Sabtu, 20 Desember 2014

Jogja Membaca 4 "Merangkai Jogja Dengan Membaca"




Jogja Membaca merupakan suatu gerakan yang dilakukan secara rutin setiap tahun untuk mengajak masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta meningkatkan minat baca sebagai upaya untuk mendukung Long Life Education serta menyadarkan dan menumbuh kembangkan pentingnya budaya membaca kepada masyarakat. Pada tahun 2014, Jogja Membaca telah memasuki tahun ke 4, yang kali ini mengambil tema “Merangkai Jogja Dengan Membaca”.
Dalam kegiatan ini, ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan selaku penyelenggara  bekerjasama dengan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Panitia kegiatan ini juga menggandeng beberapa sponsor yang diantaranya adalah Pamityang2an sebagai media partner.
Muhammad Wahyudin Rizal selaku ketua panitia mengatakan bahwa, kegiatan Jogja Membaca Jilid 4 yang mengambil tema “Merangkai Jogja Dengan Membaca” tersebut diselenggarakan di Titik 0 KM Yogyakarta pada (20/12) berlangsung mulai pukul 10.00-13.00 WIB.
Kegiatan berlangsung dengan berbagai rangkaian acara yang dimulai dari pembukaan acara oleh kepala BPAD DIY, orasi baca, puisi baca, books giving party, photobooth, wakaf buku dan terdapat pula perpustakaan terbuka yang disediakan oleh panitia untuk dapat diakses oleh masyarakat di sekitar titik 0 KM.

Habib Abidulloh selaku ketua umum ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan mengatakan bahwa, dengan kegiatan – kegiatan yang diadakan pada Jogja Membaca Jilid 4  diharapkan dapat mendekatkan fasilitas atau sumber belajar dalam hal ini perpustakaan kepada masyarakat sebagai upaya untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi. Selain itu, melalui Jogja Membaca Jilid 4 ini, diharapkan mampu memantapkan citra Daerah Istimewa  Yogyakarta sebagai kota pendidikan dengan mengajak masyarakat untuk gemar membaca.

Jumat, 28 November 2014

Pelatihan SLiMS Bareng ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan



ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan menyelenggarakan kegiatan pelatihan Senayan Library Management Systems (SLiMS). Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari program kerja divisi pengembangan profesi ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan.
Kegiatan ini banyak diikuti oleh Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan dan juga para pustakawan pun ikut hadir untuk mengikuti kegiatan ini. Pelatihan SLiMS tersebut diselenggarakan pada Sabtu (29/11) di Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Jumat, 21 November 2014

Seminar dan Workshop Menulis Bareng Gol A Gong

Kegiatan menulis merupakan salah satu sarana bagi seseorang untuk mendiseminasikan sebuah karya ke berbagai media, baik cetak maupun non cetak. Dalam meningkatkan proses penulisan sebuah karya fiksi yang baik, maka kegiatan penulisan fiksi bersama Gol A Gong pun diselenggarakan. Kegiatan ini sekaligus menjadi salah satu agenda Gol A Gong dalam tur literasi di pulau Jawa.
Pada kegiatan ini, Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca dan ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan sebagai penyelenggara mengajak para guru, pelajar, mahasiswa, pustakawan dan masyarakat umum untuk mengikuti kegiatan ini. Workshop ini dilaksanakan selama dua hari yaitu 21-22 November 2014, yang masing-masing bertempat di Aula Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi (BPAD) Daerah Istimewa Yogyakarta dan Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga.
Gol A Gong merupakan penulis 70 novel, ratusan skenario TV, pendiri rumah dunia dan presiden  Taman Baca Masyarakat Indonesia. Beliau juga seorang penggiat literasi. Dalam kegiatan ini, Habib Abidulloh, salah satu panitia dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa salah satu tujuan dari kegiatan tersebut adalah meningkatkan minat tulis para guru, pelajar, mahasiswa, pustakawan dan masyarakat umum yang mengikuti kegiatan ini.

