaan karena tidak semua pelajaran bisa dilakukan pembelajarannya di perpustakaan seperti matematika.  Selain itu siswa juga belum siap jika menggunakan sistem belajar berbasis perpustakaan. Ketiga, anggaran dana yang disediakan oleh pemerintah khususnya untuk perpustakaan masih minim. Dengan anggaran yang hanya 5% ini pihak sekolah tidak mudah untuk mendapatkannya. Seperti dari pihak sekolah yang diajak berdiskusi, mereka sudah sering mengajukan proposal kepada pemerintah untuk perbaikan perpustakaan namun dana itu sendiri tidak turun juga. Melihat realita di lapangan seperti ini, pihak sekolah memutuskan untuk tidak berharap lagi dari dana pemeritah. Pihak sekolah memilih membangun perpustakaan secara mandiri dan tanpa merepotkan pihak siswa terkait anggaran dana perpustakaan. 

Dari berbagai faktor penghambat tumbuh kembangnya minat baca di Indonesia yang diketahui dari adanya kegiatan ALUS Goes to School Java Tour 2015, hal ini bisa menjadi evaluasi untuk semua stage holder agar bersinergi dalam menumbuhkan minat baca di Indonesia. 

AGTS Java Tour Blitar

PEKAN INOVASI DAN TEKNOLOGI LIPI 2015




Memasuki era digital, informasi dan teknologi semakin berkembang pesat. Kemajuan informasi yang ditandai dengan ledakan informasi (information explosion) dan teknologi ini sudah seperti dua hal yang tidak bisa dipisahkan lagi serta kedua hal ini juga sangat berpengaruh pada masyarakat. Masyarakat di era digital yang sudah cenderung menjadi information society (masyarakat informasi) ingin mendapatkan akses informasi secara cepat dan tepat; instant. Maka atas dasar ini pengelola informasi dituntut untuk lebih kreatif dan bisa mengikuti perkembangan informasi dan teknologi agar kebutuhan masyarakat akan informasi terpenuhi dengan cepat dan tepat pula.

Solo, 19-21 November 2015, ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan menghadiri undangan dalam rangka Pekan Inovasi dan Teknologi LIPI 2015 di Mall Paragon, Surakarta yang diselenggarakan oleh Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII LIPI). 

Acara ini merupakan kegiatan tahunan Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII LIPI). Tahun pertama diadakan di Surabaya (2014) dan pada tahun kedua dilaksanakan di Solo (2015). Kedepannya, pada tahun ketiga (2016) mendatang Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII LIPI) sudah memiliki rencana untuk melaksanakan kegiatan ini diluar Jawa yakni Balikpapan atau Makassar.
Wahid Nashihuddin selaku Demisioner ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan merupakan pihak LIPI menjelaskan bahwa Pekan Inovasi dan Teknologi LIPI ini bertujuan untuk mendekatkan LIPI kepada masyarakat. Acara yang diadakan di Mall ini agar LIPI tidak dianggap sebagai lembaga yang terlalu birokrat yakni jauh dari masyarakat sehingga jika diadakan di Mall  masyarakat menjadi lebih kenal LIPI dan masyarakat tidak segan-segan untuk berkunjung ke stand-stand pameran. Sebaliknya, jika diadakan di Akademisi seperti di Badan Perpustakaan Daerah atau lainnya masyarakat umum tidak akan mengetahui produk-produk hasil penelitian LIPI padahal produk-produk hasil penelitian LIPI bertujuan untuk kehidupan masyarakat lebih baik bukan untuk kalangan tertentu. Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Ilmiah (PDII LIPI) peran sertanya dalam pameran adalah untuk mempromosikan produk-produk dan jasa layanan informasi ilmiah seperti kemasan informasi, layanan ISSN, kegiatan pelatihan-pelatihan dan lain sebagainya (19/11).

Dalam rangka Pekan Inovasi dan Teknologi LIPI 2015 (19/11), PDII-LIPI melakukan Sosialisasi ISSN (International Standart Serial Number) Online dan Literasi Akses Informasi yang dilaksanakan di Universitas Tunas Pembangunan Surakarta. Peserta yang hadir pun tidak sedikit, yakni dari berbagai kalangan dosen, peneliti, pustakawan, mahasiswa, ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan lembaga akademik lainnya.

Pertama, secara garis besar Sosialisasi ISSN Online perlu dilakukan agar pengelola informasi khususnya pengelola jurnal bisa segera melek informasi bahwa semua pengelolaan jurnal ilmiah pada 2016 mendatang akan dilakukan secara elektronik. Sri Hartinah selaku Kepala Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII LIPI) menjelaskan bahwa melek terhadap informasi itu bukan hanya pada buku-buku saja karena era sekarang adalah era digital sehingga informasi pun harus bisa dikemas dengan sedemikian rupa. Beliau juga menjelaskan bahwa pengelolaan jurnal ilmiah berbasis elektronik ini sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal (Perdirjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) nomor 1 tahun 2014 mengenai Pedoman Akreditasi Terbitan Berkala Ilmiah. Peraturan ini berlaku untuk semua perguruan tinggi maupun lembaga penelitian.

