Jumat, 05 April 2019

Ulang Tahun ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan DIY Ke-12: Satu Senyum, Satu Kebersamaan, Satu Keluarga



            Mengusung tema “Satu Senyum, Satu Kebersamaan, Satu Keluarga,” ulang tahun ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan DIY yang ke-12 dilaksanakan di Panti Asuhan dan Pondok Bima Bhakti Putri (Al-Mujib), Balong, Bimomartani, Ngemplak, Sleman. Perayaan ulang tahun ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan DIY tahun ini memang sengaja dilaksanakan di panti asuhan guna mensyukuri pertambahan usia organisasi yang telah menginjak usia 12 tahun.
            Perayaan ulang tahun ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan DIY dilaksanakan pada pukul 09.30 hingga pukul 12.00 WIB. Acara perayaan ulang tahun ini dipandu oleh Ketua Divisi Pers, Shohi Khaironi dan salah satu anggota Divisi Keanggotaan, Anis Nur Hanifah. Pun, acara kemudian dibuka dengan sambutan dari Ketua Panitia Kegiatan, Ketua Umum Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan DIY dan perwakilan dari Panti Asuhan dan Pondok Bima Bhakti Putri (Al-Mujib).
            Ketua Panitia perayaan ulang tahun ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan DIY yang ke-12, Nila Safitri menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh hadirin baik dari ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan DIY maupun dari Panti Asuhan dan Pondok Bima Bhakti Putri (Al-Mujib) yang telah berkenan menghadiri acara tersebut. Trismi, Ketua Umum ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan DIY menyampaikan hal yang senada beserta harapan Beliau bagi organisasi ini kedepannya. Sebagai perwakilan dari Panti Asuhan dan Pondok Bima Bhakti Putri (Al-Mujib), Ulfah menyampaikan rasa terimakasih kepada ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan DIY serta sedikit menjelaskan mengenai Panti Asuhan dan Pondok Bima Bhakti Putri (Al-Mujib).
            Perayaan ulang tahun ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan DIY yang dihadiri oleh lebih dari 60 anak asuh Panti Asuhan dan Pondok Bima Bhakti Putri (Al-Mujib) dan lebih dari 30 anggota ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan DIY beserta beberapa Demisioner, kemudian berbaur menjadi satu dalam permainan yang telah dirancang oleh panitia. Para anggota putri ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan DIY dan anak asuh putri Asuhan dan Pondok Bima Bhakti Putri (Al-Mujib) beradu kekompakan dan ketangkasan dalam permainan ‘memecahkan balon.’ Para putra, beradu kecepatan dan ketepatan dalam permainan ‘temukan kawanmu.’
            Acara perayaan ulang tahun ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan DIY yang ke-12 kemudian dilanjutkan dengan pengajian yang disampaikan oleh salah satu Ketua Panti Asuhan dan Pondok Bima Bhakti Putri (Al-Mujib), Pak Gunanta. Beliau menyampaikan beberapa hal terkait rasa syukur.
            Pada akhirnya perayaan ulang tahun ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan DIY yang ke-12, tiba pada penghujung acara yakni pemotongan tumpeng juga pelaksanaan bakti sosial oleh ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan DIY.


Senin, 11 Maret 2019

Pustakawan Plus Knowledge Sharing Session


                Pustakawan Plus merupakan salah satu program kerja dari Divisi Pengembangan Profesi ALUS Diy yang biasa dilakukan satu tahun sekali. Pada tahun ini Pustakawan Plus mengambil tema “Tantangan Pustakawan di Era Internet 4.0” dengan narasumber Bapak Mukhlis, M.IP. Beliau merupakan staf UPT Perpustakaan Pusat Universitas Janabadra Yogyakarta, pengelola Janabadra Press, sekaligus Dosen Luar Biasa Prodi Perpustakaan dan Ilmu Informasi, Universitas Brawijaya Malang. Acara ini berlangsung di Ruang Teatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada hari Sabtu,23 Februari 2019 dan diikuti oleh sekitar 60 peserta baik dari Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga maupun luar Universitas tersebut.
                Kegiatan ini penting dilakukan agar pustakawan mampu bersaing di era yang serba digital ini. Karena tidak dipungkiri bahwa keberadaan pustakawan saat ini mulai digantikan oleh robot dan komputer perannya. Sehingga pustakawan maupun calon pustakawan harus mampu bersaing dengan teknologi. Mereka harus paham dan menjadi pemimpin perubahan. Meskipun mungkin di masa depan peran pustakawan bisa tergantikan oleh robot, mereka tetap harus mengubah dirinya sebagai pengendali robot tersebut, dan jangan malah sebaliknya.
                Bapak Mukhlis menjelaskan bahwa di era 4.0 ini kemajuan teknologi bisa menjadi peluang sekaligus tantangan bagi perpustakaan dan pustakawan. Dimana sebagai peluang, bahwa kemajuan teknologi bisa menunjang fasilitas perpustakaan agar menjadi lebih baik. Tantangannya adalah apakah pustakawan dan perpustakaan siap untuk bisa menuju era digitalisasi yang sangat cepat perkembangannya.
                Sangat menarik saat salah satu peserta bernama Ibu Erna mengajukan pertanyaan mengenai bagaimana bagi perpustakaan sekolah yang berada di pelosok untuk tetap bisa mencapai era 4.0 ini, sedangkan untuk mencapai perpustakaan konvensional dengan mutu baik saja mereka masih tertatih dengan perangkat yang kurang memadai. Dan bagaimana pula apabila sebenarnya dalam mengembangkan fasilitas, pihak perpustakaan sanggup, namun kepala perpustakaannya tetap kolot untuk mempertahankan perpustakaan tanpa perubahan.
                Disini Bapak Mukhlis memberikan solusi bahwa agar perpustakaan tersebut bisa maju dan kepala perpustakaannya bisa setuju, maka sebaiknya saat ada pengarahan mengenai perpustakaan beliau diajak agar wawasannya bisa lebih terbuka mengenai pengelolaan perpustakaan. Bapak Mukhlis juga memberikan tips-tips agar pustakawan dapat bersaing di era 4.0 ini.
                Harapan kedepannya, semoga pustakawan mampu mengelola dan mengembangkan perpustakaan seiring berkembangnya zaman dan teknologi agar perpustakaan bisa tetap eksis dan diminati.