Sabtu, 15 November 2014

PELATIHAN JURNALISTIK ALUS ASOSIASI MAHASISWA ILMU PERPUSTAKAAN

Sebagai seorang mahasiswa pasti kita dituntut untuk menulis. Tulisan yang kita tulis itu dapat berupa tugas kuliah, essay, makalah dan lainnya. Sistematika penulisan karya-karya tersebut pun tidak bisa sembarangan seperti menulis cerpen atau catatan harian. Dalam rangka menambah pengetahuan tentang kepenulisan sebuah karya itulah kegiatan pelatihan jurnalistik yang bertema kiat-kiat menembus media diadakan.
Kegiatan ini diadakan oleh ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan yang mendatangkan narasumber  dari LPM Arena, yaitu Usman Hadi, Elisabeth Sutriningsih dan Yustinus Kumoro Dasutomo dari Lembaga Pelatihan Jurnalistik Bernas. Peserta dalam kegiatan ini pun bukan hanya dari ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan sendiri, tetapi untuk mahasiswa umum termasuk mahasiswa dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Gajah Mada dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ikut berpartisipasi dalam pelatihan jurnallistik ini. Bertempat di Ruang Pertemuan Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, kegiatan ini dilaksanakan pada sabtu (15/11) pukul 09.00-13.00 WB.
Pelatihan Jurnalistik ini dibagi kedalam dua sesi. Sesi pertama dipaparkan oleh Usman Hadi tentang karya essay secara umum dan bagimana teknik menulis essay hinggar trik menembus media yang dimoderatori oleh Hendi Prasetyo. Pada sesi kedua, dipaparkan oleh Elisabeth Sutriningsih tentang jurnalistik, komunikasi dan media yang dilanjut paparan materi tentang menulis artikel di koran oleh Yustinus Kumoro Dasutomo yang dimoderatori oleh Nasirullah Sitam.
Kegiatan yang juga menghadirkan ALUStik ini bertujuan untuk menjadikan aktivitas menulis sebagai kegiatan yang menyenangkan, menumbuhkan semangat menulis bagi mahasiswa, memberikan motivasi tentang kepenulisan di media massa, menumbuhkan potensi menulis karya ilmiah, serta menambah pengetahuan mahasiswa tentang bagaimana teknik menulis yang baik agar dapat menembus media.

PENTINGNYA JURNALISTIK BAGI MAHASISWA

Menulis adalah hal penting, terutama bagi kita sebagai mahasiswa yang dengan bangga memperjuangkan  idealisme.  Dengan menulis kita dapat menuangkan kritik kita secara intelektual terhadap suatu permasalahan. Dari pentingnya menulis tersebut, patut diapresiasi untuk ALUS AMIP yang telah berinisiatif mengadakan pelatihan jurnalistik dengan tema “Kiat-Kiat Menembus Media” yang diselenggarakan di ruang training Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Sabtu (15/11) berlangsung sejak pukul  09.00 sampai dengan 13.00. Peserta terbuka untuk umum yang terdiri dari mahasiswa beberapa fakultas yang ada di UIN Sunan Kalijaga dan mahasiswa dari luar UIN Sunan Kalijaga.
Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan dalam dua sesi dengan tiga orang pemateri yang berbeda.  Pada sesi  I mengahadirkan saudara Usman Hadi, dia adalah seorang mahasiswa jurusan SKI UIN Sunan Kalijaga yang menjadi perwakilan dari ARENA.  Adapun materi yang disampaikan adalah tentang bagaimana menulis artikel dan essai bagi penulis pemula. Berangkat dari pengalaman pribadinya Usman Hadi mengatakan bahwa menulis bukannlah bakat, melainkan suatu kebiasaan seseorang. Maka ketika kita ingin menjadi penulis mulailah dari sekarang dan biasakan untuk menulis.
Selanjutnya sesi II diisi oleh dua orang pemateri dari Harian BERNAS Jogja. Dalam sesi ini materi lebih fokus tentang bagaimana supaya artikel yang dibuat dapat dimuat di media masa. Elisabeth, seorang asisten wartawan dalam penyampaiannya menenkankan bahwa dalam menulis jangan menggantungkan diri pada mood. Kita harus dapat mengendalikan diri agar tetap dapat menghasilkan tulisan dan kegiatan menulis ini menjadi rutinitas kita. Materi terakhir yang disampaikan oleh Yustinus Kumoro adalah tentang cara yang mudah untuk menulis. Tiga cara sederhana yang disampaikan yaitu komitmen, kompetensi dan konsistensi dalam menulis.
Dari kegiatan ini harapan peserta, selanjutnya akan ada pelatihan jurnalistik secara kontinyu yang akan memberikan manfaat bagi banyak orang khususnya mahasiswa UIN Sunan Kalijaga.