Sosialisasi ISSN Online ini bertujuan agar perguruan tinggi maupun lembaga penelitian mengetahui bahwa LIPI memiliki server dan SDM pengelola jurnal yang bisa digunakan atau dimanfaatkan. Jurnal yang dikelola pun memiliki standar akreditasi dan reviewer sehingga produk jurnal ilmiah yang dihasilkan bisa dipertanggungjawabkan serta terjamin kevalidan konteksnya. Terkait akreditasi juga tercakup dalam Pedoman Akreditasi LIPI Perka LIPI No.3 Tahun 2014 Tentang Akreditasi Pedoman Terbitan Berkala Ilmiah. Untuk pengajuan Sistem Akreditasi Jurnal Ilmiah tersebut, harus memenuhi persyaratan pengajuan akreditasi yang sudah ditetapkan oleh PDII-LIPI.

Sistem ISSN dalam jurnal secara elektronik ini mendapat respon baik dari sivitas akademika perguruan tinggi dan lembaga pelitian. Salah satunya adalah Rektor Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta, yakni Prof. Ongko Cahyono, beliau menargetkan bahwa Jurnal Ilmiah Online telah digunakan oleh sepuluh program studi di UTP pada tahun 2016 mendatang. Melihat berbagai respon baik tersebut bahkan menjangkau perguruan tinggi di berbagai daerah, ini merupakan pertanda baik bahwa adanya sistem elektronik jurnal online secara berkala sangat membantu para sivitas akademika khususnya dalam meningkatkan kualitas output dan mencegah plagiat. Hal ini dijelaskan oleh Sri Hartinah. 

Layanan ISSN Online PDII-LIPI ini terdiri dari perkembangan ICT (informasi, komunikasi, dan teknologi), pecepatan penyebaran informasi, sistem layanan publik secara online, pusat nasional ISSN, dan penigkatan layanan publik.

Mengenai pusat terbitan ISSN, pusatnya berada di Paris sedangkan di Indonesia dikelola oleh pihak PDII-LIPI.  Berdasarkan data dari PDII-LIPI, akhir tahun 2014 PDII kehabisan stok ISSN. Hal ini menyebabkan PDII menerbitkan ISSN dalam jumlah sedikit pada bulan januari.

Kedua, Literasi Akses Informasi. Ini adalah pembahasan yang menarik, utamanya dikalangan mahasiswa. Literasi bukan lagi melek informasi, Krisch dan Jungeblut mengemukakan bahwa literasi berarti melek teknologi, politik, berikir kritis, dan peka terhadap lingkungan sekitar. Mahmudin (Bidang Diseminasi Pusat Informasi dan Informasi Ilmiah LIPI) menjelaskan bahwa mahasiswa merupakan penyumbang terbesar kultur literasi di Indonesia. Seiring waktu, tradisi literasi mahasiswa beralih pada tradisi lisan dan lebih senang mencari informasi melalui elektronik dan pada akhirnya kebanyakan mahasiswa lebih senang jika informasi yang mereka butuhkan itu dibacakan oleh orang lain. Selain tradisi literasi yang semakin terpinggir, budaya nongkrong di cafe, mall, dan nonton film juga sangat berpengaruh terhadap menurunkan tradisi literasi dikalangan mahasiswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu diciptakan generasi literat dengan adanya upaya peningkatan literat yang dilakukan. Mahmudin menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang bisa dilakukan yakni: peningkatan sarana dan fasilitas informasi, sosialisasi mengenai literasi informasi pelatihan khusus literasi informasi (penelusuran dan akses informasi), penambahan dana untuk keperluan informasi, pelatihan teknologi informasi (komputer dan internet), tingkatkan minat terhadap pentingnya informasi, dan tingkatkan kerjasama yang baik antara pustakawan dan peneliti.

Senin, 16 November 2015

Kirab Gunungan Buku



Pada hari minggu, 15 November 2015 ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan turut berpartisipasi dalam peresmian TBM Kerai (Taman Baca Masyarakat) yang terletak di dusun Kwadungan, Widodomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. 

Peresmian TBM Kerai ini dihadiri oleh pejabat pemerintah terkait, lembaga pendidikan, tokmas, komunitas literasi, mahasiswa arsitektur UTY, 150 TBM, komunitas reptil Jogja, anak-anak TK, SD Ngemplak 3 Jogja, anak-anak dusun Kwadungan, dan komunitas-komunitas yang bergerak dibidang literasi lainnya. 

Peresmian TBM Kerai ini diisi dengan berbagai kegiatan yakni: Prosesi peresmian dengan pembukaan papan nama TBM, lomba sketsa yang diikuti mahasiswa arsitektur UTY dengan objek Rencana Pembangunan TBM dan Lingkungan Penduduknya, lomba mewarnai untuk peserta anak TK dilingkungan sekitar TBM, gelar reptil untuk mengenalkan jenis-jenis reptil pada anak-anak, pentas/panggung seni, dan kirab gunungan buku yang diikuti oleh drumband/kelompok acustic, bergodo, gunungan buku, kelompok dolanan bocah, forum TBM Sleman, GPMB/GWK DIY, Motor Pustaka Keliling, Perpusda Widodomartani, Mobil Perpustakaan Keliling, Gerobak Sapi, ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan, dan komunitas literasi lainnya. Namun yang menjadi ikon dalam peresmian ini adalah Kirab Gunungan Buku. Filosofi dari Kirab Gunungan Buku adalah untuk nguri-nguri budaya Jawi. 