Author: Ridwan

Kamis, 21 Februari 2019

Pelatihan Jurnalistik : HOW TO BE A GOOD SPEAKER




Pelatihan Jurnalistik merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh  Divisi Pers ALUS DIY setiap tahunnya dengan peserta dari mahasiswa mahasiswi di Yogyakarta. Pada periode ini, Pelatihan Jurnalistik diadakan pada Sabtu, 16 Februari 2019 di Perpustakaan Bantul yang dimulai pada pukul 09.00 WIB, kemudian penyampaian sambutan dari Ketua Acara dan Ketua umum ALUS DIY.
Tujuan diadakan acara ini yaitu untuk memberikan bekal dan pengetahuan tentang bagaimana kemampuan komunikasi yang baik di depan umum atau dengan orang lain. Terutama beberapa aktifitas yang sering bersinggungan dengan orang banyak atau dalam hubungannya sebagai peliput fakta. Karena dengan kemampuan Public Speaking seseorang akan mudah memberikan suatu informasi kepada orang lain. Kemampuan public speaking tentu harus digali dan terus dikembangkan. Salah satunya dengan kegiatan training atau pelatihan, mengikuti organisasi, diskusi/forum dan praktek langsung.
Dalam kegiatan ini menghadirkan pemateri yang luar biasa yakni Imam Ganendra Riyadi. Ia merupakan mahasiswa aktif Sekolah Tinggi Tekhnologi Nuklir Yogyakarta yang telah memiliki banyak prestasi di bidang olahraga yaitu tenis meja. Ia juga bekerja sabagai repoter, penyiar radio, duta wisata, model dan MC. Di acara ini Imam Ganendra mengajarkan peserta pelatihan bagaimana menjadi pembicara yang baik kedepannya.
Di tengah-tengah acara ini Imam Ganendra membentuk kelompok dari semua peserta, masing-masing kelompok diberi judul yang berbeda-beda seperti kelompok satu dengan judul penyiar radio kelompok dua dengan judul MC dan lain sebagainya. Masing-masing kelompok diberi waktu 3-5 menit untuk berdiskusi dan hanya perwakilan yang maju kedapan.
Di akhir acara ada penampilan dari Bimbim yang menyayikan beberapa lagu. Bimbim juga multitalent dia biasa menyanyi disebuah acara dia juga bisa menjadi model dan MC.
Kegiatan ini berlangsung dengan seru dan lancar. Semoga dengan terlaksananya pelatihan jurnalistik ini semua peserta dapat lebih berani berbicara di depan umum. Terimakasih kepada semua pihak yang telah turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.


Alus Goes To School 2018



Salam literasi!
Membaca buku untuk pertama kalinya seperti berkenalan dengan seseorang teman baru, membaca untuk kedua kalinya seperti bertemu dengan teman lama.
Membaca ! membaca ! membaca!
Kali ini  ALUS jumpa lagi dengan adek-adek di SD dan MI di DIY dan Jateng yang sangat akrap kita sebut AGTS (ALUS Goes To School). Kegiatan rutinan setiap tahun dalan setiap periode yang kali ini di selenggarakan pada hari jum’at dan saptu (26-27/11/2018). Kegiatan dilakukan di 7 SD dan MI, yaitu SDN Bunder  2 Gunung Kidul, MI Ma’arif Gunungpring Magelang yang dilaksanakan pada hari jum’at. Selebihnya di laksanakan pada hari saptu yaitu di SDN 2 Leses, SDN 2 Cepokojajar, SDN Bojong, SDN Paraksari dan MI Al Islamiyah Grojogan.  Banyak yang bertanya-tanya apa sih itu AGTS ? AGTS merupakan kegiatan ALUS untuk mengenalkan perpustakaan, siapa dia pustakawan, dan untuk menanamkan kecintaan adik-adik untuk selalu membaca dan mencintai buku.
Buku adalah jendela dunia dimana kita bisa melihat isi dunia tanpa melakukan perjalanan, hanya dengan membaca halaman per halaman. Sesuai dengan tema ALUS kali ini adalah ‘’Baca Bukumu, jangan Biarkan Berdebu !’’.  Adapun  acara-acara untuk memeriahkan  kegiatan AGTS tersebut meliputi story telling, pustakawan kecil, education dan pelatihan keterampilan untuk adik-adik. Tak hanya itu juga, untuk menghindari rasa bosan dalam kegiatan itu juga diadakan games.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca generasi masa kini. Karena dimulai dari pembaca buku sehingga menjadi penulis buku. Sampai jumpa di AGTS tahun 2019. Salam Literasi


Author: Rani A