** ( Desy Ruri Yuliyani/ Mahasiswa IP UIN Sunan Kalijaga)      

Jumat, 07 November 2014

PELATIHAN JURNALISTIK “Kiat-Kiat Menembus Media”


Divisi pers ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan akan menyelenggarakan kegiatan pelatihan jurnalistik dengan tema “Kiat-Kiat Menembus Media” untuk mengajak para mahasiswa menulis sebuah karya agar  dapat dipublikasikan ke media cetak maupun non cetak.
Dalam kegiatan ini, ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan bekerjasama dengan LPM Arena dan Bernas Jogja untuk menjadi narasumber kegiatan dan juga para sponsor yang akan membantu terselenggaranya kegiatan ini. Pelatihan Jurnalistik ini akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 15 November 2014 pukul 08.00-13.00 WIB di Teatrikal Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Hendi Prasetyo selaku Ketua Divisi Pers ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan, mengatakan bahwa tujuan dari diadakannya pelatihan jurnalistik ini, diantaranya adalah menjadikan aktivitas menulis sebagai kegiatan menyenangkan, menumbuhkan semangat menulis bagi mahasiswa, memberikan motivasi mengenai kepenulisan di media massa, menumbuhkan potensi menulis karya ilmiah, menambah pengetahuan mahasiswa mengenai cara menulis yang baik, dan menerbitkan karya tulis di media massa. Dalam pelatihan jurnalistik ini, divisi pers ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan akan menghadirkan dua narasumber yaitu Y.B Margantoro dan Usman Hadi.
Lebih lanjut, Rima Esni Nurdiana selaku ketua panitia mengatakan bahwa pelatihan jurnalistik tersebut akan dibagi kedalam dua sesi pelatihan. Sesi pertama akan diisi oleh Usman Hadi yang akan memberikan materi tentang penulisan essay. Sedangkan Y.B. Margantoro akan memberikan materi tentang penulisan berita di media massa pada sesi kedua.

Selasa, 28 Oktober 2014

Pelatihan Jurnalistik

Orang boleh pandai setinggi langit tapi selama ia tidak menulis ia akan hilang di dalam masyarakat”. Kata-kata tersebut dapat memacu semangat kita untuk menulis. Menulis bukanlah sebuah beban, tidak terkecuali menulis artikel di media massa. Media massa dapat dijadikan salah satu  wadah dalam  mempublikasikan tulisan kita. Namun terkadang karya yang dibuat tidak sesuai dengan kriteria publikasi. Agar tulisan tersebut dapat diterima oleh redaksi media massa maka diperlukan strategi khusus, sehingga Divisi Pers ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan mempunyai inisiatif untuk menyelenggarakan kegiatan tentang kepenulisan yaitu Pelatihan Jurnalistik, dengan mengambil tema  Kiat-Kiat Menembus Media”.
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 15 November 2014 Pukul 08.00-13.00 WIB di Teatrikal Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ada beberapa tujuan dari diadakannya pelatihan jurnalistik ini, diantaranya adalah menjadikan aktivitas menulis sebagai kegiatan menyenangkan, menumbuhkan semangat menulis bagi mahasiswa, memberikan motivasi mengenai kepenulisan di media massa, menumbuhkan potensi menulis karya ilmiah, menambah pengetahuan mahasiswa mengenai cara menulis yang baik, dan menerbitkan karya tulis di media massa.
Dalam pelatihan jurnalistik ini, Divisi Pers ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan menghadirkan dua narasumber yaitu Y.B. Margantoro (Redaktur Senior Harian Bernas) dan Usman Hadi (Redaktur Buletin Slilit Arena). Untuk dapat mengikuti kegiatan ini, para calon peserta (Mahasiswa) hanya cukup mendaftar dengan mengetik sms Jurnalistik (spasi) Nama (spasi) Universitas kirim ke 085372037597 atau 085729692293. Buruan daftar Kuota Terbatas…!!


Senin, 13 Oktober 2014

Makrab ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan 2014-2015

Kegiatan malam keakraban (MAKRAB) ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan periode 2014-2015 merupakan agenda tahunan untuk menyambut anggota baru dan mengesahkan anggota baru yang telah diterima sebagai anggota muda ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan. Tahun ini, makrab diselenggarakan dengan tema “Irama Cinta dan Kebersamaan”.
Pengurus Harian, Kadiv., Staff, Demisioner, dan Anggota muda ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan terlibat dalam kegiatan yang diselenggarakan pada Sabtu-Minggu,11-12 Oktober 2014 pukul 15.00 – Selesai di Pondok Wisata Sri Rejeki, Jalan Bebeng, Plunyon, Umbulharjo Kedungsriti, Cangkringan.

Tujuan utama diadakan makrab ini adalah menjalin keakraban antara sesama Pengurus Harian, Kadiv., Staff, Demisioner, dan Anggota muda ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan. Selain itu, didalamnya juga terdapat pemaparan kegiatan ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan yang telah dilaksanakan ataupun belum dilaksanakan sehingga anggota muda ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan mengerti semua kegiatan-kegiatan ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan bersedia ikut serta dalam kegiatan yang akan dilaksanakan. Acara ini berjalan lancar sesuai dengan susunan acara yang telah tersusun sebelumnya. Akhir kata, selamat datang buat Keluarga Baru ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan 2014-2015.