Tema yang diangkat dalam peresmian TBM Kerai ini adalah Gerakan Membaca untuk Masyarakat yang lebih baik, dimana ini adalah salah satu upaya yang dilakukan untuk menggalakkan gerakan membaca. Gerakan membaca  ini bertujuan agar masyarakat kampung pada khususnya dengan mudah bisa akses informasi karena tidak sedikit masyarakat kampung yang kesulitan dalam mengakses buku yang juga merupakan sumber informasi dan pengetahuan. Jika masyarakat sudah mudah dalam akses informasi maka masyarakat akan semakin cinta dan gemar membaca.

Hal diatas tampak jelas bahwa penanaman minat baca itu dimulai sejak dini dan dimulai dari lingkup yang paling kecil yakni keluarga. Hal ini juga dilakukan pak Nanang Sujatmiko selaku pendiri TBM Kerai. Beliau sekeluarga memiliki minat baca yang tinggi sehingga banyak koleksi buku di rumah. Atas dasar ini pula pak Nanang Sujatmiko mendirikan TBM Kerai agar masyarakat sekitar rumah juga gemar membaca dan bisa memnafaatkan TBM Kerai sebaik mungkin. 

Asal mula nama TBM Kerai sendiri itu adalah dari kata “Kerai” yang berarti penutup. Namun selain atas dasar  pengertian itu, penamaan “Kerai” itu diambil dari nama anak pak Nanang Sujatmiko yakni Kevin dan Raihan. Sedangkan bentuk bangunan TBM Kerai yang menyerupai buku terbuka itu memiliki filosofi agar masyarakat selalu membaca buku. Pak Nanang Sujatmiko tidak sendiri dalam mendirikan TBM Kerai. Beliau merangkul warga Kwadungan untuk membangun TBM Kerai bersama dan pada akhirnya akan bermanfaat untuk semua masyarakat.
Peresmian TBM Kirab yang melibatkan banyak pihak ini mendapatkan respon baik oleh salah satu pihak media masa nasional pun juga sebagai praktisi penyiaran, yakni pak Sudaryono. Beliau mengungkapkan bahwa indikator dari negara maju adalah tradisi baca yang tinggi dan ini dimulai dari kampung. Hal ini senada dengan gerakan membaca dengan mendirikan TBM Kerai dimana harus ada tindak lanjut bahwa TBM bukan hanya untuk perpustakaan tetapi juga merupakan tempat untuk berkreatifitas dan merupakan suatu action yang perlu diapresiasi. Pak Sudaryono berharap Indonesia semakin maju melalui budaya membaca bukan budaya menonton. Sebagai praktisi penyiaran beliau melihat yang terjadi di Indonesia adalah sebaliknya yakni masyarakat yang masih kental dengan budaya menonton.


Sabtu, 24 Oktober 2015

Diskusi Kepustakawanan : Be Creative with Organization



Dalam berorganisasi perkembangan dan kemajuan itu pasti perlu dan untuk menuju kepada dua hal itu diperlukan pula komponen-komponen lain dalam berorganisasi. Salah satu komponen itu adalah kreatifitas. Kreatifitas sangat diperlukan dalam berorganisasi agar organisasi terus berkembang dan maju seperti “Perpustakaan” yang dikatakan S.R. Ranganathan dalam five laws bahwa perpustakaan adalah organisasi yang terus berkembang. Pun juga dengan ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan merupakan organisasi sehingga juga harus terus berkembang dan maju. Untuk mencapai tujuan tersebut maka Divisi Pengembangan Profesi ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan mengadakan kegiatan diskusi kepustakawanan dengan tema “Be Creative with Organization”. Berawal dari sebuah pertanyaan yang memunculkan gagasan baru dalam menghasilkan sebuah kreatifitas yang wow dan dalam sebuah argument harus didasarkan pada fakta dan data ilmiah secara real, begitu pemaparan Lalu Rudy Rustandi selaku panitia Dikusi Kepustakawanan mengenai tema diskusi yang diangkat.

Kegiatan Diskusi Kepustakwanan ini dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2015 dan bertempat di Executive Lounge Café UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kegiatan dimulai pukul 15.00 WIB ini diisi dengan pemaparan materi oleh Fuad Wahyu Prabowo, SIP (Ketua Umum ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan periode 2013-2014) dan kemudian berlanjut dengan diskusi yang melibatkan seluruh jajaran anggota ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan baik dari Demisioner, Pengurus Harian, Kepala dan Staff setiap divisi, serta para anggota baru. Diskusi ini sangat menarik dimana ada komunikasi antara pemateri dengan para peserta diskusi dan nilai plus dari kegiatan diskusi ini tampak lebih jelas saat Divisi Pers mewawancara peserta yang menghadiri kegiatan diskusi terutama para anggota baru dimana mereka sangat antusias dengan kegiatan ini serta harapan kedepannya kegiatan menarik dan bagus seperti ini bisa terus dikembangkan dan dilakukan. Begitu papar anggota baru yang diwawancara.