Sabtu, 27 September 2014

Weekend? Kepoin ALUS, yuk!

Dalam berorganisasi pastilah ada satu waktu dimana diadakan obrolan-obrolan seputar organisasi tersebut. Pun juga dengan ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan. Diskusi keorganisasian ALUS merupakan kegiatan yang bertujuan mengenalkan sejarah ALUS, apa yang bisa diperoleh dalam organisasi ini dan bagaimanakah kita harus bersikap dalam organisasi.
Diskusi keorganisasian yang mengangkat judul “Weekend? Kepoin ALUS, yuk!” melibatkan seluruh jajaran anggota ALUS baik dari Demisioner, Pengurus Harian, Kepala dan Staff masing-masing divisi serta para anggota baru ALUS.  Kegiatan diskusi ini dilakukan di depan Gedung Pusat Bahasa, Budaya dan Agama UIN Sunan Kalijaga pada hari Sabtu, 27 September 2014.
Divisi Pengembangan Profesi sebagai penanggung jawab dan pelaksana kegiatan ini mengemasnya dengan suasana santai dan kekeluargaan. Dengan format lesehan sementara dari Demisioner yang diwakili oleh Nasirullah Sitam, Supriyadi Jhondy dan Mukhlis memberikan banyak pelajaran serta motivasi yang mereka peroleh dari pengalaman langsung selama menjadi anggota ALUS  pada masanya.
Banyak yang disampaikan oleh para Demisioner, misalnya saja pemaparan dari Nasirullah Sitam tentang keorganisasian secara umum. Sementara dari Jhondy yang merupakan pendiri ALUS adalah tentang sejarah pendirian ALUS dan pengalaman-pengalaman pengolahan yang sudah pernah ALUS  lakukan.

Diskusi yang dimulai sejak pukul 15.30  WIB berakhir dipenghujung sore dengan foto bersama keluarga ALUS.

Jumat, 19 September 2014

PELANTIKAN PENGURUS ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Periode 2014-2015

Pelantikan pengurus ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan merupakan prosesi pengukuhan jabatan pengurus  periode 2014-2015. Acara ini dihadiri oleh Dr. Nurdin Laugu S. Ag. S.S. M.A. selaku dosen Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, Supriyadi Jhondy selaku pendiri ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan, para demisioner, pengurus periode 2014-2015 serta anggota baru ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan.
Acara ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 September 2014 di Jogja Library Center BPAD DIY yang beralamat di Jalan Malioboro 175 Yogyakarta.

Tujuan dari kegiatan ini untuk mengukuhkan kepengurusan ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan periode 2014-2015. Acara ini dimulai sambutan oleh ketua panitia Mahmud Tarmidzi,  Dr. Nurdin Laugu S. Ag. S.S. M.A. selaku dosen Ilmu Perpustakaan, Supriyadi Jhondy selaku pendiri, Habib Abidulloh selaku ketua umum periode 2014-2015 dan juga Fuad Wahyu Prabowo selaku ketua umum periode 2013-2014.  Acara ini dilanjutkan prosesi pelantikan yang dipimpin oleh Supriyadi Jhondy  dan ditutup presentasi program kerja dari Divisi Keanggotaan, Pengembangan Profesi, Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat, serta Pers.

Rabu, 27 Agustus 2014

Rapat Kerja ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Periode 2014/2015


Rapat Kerja merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh pengurus ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan. Rapat Kerja kali ini diselenggarakan oleh kepengurusan periode 2014/2015 dalam rangka penyusunan program kerja selama masa satu periode mendatang.  
Kegiataan yang diselenggarakan oleh ALUS  Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan kepengurusan periode 2014/2015 ini dihadiri para pengurus  periode 2014/2015 serta ketua umum periode 2013/2014 yaitu Fuad Wahyu Prabowo.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 26-27 Agustus 2014 diselenggarakan di Padepokan KH. Ahmad Dahlan beralamat di Jalan Kyai Mojo No. 33 Yogyakarta.
Kegiatan ini diawali dengan sambutan ketua umum  beserta pengurus harian ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan periode 2014/2015 dilanjutkan dengan pembagian staff masing-masing divisi. Terdapat diskusi-diskusi diantaranya pemaparan program kerja lama oleh ketua umum ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan periode 2013/2014 sebagai referensi atau bahan pertimbangan pembentukan program kerja baru. Dilanjutkan dengan acara inti pembentukan program kerja baru  yang dilimpahkan secara penuh kepada masing-masing divisi untuk mencanangkan program kerja baru yang dipimpin oleh ketua umum periode 2014/2015. Terdapat pula diskusi keorganisasian untuk menambah dan menumbuhkan semangat kekeluargaan dalam ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan periode 2014/2015.
Tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah untuk menyusun dan membentuk program kerja yang akan dilaksanakan ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan selama periode 2014/2015. Segala  kegiatan yang akan diselenggarakan selama satu periode mendatang direncanakan, dibahas, disetujui dan disahkan secara tuntas dalam rapat kerja ini. Rapat kerja ini merupakan acuan bagi terselenggaranya rencana kegiatan ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan periode 2014/2015.


Jumat, 15 Agustus 2014

Profil Perpustakaan Sidodadi

Perpustakaan Sidodadi Desa Hargomulyo berdiri tahun 2010 dimsa jabatan kepala desa Ir. Sugianto. Pada saat itu ada tawaran dari kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Kulon Progo untuk mendapatkan buku bahan pustaka sejumlah 1000 eksemplar. Sehubungan dengan tempat dibalai desa Hargomulyo ruangannya terbatas maka Kepala Desa mengambil kebijaksanaan untuk menempatkan perpustakaan desa Hargomulyo meminjam tempat di ruko milik Kabak Kesra desa Hargomulyo, yang terletak 25 meter sebelah timur balai desa Hargomulyo sampai sekarang. Seiring dengan itu telah diterbikan SK Kepala Desa Hargomulyo N0. 35 Tahun 2010 tentang pendirian Perpustakaan Sidodadi Desa Hargomulyo dan SK Kepala Desa No. 36 Tahun 2010 tentang pengangkatan petugas pengelola perpustakaan Sidodadi Desa Hargomulyo. Jumlah koleksi sampai saat ini ada 6000 eksemplar. Dengan pengelola 3 orang. Satu koordinator, satu tenaga administrasi, dan satu tenaga teknis. Jam buka layanan setiap hari mulai jam 09.00 sampai jam 17.00 WIB.

Rabu, 13 Agustus 2014

Pengolahan Perpustakaan Istana Kepresidenan Yogyakarta

 Kegiatan Pengolahan buku pada perpustakaan khusus yaitu Perpustakaan Istana Kepresidenan Yogyakarta atau biasa disebut dengan Gedung Agung yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Ngupasan, Kecamatan, Gondomanan, Kota Yogyakarta. Kegiatan yang dilakukan dalam pengolahan ini meliputi menentukan subjek buku dan melakukan klasifikasi dengan aturan Dewey Decimal Classification[1], entri data ke SLiMS (Senayan Library Management System), labeling, penempelan kantong buku serta pembuatan kartu buku dan shelving.
Pengolahan ini melibatkan dua institusi yaitu  Perpustakaaan Nasional RI ( Pak Nurcahyono ) dan Istana Kepresidenan Yogyakarta ( Ibu Nova ) dan dilaksanakan selama tiga hari, yaitu 21 - 23 Juli 2014 dimulai pukul 08.00 – 15.00 WIB di  ruangan Perpustakaan Istana Kepresidenan Yogyakarta yang berada di belakang museum terletak di lantai dua, dimana perpustakaan tersebut dapat terhubung dengan ruangan museum.
Kegiatan ini dilaksanakan karena kelengkapan buku-buku yang terdapat pada perpustakaan tersebut masih kurang dan terdapat buku baru belum diolah. Tujuan dari kegiatan pengolahan ini adalah untuk mempermudah akses koleksi dan temu kembali informasi di lingkungan Istana Negara Yogyakarta, sehingga kinerja didalam pemerintahan dapat berjalan dengan baik dengan memanfaatkan software SLiMS[2](Senayan Library Management System), dan shelving yang tepat. Selain itu, pengolahan ini juga untuk mengolah buku menurut aturan tertentu serta melengkapi perlengkapan buku pada setiap pustaka yang masih belum lengkap.
Kegiatan pengolahan ini berlangsung dengan sangat lancar karena dari pihak istana sudah menyiapkan segala keperluan dengan baik untuk pengolahan buku dan kami dari Alus Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan sudah melakukan pembagian tugas masing-masing, alhasil pengolahan ini sudah selesai sebelum waktu yang telah disepakati dari total pengerjaan tujuh hari dapat kami selesaikan dalam waktu tiga hari.
Dengan kegiatan ini, kita telah membantu Presiden dan jajarannya untuk menemukan informasi-informasi yang dibutuhkan di perpustakaan dengan cepat dan tepat sehingga dapat menambah wawasan serta dapat menunjang kinerja dari pemerintahan itu sendiri.