Kegiatan diskusi ini pun berakhir dipenghujung sore dengan rona semangat para peserta yang terlibat diskusi. Dengan bekal keilmuan mengenai kreatifitas yang sudah dibahas tentu para peserta lebih tahu bagaimana supaya ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan yang menjadi wadah mereka dalam berproses serta berkreatifitas  bisa semakin berkembang dan semakin maju.

Kamis, 15 Oktober 2015

MAKRAB ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Periode 2015-2016



Berpikir Kreatif, Berjiwa Besar

Alus Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan mengadakan kegiatan MAKRAB (10-11/10) di Wonogondang, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan dan semakin merekatkan kekeluargaa antar anggota serta demisioner ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan. 

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari. Hari pertama (10/10) diisi dengan kegiatan mengaji bersama usai shalat, pengenalan dan sharing tentang ke-ALUS-an khususnya tentang kepemimpinan dan keorganisasian oleh demisioner dan ketua umum ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan periode 2015-2016, pengenalan antar anggota dalam lingkup divisi, penampilan seni oleh anggota baru, api unggun, dan jerit malam. Sedangkan hari kedua (11/10) diisi dengan kegiatan pengukuhan anggota baru ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dengan pembacaan Janji ALUS oleh Ketua Umum Periode 2015-2016, senam pagi, dan diakhiri dengan kegiatan outbound.


  أشهد أن لا اله الا الله وأشهد ان محمد رسول الله

JANJI ALUS
Kami ALUS..
Kami berjanji:
1. Siap Berproses Bersama ALUS
2. Siap Bertanggung Jawab Kepada ALUS
3. Siap Menjaga Nama Baik ALUS

Kami adalah ALUS
ALUS adalah Kami
Abdi Setiaku padamu ALUS

Diskusi Komunitas Perpustakaan Tahun 2015



Kegiatan diskusi yang dimulai pukul 13.30-17.00 WIB ini diawali dengan sambutan oleh Bapak Wahyu Hendratmoko, SE., MM. selaku Kepala kantor ARPUSDA kemudian berlanjut pada kegiatan Sarasehan Komunitas Perpustakaan dengan narasumber Bapak Nuradi Indra Wijaya S.Pd (ketua GPMB DIY) dan Ibu Nurcahyanti S. Ant (PD IPI DIY). Acara diskusi ini berjalan lancar hingga sesi tanya jawab dipandu oleh Bapak Tiyanta, S.Pd., M.IP selaku Pustakawan ARPUSDA.



Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Yogyakarta mengadakan kegiatan diskusi komunitas perpustakaan tahun 2015 pada tanggal 9 Oktober 2015 di lantai 2 kantor ARPUSDA Kota Yogyakarta, jl. Suroto no 9 Yogyakarta. Diskusi ini dilakukan untuk meningkatkan sinergi serta menyamakan visi antar komunitas/organisasi/pemerhati perpustakaan dalam meghadapi permasalahan minat baca di Indonesia. Acara diskusi dihadiri oleh beberapa komunitas/organisasi/pemerhati perpustakaan dalam lingkup Yogyakarta. 


Minggu, 04 Oktober 2015

Pelantikan ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Periode 2015-2016



Sumber: Dokumentasi Demisioner

Pelantikan pengurus ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan merupakan prosesi pengukuhan jabatan pengurus  periode 2015-2016. Acara ini dihadiri oleh Supriyadi Jhondy, SIP., MIP. selaku pendiri ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan, para demisioner, pengurus periode 2015-2016 serta anggota baru ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan.
Acara ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 04 Oktober 2015 di Balai RW Sapen, Demangan, Depok, Sleman, Yogyakarta.

Tujuan dari kegiatan ini untuk melantik ketua umum ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan periode 2015-2016 yakni Bastian Diaz Manggalya dan mengukuhkan kepengurusan ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan periode 2015-2016. Acara ini dimulai dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian sambutan oleh ketua panitia Baiq Ririn Listia Sospiani,  Supriyadi Jhondy, SIP., MIP. selaku pendiri, Habib Abidulloh selaku ketua umum periode 2014-2015 dan juga Ekhsanudin, SIP. selaku ketua umum periode 2012-2013.  Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan prosesi pelantikan yang dipimpin oleh Habib Abidulloh  dan ditutup presentasi program kerja dari Divisi Keanggotaan, Pengembangan Profesi, Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat, serta Pers.

Minggu, 20 September 2015

Wawancara Penerimaan Anggota Baru ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan


Bertempat di Halaman Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan menggelar kegiatan wawancara dalam rangka Penerimaan Anggota Baru Alus di tahun 2015 (20/9). Kegiatan ini melibatkan Demisioner, Pengurus, dan Calon Anggota Baru Alus. Selain untuk tujuan wawancara, kegiatan ini juga ajang untuk saling mengenal antara satu dengan yang lain, baik Demisioner, Pengurus, maupun Calon Anggota Baru. Selain itu, juga dipaparkan kembali program kerja dari setiap divisi (PPM, PP, Pers, dan Keanggotaan). Dengan dipaparkannya setiap divisi maka calon anggota baru mendapat informasi dan bisa menentukan akan fokus ke divisi yang diinginkan. Meski pada dasarnya semua anggota ALUS akan berkontribusi dalam semua divisi. 

Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini diisi dengan berbagai kegiatan, yakni sambutan-sambutan, pengenalan divisi, game, sharing bareng Demisioner, tes wawancara, dan berakhir pada pukul 12.00 WIB dengan fhoto bersama Demisioner, Pengurus, serta Calon Anggota Baru Alus.

Harapan kedepannya, semua senang dalam masa-masa berproses bersama. Berproses untuk kemajuan Alus pun juga kemajuan bagi diri sendiri. Tentu bisa memajukan diri sendiri karena selama masa berproses bersama ALUS akan banyak ilmu, pengalaman, kekeluargaan, kebersamaan, dan bakat yang tak terduga akan bermunculan. Maka jangan pernah lelah untuk berproses bersama Alus. 

So, semangat berproses sahabat Alus :D

Senin, 14 September 2015

Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca 14 September 2015.



Dalam rangka memperingati Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca 14 September 2015, ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan bekerja sama dengan Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga sebagai lokasi kegiatan, mengadakan kegiatan berbagi stiker dan selebaran brosur tentang Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca. Kegiatan ini terbilang baru karena baru kali pertama diadakan oleh ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan. Namun meski baru pertama kali, banyak para pengunjung perpustakaan (pemustaka) dan para pustakawan yang sangat antusias dengan kegiatan baik ini. Hal ini terlihat saat ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan bergerak di perpustakaan mulai dari lantai satu hingga lantai empat, banyak para pemustaka yang sedang di perpustakaan saat itu mendapatkan informasi baru tentang adanya peringatan Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca yang jatuh dan ditetapkan pada tanggal 14 September. Harapan pemustaka maupun pustakawan sendiri, kegiatan positif seperti ini bisa terus berlanjut dan lebih ditingkatkan lagi kedepannya.

Jadi, seperti tujuan peringataan Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca 14 September 2015 yakni untuk mengenalkan dan mengajak pemustaka gemar membaca di perpustakaan, mari kita bersama-sama mulai cinta membaca dan sering berkunjung ke perpustakaan yang notabene sebagai long life education

Ada pepatah mengatakan, bangsa yang maju adalah bangsa yang gemar membaca maka mari bersama-sama kita tingkatkan gemar membaca kita melalui perpustakaan.

Salam Literasi :D

Minggu, 13 September 2015

Hari Kunjung Perpustakaan 14 September 2015


Banyak dari kita yang tidak mengetahui terdapat satu hari dalam setahun yang diperingati sebagai Hari Kunjung Perpustakaan. Karena tidak tahu itulah, peringatan Hari Kunjung Perpustakaan tidak semeriah saat Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei. Miris, mengingat pendidikan dan perpustakaan adalah hal yang saling berkaitan erat. Dalam masa perkembangan pendidikan pemakai di dunia, muncul sebuah gagasan dari Patricia Knapp yang menyebutkan bahwa, “Library should be the center of learning”. Artinya? Perpustakaan sebagai pusat pembelajaran. Merujuk pada gagasan tersebut, perpustakaan seyogyanya berstatus sama dengan pendidikan, diperhatikan secara serius. Karena seharusnya, perpustakaan dan pendidikan berjalan beriringan dan saling melengkapi.

Maka dari itu, pada 14 September 1995, mantan Presiden RI, (Alm.) Soeharto menggagas satu hari sebagai Hari Kunjung Perpustakaan dimana pada hari itu juga dicanangkan sebagai awal gerakan Gemar Membaca. Sejak saat itulah 14 September menjadi Hari Kunjung Perpustakaan yang diperingati di perpustakaan dengan menyelenggarakan berbagai acara. Acara tersebut yang dilakukan oleh Pustakawan dan pegawai perpustakaan di Hari Kunjung Perpustakaan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat agar lebih mengenal perpustakaan dan semakin sadar bahwa membaca yang dicanangkan pada hari yang sama dengan Hari Kunjung Perpustakaan bukan hanya wacana. Dengan gerakan tersebut, diharapkan masyarakat diharapkan lebih menyadari bahwa membaca itu merupakan kegiatan yang penting karena secara sederhananya, dengan membaca akan lebih banyak pengetahuan yang baru kita ketahui. Misalnya, membaca tulisan ini ada beberapa orang yang menyadari bahwa, “Oh, perpustakaan ternyata punya peringatan Hari Kunjung Perpustakaan ya?” See? Dengan meluangkan sedikit waktu —lima menit pun tak apa— kita akan mengetahui sesuatu yang baru. Jadi, bisakah sisihkan waktu barang 5-10 menit untuk membaca dan mendapat sesuatu yang baru?

Divisi Pers, Isnaeni Setyaningsih

Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca 2015

Kapan terakhir kali berkunjung ke perpustakaan teman-teman?
Tahukah teman-teman bahwasanya 14 September merupakan Hari Kunjung Perpustakaan? Ya, 14 September kita memperingatinya sebagai Hari Kunjung Perpustakaan. Perayaan ini dimulai sejak 14 September 1995 serta dicanangkan langsung oleh mantan Presiden RI, Soeharto. Selain itu, perlu diketahui juga bahwa 14 September bukan hanya merayakan Hari Kunjung Perpustakaan, bulan September juga merupakan Bulan Gemar Membaca. Sehingga di waktu yang sama, 14 September kita memperingatinya sebagai Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca. 

Sejak diperingati Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca, hampir diseluruh perpustakaan baik pusat maupun daerah-daerah beramai-ramai merayakan Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca dengan berbagai kegiatan yang beraneka ragam. Meskipun ragam kegiatan yang dilaksanakan perpustakaan berbeda-beda, tujuannya tetap sama yakni untuk mengenalkan serta mengajak masyarakat untuk gemar berkunjung ke perpustakaan. Dari rasa gemar dan suka ini lantas masyarakat akan gemar membaca. Karena memang kita tidak bisa membuat sebagian masyarakat yang kurang gemar membaca menjadi langsung (secara instan) gemar membaca. Semuanya perlu proses. Nah, proses yang dilakukan salah satunya dengan cara mengenalkan kepada masyarakat akan perpustakaan melalui perayaan Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca. Jika Pustakawan mampu mengenalkan perpustakaan dengan hati maka masyarakat juga akan jatuh hati (karena yang memberi dengan hati jatuhnya juga akan ke hati hehe). Sehingga setelah masyarakat jatuh hati, mereka pun akan gemar membaca.

Sedikit mengulas. Mungkin tak sedikit juga yang berargumen bahwa masyarakat kita masih rendah akan minat bacanya. Seperti yang tampak pada data UNESCO tahun 2012 menyebutkan bahwa indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Ini berarti bahwa dari 1000 penduduk hanya ada satu warga yang gemar membaca. Menurut data UNESCO juga, Indonesia menduduki posisi ke-69 dari 127 negara tingkat minat bacanya. Memang ini sangat memprihatinkan. Ditambah lagi angka melek huruf di Indonesia hanya 65,5 persen. Berbeda dengan Malaysia yang mencapai 86,4 persen. Diluar itu semua, data dari Badan Pusat Statistik juga menjelaskan bahwa waktu menonton televisi anak di Indonesia juga tinggi, yakni mencapai 300 menit per hari. Tentu berbeda dengan anak-anak di Australia yang hanya mencapai 120 menit per hari, di Amerika Serikat hanya 100 menit per hari, dan di Kanada 60 menit per hari. 

Miris memang jika melihat data-data yang ada. Namun rasanya sudah saatnya kita mengubah paradigma yang seperti itu. Akan jauh lebih baik, jika kita (para Pustakawan dan penggerak minat baca) tidak melulu fokus kepada rendahnya minat baca tetapi lihat apa yang kita beri apakah sudah maksimal dan berasal dari hati? Logikanya saja, bagaimana masyarakat senang hati jika pelayanan dan fasilitas yang ada di perpustakaan belum maksimal? Tentu hal ini membuat masyarakat enggan berkunjung ke perpustakaan. Maka perbaikan; itulah yang terus dilakukan. Agar masyarakat senang berkunjung ke perpustakaan dan setelah senang tentu akan betah berlama-lama di perpustakaan.

Dari beberapa pandangan diatas tentu semuanya juga merupakan tujuan dari adanya perayaan Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca, yakni agar masyarakat kenal dan gemar membaca di perpustakaan. Selain itu, perayaan Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca merupakan momentum  untuk menjalin keakraban para Pustakawan dengan masyarakat. 

Harapannya, perayaan yang positif seperti ini akan terus berlanjut dan tujuan mulia yang sudah dicanangkan juga terwujud.

14 september
Hari Kunjung Perpustakaan
Bulan Gemar Membaca

Salam Baca, Salam Literasi :D
Horas !!!

Divisi Pers, Rima Esni Nurdiana






Senin, 31 Agustus 2015

Penerimaan Anggota Baru ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan 2015/2016

Penerimaan Anggota Baru ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dilaksanakan mulai tanggal 1 September 2015 dan ditutup pada tanggal 18 September 2015. Dengan syarat : 
1. Mahasiswa aktif S1/D3 Ilmu Perpustakaan
2. Mengisi formulir online pada alamat dibawah ini : http://alus.or.id/p/pab-alus-2015-2016.html
3. Mengumpulkan karya berupa (pilih satu/ semuanya lebih bagus) :
      a. Tulisan tentang perpustakaan semasa SMA/MA
      b. Fotografi (bebas)
      c. Desain (bebas)

Semua persyaratan dikumpulkan saat proses Wawancara.

Mau daftar? Silahkan klik disini 

Senin, 24 Agustus 2015

ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan




ALUS Asosiasi Mahasiwa Ilmu Perpustakaan merupakan organisasi mahasiswa Ilmu Perpustakaan yang mewadahi kreativitas mahasiswa dibidang Ilmu Perpustakaan untuk diimplementasikan kepada masyarakat dalam bentuk kegiatan pengembangan dan pengabdian masyarakat serta publikasi informasi tentang kepustakawanan. Selain itu kita juga bisa meningkatkan profesionalisme kepustakawanan melalui berbagai pelatihan seperti ALUS Goes To School (AGTS), Pustakawan Plus, Pelatihan Jurnalistik, serta Micro Training of Educational Librarian (MTEL).