[1] http://library.um.ac.id/images/stories/pustakawan/kargto/KLASIFIKASI%20Bahan%20Pustaka.pdf
[2] http://slims.web.id/download/docs/slims4dummies_edisi_revisi.pdf

Selasa, 12 Agustus 2014

Pengolahan RFID BPAD DIY

RFID adalah proses identifikasi melalui frekuensi gelombang radio. RFID menggunakan frekuensi radio untuk mengidentifikasi, membaca dan menyimpan sebuah data. Pengolahan RFID (Radio Frequency Identification) di BPAD DIY merupakan salah satu rangkaian kegiatan pengolahan koleksi perpustakaan sebelum di layankan ke pemustaka. Kegiatan yang dilaksanakan sejak hari rabu, 02 Juli 2014 hingga sekarang ini dilakukan oleh para pustakawan dibantu oleh anggota ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan di BPAD DIY unit badran I yang beralamat di Jalan Tentara Rakyat Mataram 4 Yogyakarta.

Kegiatan Pengolahan RFID bertujuan untuk mempermudah proses sirkulasi, pengelolaan koleksi, serta sebagai sistem keamanan pada koleksi perpustakaan. Dalam pengolahan koleksi berjumlah 40.000 eksemplar ini, anggota ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan melakukan kegiatan sebagai berikut:
1.             Pengambilan Buku dari Rak
Pengambilan buku di rak dilakukan secara urut dari kiri ke kanan atau dari nomor buku terkecil ke yang terbesar oleh satu atau dua orang.
2.             Pemasangan Tattle Tape
Proses pemasangan Tattle Tape dilakukan oleh 2 orang dengan alat tattle tape RFID Berbentuk lembaran tipis dan panjang seperti benang diselimuti plastik tipis berwarna hijau.
3.             Pemasangan Label Barcode
Dengan tiga tempat yang berbeda pada punggung belakang sampul buku
4.             Scan Barcode
Scan barcode dilakukan oleh satu orang sesudah buku di pasang tattle tape dan label barcode.
5.             Pengembalian Buku ke Rak
Pengembalian buku ke rak juga dilakukan secara urut sesuai pengambilannya sesuai nomor kelas koleksi perpustakaan.



Kontak Alus Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan


Kami siap membantu pemberdayaan perpustakaan antara lain pengolahan perpustakaan, pembinaan minat baca, dan kegiatan tentang perpustakaan dan informasi lainnya, hubungi:
No. Hp       : +62 857 355 602 76  (Habib Abidulloh)
Email         : alusdiy@gmail.com

Facebook  : Alus Diy
Twitter       : @ALUSDIY


Selasa, 22 Juli 2014

Menyambut Hari Anak Nasional 2014



Peringatan Hari Anak Nasional di Indonesia dilakukan setiap tanggal 23 juli. Pemerintah dalam hal ini Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY memiliki komitmen yang tinggi terhadap hak seorang anak. Komitmen tersebut di wujudkan dalam acara Menyambut Hari Anak Nasional 2014 yang pada tahun ini mengambil tema “Dengan Membaca Anak Jogjakarta Kreatif dan Berkarakter untuk Indonesia Cerah”. Tujuan dari acara ini untuk memfasilitasi anak dalam memperoleh pendidikan dan rekreasi sesuai fungsi dari perpustakaan. Acara yang melibatkan ratusan siswa taman kanak–kanak dan sekolah dasar tersebut dilakukan di Unit Rumah Belajar Modern (RBM) Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY yang beralamat di Bangunharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Acara tersebut berlangsung selama dua hari, yaitu pada hari rabu dan kamis 18–19 Juni 2014 mulai pukul 08.30 sampai 12.00 WIB.
BPAD DIY selaku penyelenggara bekerjasama dengan ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan sebagai pendukung acara serta pendamping kegiatan seperti membuat flannel, edukasi reptile, sulap, mendongeng, clay, origami, mewarnai, dan menghias gelas kaca. Disamping itu, sebelum acara dimulai BPAD DIY dan ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan mengajak para siswa dari taman kanak – kanak dan sekolah dasar berkunjung ke perpustakaan untuk memperkenalkan serta membiasakan diri gemar membaca dan sering mengunjungi perpustakaan sejak dini untuk membaca buku dengan tujuan dari membaca kita dapat memperoleh pengetahuan baru.
Dalam acara yang dilakukan selama dua hari tersebut, BPAD DIY, ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan, dan tim khusus yang sudah dibagi dalam setiap stand kegiatan (flannel, edukasi reptile, sulap, mendongeng, clay, origami, mewarnai dan hias gelas kaca) saling berkoordinasi dan berkomunikasi sehingga menghasilkan acara yang dapat memuaskan setiap siswa yang berkunjung di stand kegiatan. Dalam acara ini juga didukung oleh beberapa sponsor yang diantaranya adalah Galang Press, Madu Nusantara, Citra Media dan Sari Husada.





Jumat, 16 Mei 2014

Studium Generale

Selasa, 14 Januari 2014

AKU PUSTAKAWAN NARSIS

Pustakawan.. oh.. Pustakawan..
Entahlah.. orang memandang seolah-olah engkau tiada, padahal engkau ada. Aku juga heran mengapa mereka memiliki paradigma seperti itu. Tapi ketika aku mengkaji ilmu yang berkaitan dengan perpustakaan, aku tahu apa penyebabnya. Ternyata mereka menganggap orang yang bekerja di perpustakaan itu bisa dari latar belakang apapun. Bahkan banyak juga yang hanya lulusan SMA langsung bisa menjadi seorang pustakawan. Dan yang lebih menyedihkan lagi, banyak juga tuh pejabat-pejabat yang kinerjanya dirasa tidak berkualitas akan ditempatkan di perpustakaan, seperti kejadian di Jakarta waktu lalu. Seolah-olah perpustakaan itu hanya tempat buangan. Miris bukan?
Bagaimana perpustakaan mau maju? Bagaimana perpustakaan bisa beralih menjadi perpustakaan virtual (digital)? Lha wong latar belakang pengelola perpustakaannya saja bukan orang yang ahli dibidang perpustakaan. Jika perpustakaan pengelolaannya sudah ngawur bagaimana perpustakaan mau ramai dikunjungi pemustaka? Memang ada juga yang berkunjung ke perpustakaan tapi kalau ada keperluan saja, contohnya enggak jauh-jauh deh. Perpustakaan kampus saja. Pemustaka yang datang hanya ketika mencari bahan untuk memenuhi tugas kuliah dsb. bisa dibilang “kepepet” gitu. Ada juga yang datang karena memang ingin membaca buku, tapi ini minoritas sekali.
Sebenaranya banyak cara yang bisa dilakukan supaya citra pustakawan dan perpustakaan itu sendiri menjadi lebih baik. Salah satunya dengan menulis, kenapa? Coba bayangkan saja kalau pustakawan itu bisa menulis. Bisa jadi masyarakat akan memberi nilai lebih terhadap pustakawan. Iya tigak ragu membaca karya-karya kita para pustakawan, karena mereka beranggapan apa yang kita tuang dalam tulisan, kita ambil dari sumber-sumber yang terpercaya dengan pengetahuan kita mengenai banyaknya informasi karena rutinitas yang lebih cenderung dekat dengan dunia informasi, perpustakaan. Secara otomatis pula, paradigma mereka akan berubah. Yang awalnya berpikir bahwa pustakawan itu hanya menjaga buku beralih kepada bahwa pustakawan itu gudang ilmu. Keren bukan?
Nah, narsisnya pustakawan itu salah satunya dengan menulis. Jadi narsisnya berkelas hehe. Sadar enggak sih? Sebenarnya Guru Besar Ilmu Perpustakaan Prof. Dr. Sulistyo Basuki adalah seorang penulis? Kalau beliau tidak menulis mungkin kita tidak akan mengenal sosoknya yang sangat luar biasa. Jujur, kita semua para mahasiswa Ilmu Perpustakaan pasti mengenal beliau melelui tulisannya bukan? Yang bukunya itu menjadi kitab wajib untuk anak Ilmu Perpustakaan hehe
Ada lagi sosok yang tak kalah luar biasa menurutku. Yakni pak Fiqru Mafar alumni UIN Sunan Kalijaga yang sekarang menjadi Dosen di Universitas Lancang Kuning Pekanbaru, Riau. Beliau juga memiliki banyak tulisan yang pada akhirnya dengan tulisan-tulisannya  itu beliau bisa melanglangbuana ke Paris, Italia, Mesir dll. Subhanallah keren bukan? Pesan beliau yang selalu terngiang-ngiang,”Jika kamu menulis maka siap-siap terkenal.” Loh iya.. kalau kita menulis dunia akan mengenal kita tapi sebelumnya kita juga harus membaca agar kita mengenal dunia. Setuju sekali dengan perkataan pak Fiqru Mafar.
Menciptakan generasi pustakawan yang narsis tapi berkelas haruslah ditinjau dari kesadaran setiap individual para pustakawan. Kenapa? Karena seperti yang kita tahu, jika pemerintah tidak mencurahkan perhatiannya maka kita para pustakawan harus bangkit sendiri dan memiliki nilai lebih supaya pemerintah dengan sendiriya pula akan memperhatikan kita. Kita harus menjadi pustakawan yang berbeda degan dengan kenarsisan kita dalam dunia kepenulisan.