VISI
Meningkatkan Profesionalisme Kepustakwanan

MISI
Mengembangakan Potensi Kepustakawanan
Mengembangkan Jaringan Kepustakawanan
Menjadi Wadah pengembangan Diri

Rabu, 12 Agustus 2015

Pengolahan di SD N Kotagede 3




Pengolahan perpustakaan di SD N Kotagede 3 merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan. Kegiatan ini dilakukan guna mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari di perkuliahan, khususnya ilmu yang berkaitan dengan perpustakaan dan sekaligus menambah pengalaman bagi anggota ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dalam pengelolaan perpustakaan serta untuk mengisi waktu luang saat liburan. Pengolahan ini dilakukan atas permintaan bantuan dari pihak perpustakaan SD N Kotagede 3 dan melibatkan delapan orang anggota ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan. Pengolahan ini dilakukan sejak tanggal 10-12 Agustus 2015. Sedangkan proses pengolahan hanya mengklasifikasi buku yang baru masuk perpustakaan sampai labeling dan shelving. Selain itu kegiatan lainnya adalah mencetak kartu anggota perpustakaan.
Pengolahan kali ini hanya memerluakan waktu tiga hari karena sebelumnya pada januari lalu ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan sudah mengolah di SD N Kotagede 3 ini sehingga pengolahan kali ini hanya melanjutkan yang sudah diolah waktu lalu.

Minggu, 09 Agustus 2015

Acara Wisuda 9 Agustus 2015





Hallo teman-teman… Hari ini kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali mewisuda beberapa mahasiswa-mahasiswinya setelah kemarin juga banyak yang diwisuda. Dan yang sangat istimewa diantara mahasiswa dan mahasiswi ada yang lulus dengan predikat cumlaude (nilai terbaik). Tentu ini hal yang membanggakan tidak hanya untuk kedua orang tua dan teman-teman, tetapi juga bagi diri sendiri khususnya. Memang nilai itu tidak penting namun bagus atau tidaknya nilai kita diakhir itu menggambarkan kita sungguh-sungguh atau tidak dalam belajar.

Nah, beberapa mahasiswa yang diwisuda hari ini adalah saudara Akhmad Jumanul Umam, A.Md. Icrima Febriani, A.Md. Nice Harmony Rahma, A.Md. dan Siti Nurjanah, A.Md.  Mereka  adalah anggota ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan. 

Sekali lagi, kami mengucapkan selamat. Semoga ilmu yang didapat bermanfaat dan tak henti terus berkelut didunia perpustakaan yang selama ini menjadi ikonnya mahasiswa Ilmu Perpustakaan. :)

Jumat, 07 Agustus 2015

Acara Wisuda 8 Agustus 2015





Hallo teman-teman… Hari ini kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta telah mewisuda beberapa mahasiswa-mahasiswinya. Dan yang sangat istimewa diantara mahasiswa dan mahasiswi ada yang lulus dengan predikat cumlaude (nilai terbaik). Tentu ini hal yang membanggakan tidak hanya untuk kedua orang tua dan teman-teman, tetapi juga bagi diri sendiri khususnya. Memang nilai itu tidak penting namun bagus atau tidaknya nilai kita diakhir itu menggambarkan kita sungguh-sungguh atau tidak dalam belajar.

Nah, salah satu mahasiswa yang diwisuda hari ini adalah saudara Mukhlis, SIP., MIP. Beliau adalah demisioner ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan. Sedikit bercerita, beliau ini expert dibidang ilmu perpustakaan. Sehingga meski sudah menjadi demisioner beliau sering berbagi ilmu kepada generasi-generasi muda ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan. Bahkan ketika usai diwisuda tadi pun beliau sempat berpetuah, jangan sungkan untuk meminta bantuan beliau jika ada kepentingan khususnya yang berkaitan dengan ilmu perpustakaan maupun organisasi ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan sendiri. Kurang lebih begitu intinya.
Sekali lagi, kami mengucapkan selamat kepada saudara Mukhlis, SIP., MIP.

Rabu, 29 Juli 2015

Hari ke-2 : Hari Anak Nasional 2015



Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY yang bekerjasama dengan ALUS Asosiasi Mahsiswa Ilmu Perpustakaan menggagas adanya perayaan Hari Anak Nasional dengan tema "Baca Buku Bikin Cerah Duniaku" pada hari kamis (30/07) dihadiri oleh lima SD sekecamatan Sewon, yakni :

1.      SD Muhammadiyah Pandeyan
2.      SD N Tamanan Sewon Bantul
3.      SD N Gandok
4.      SD N Ngoto
5.      SD N Timbul Harjo

Acara dihari kedua ini juga tak kalah meriah dengan hari pertama. Acara dipandu kak Choy diisi dengan berbagai macam kegiatan edukasi, yakni : Pengenalan Reptil (Jenis-jenis ular, dan Leopat Gecko), kreasi origami, melukis gerabah, dan kreasi flanel. Selain itu ada cerita dongeng oleh kak Adin dan pertunjukan sulap oleh kak Akur. Dengan berbagai kegiatan yang menarik dan mendidik, anak-anak SD yang turut serta dalam berbagai kegiatan mengikuti dengan sangat antusias.