Ada percakapan kecil antara aku dan seorang senior dari jurusan BKI (Bimbingan Konseling Islam). Ketika aku berpendapat bahwa pemerintah kurang memperhatikan profesi pustakawan, salah satunya dengan menempatkan pustakawan di lembaga tak harus dari latar belakang yang ahli dibidang perpustakaan.
 Ia berpendapat, ”mungkin pustakawan di Indonesia saja yang kurang, jadi latar belakang apapun ditempatkan di perpustakaan. Enggak jauh-jauh contohnya di kampus kita, banyak mahasiswa jurusan lain yang bekerja part time di perpustakaan, padahal mahasiswa Ilmu Perpustakaan juga seabrek di kampus. Jadi kemanakah para calon-calon pustakawan yang lain? Sampai-sampai harus menggunakan tenaga kerja yang bukan ahlinya (mungkin ^^). Tapi, apakah semua latar belakang bisa mempengaruhi kinerja? Apa semua pekerja harus sesuai dengan bidang yang ditempuhnya? Ada yang harus dipahami. Percayakah dengan yang namanya “SKILL”?.” Tuturnya panjang lebar.
Wow.. aku cerna dalam-dalam pendapatnya. Ada benarnya juga.
“Mbak, tahu enggak kenapa pustakawan sedikit di Indonesia? Salah satunya karena kurang diperhatikannya profesi pustakawan oleh pemerintah di Indonesia. Hmm coba kita tilik Jepang, Amerika, Kanada dll. Di negara mereka pustakawan sangat diperhatikan bahkan melebihi profesi lain. Jika dianalisis salah satunya adalah penyebab tingginya minat baca terhadap masyarakat mereka yang jelas terlihat kontras sekali perbedaannya dengan keadaan masyarakat Indonesia yang masih sangat minim sekali akan pentingnya membaca. Ini adalah tantangan untuk kami para pustakawan. Perihal bekerja part time di kampus diambil dari semua jurusan ada sisi positifnya masing-masing. Untuk mahasiswa non-Ilmu Perpustakaan ini akan menjadikan pola pikir mereka berubah bahwa mengelola perpustakaan itu butuh keahlian dan tidak mudah. Sedangkan untuk mahasiswa Ilmu Perpustakaan dengan  bekerja part time di perpustakaan kampus akan mengasah keahlian mereka disamping menambah uang saku mereka juga sebagai mahasiswa hehe I think it doesn’t matter.” Jelasku secara gamblang.
Ia menimpali, “Jauh tanpa melihat diperhatikan atau tidaknya pustakawan di Indonesia oleh pemerintah, semangat kepustakawanan orang-orang seperti dek Rima ini yang kurang saya rasa. Jadi, sebagai pustakawan sejati tidak harus menunggu pemerintah, namun ia harus membangun sendiri jati dirinya sehingga pemerintah memperhatikan dengan sendirinya pula. Coba suntik motivasi untuk pembaca dan teman-teman kamu sebagai pustakawan seajati. Agar tidak hanya menyalahkan pemerintah, namun bangkit untuk diakui akan jauh lebih baik.”
“Nah, itu dia mbak. Salah satunya dengan menciptakan pustakawan-pustakawan narsis, yakni pustakawan yang lebik kreatif dan inovatif dengan menulis. Dengan begini citra pustakawan akan naik sehingga perpustakaanpun menjadi tempat favorit yang dijadikan tempat yang sering dikunjungi masyaraakat dari semua latar belakang. Tidak pandang bulu gitu hehe.” Tegasku.
Mungkin ini hanya percakapan kecil, tapi ini benar-benar membuka mataku sebagai generasi pustakawan muda. Dan kuharap juga memberi pengaruh kepada para pustakawan muda yang lainnya. Kalau bukan kita (para pustakawan) siapa lagi yang peduli?
Aku Pustakawan Narsis dengan Menulis” aku rasa slogan ini cocok dijadikan tonggak untuk wajah baru para pustakawan di abad modern ini.
Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya. Sudah dengan jelasnya Allah memberitahu kepada kita, apa kita masih mencoba mengelak? Pustakawan muda sekarang saatnya kita tunjukkan jati diri kita pada dunia. GANBATTE !!! DON’T GIVE UP !!!


Rima Esni Nurdiana

Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Semester I