Namun sebelum kegiatan edukasi, berdongeng, dan sulap dimulai, kepala subbidang pelayanan BPAD DIY memberikan sambutan kepada para wali murid, guru-guru, dan juga murid-murid. Sehingga dengan demikian ada pemahaman dan semangat yang didapat oleh segenap yang hadir.

Acara dilaksanakan di Rumah Belajar Modern (RBM) Sewon, Bantul, Yogykarta ini berjalan dengan baik atas dukungan penuh oleh Galang Press, Citra Media, Madu Nusantara, serta TVRI, RRI, Radio Anak, Radio Edukasi Dinas Pendidikan, dan website BPAD sebagai media partner.

Harapan kedepannya, kegiatan-kegiatan yang menarik dan mendidik seperti ini bisa terus berlanjut. Dengan demikian maka anak-anak akan lebih tertarik dan suka belajar berbagai hal dengan hati yang riang gembira.

Sampai jumpa di Hari Anak Nasional tahun 2016 yang akan datang ya. :D

Selasa, 28 Juli 2015

Hari ke-1 : Hari Anak Nasional 2015



Dalam rangka Hari Anak Nasional yang biasa diperingati pada tanggal 23 Juli, tahun ini ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan bersama Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Hari Anak Nasional dengan tema "Baca Buku Bikin Cerah Duniaku" pada tanggal 29-30 Juli 2015. Acara rutin tahunan ini diadakan guna membangun minat baca anak-anak sejak dini, dan dengan anak-anak yang gemar membaca pula akan mencerahkan masa depan mereka sebagai generasi muda penerus bangsa. Acara ini juga didukung penuh oleh Galang Press, Citra Media, Madu Nusantara, serta TVRI, RRI, Radio Anak, Radio Edukasi Dinas Pendidikan, dan website BPAD sebagai media partner. Acara ini dilaksanakan di Rumah Belajar Modern (RBM) Sewon, Bantul, Yogykarta. Hari pertama pada Rabu (29/07) diikuti oleh 11 TK yang tergabung dalam IGTKI sekecamatan Sewon, yakni :

1.      TK Aba Pandean
2.      TK Aba Saman
3.      TK Aba Wojo
4.      TK Pertiwi 57
5.      TK Marditama
6.      TK Prima Sanggar
7.      TK Kartini 113 Tarudan
8.      TK N Pembina
9.      TK Tembi
10.  TK Aisyiyah Slanggen
11.  TK PKK 22 Jotawang

Pada hari pertama kegiatan yang dilaksanakan yakni, pembukaan, pentas seni tari, pidato sambutan dari tamu undangan, pentas, dan mendongeng yang ditampilkan oleh Kak Choy. Selain itu, ada juga kegiatan yang mengasah kreatifitas anak-anak seperti kegiatan bermain clay (seni membentuk mainan dari lilin), origami (seni melipat kertas), dan mewarnai. Selain diisi dengan berbagai kegiatan edukasi, acara yang dipandu oleh Kak Choy juga diisi dengan hiburan tari dari perwakilan anak-anak TK Kartini 113 Tarudan, TK Tembi, dan TK Marditama. Dan hiburan lainnya yakni Pak Tejo sebagai Badut. Pak Tejo bercerita dan bermain bersama anak-anak TK yang sangat antusias.

Tunggu kegiatan seru lainnya di hari ke-2 ya. :)



Jumat, 19 Juni 2015

Buka Bersama ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan periode 2015-2016


Di bulan Ramadhan 1436 H ini, ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa, semoga di bulan yang penuh berkah ini kita bisa menjadi hamba yang lebih berkualitas lagi. 

Sudah menjadi kegiatan rutin di bulan Ramadhan, ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan mengadakan kegiatan Buka Bersama. Pada puasa Ramadhan 1436 H kali ini ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan mengadakan kegiatan Buka Bersama yang dihadiri oleh para anggota dan demisioner ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan. Selain itu, kegiatan Buka Bersama ini bertujuan untuk merekatkan kebersamaan dan kekeluargaan ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan di bulan Ramadhan 1436 H yang suci nan mulia. Bertempat di Penyetan Bumbu Rempah, Nologaten, Yogyakarta pada jumat, (19/06). Kegiatan ini dimulai pukul 17.00 WIB dan diawali dengan sharing kemudian makan bersama.



Senin, 08 Juni 2015

Rapat Kerja ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan periode 2015-2016


ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan menyelenggarakan rapat kerja pada kepengurusan periode 2015-2016. Rapat kerja ini merupakan salah satu kegiatan untuk merumuskan, menghasilkan dan mengesahkan program kerja pada periode 2015-2016. Bertempat di Padepokan Musa Asy’ari jalan Jogja-Solo Km.8 Dusun Nayan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta pada (7-8/06).
 
Kegiatan ini dilakukan selama dua hari untuk menghasilkan program kerja yang tersusun secara terstruktur dan terencana dengan baik selama satu periode 2015-2016. Kegiatan ini dimulai dari sambutan ketua ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan periode 2015-2016, pemutaran portofolio, evaluasi program kerja periode 2014-2015, diskusi program kerja yang akan dirumuskan, pemaparan rencana program kerja dari setiap divisi dan Pengurus Harian serta membuat timeline kegiatan ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan periode 2015-2016.